KEBUMEN, Kebumen24.com – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kebumen resmi meluncurkan Gerakan Terpadu Pembinaan dan Sambang Pesantren (Go-Tren) Tahap I Tahun 2026 di Pondok Pesantren Raudlatul ‘Ulum, Karangtanjung, Kecamatan Alian, Jumat (24/7/2026). Program ini menjadi langkah nyata memperkuat peran pesantren melalui kolaborasi lintas sektor dengan mengusung tema “Pesantren Berdaya, Negara Jaya.”
Go-Tren dirancang sebagai gerakan pembinaan terpadu yang melibatkan berbagai instansi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan guna mendukung pengembangan pesantren dari berbagai aspek. Tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, program ini juga menyentuh bidang kesehatan, kebersihan lingkungan, perlindungan anak, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan kelembagaan pesantren.
Kegiatan perdana tersebut dihadiri perwakilan Bupati Kebumen, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kebumen Sukamto, Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Kebumen H. Salim Wazdy yang mewakili Kepala Kantor Kemenag, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren H. Fahrudin, Ketua RMI PCNU Kebumen H. Johan Amru, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), KUA Kecamatan Alian, Penyuluh Agama Islam, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Peluncuran Go-Tren diawali dengan senam sehat bersama ratusan santri. Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan Senam Santri Sehat yang dipandu para santri Pondok Pesantren Al Hasani, Alian.
Peresmian program dilakukan oleh Sukamto mewakili Bupati Kebumen, Hj. Lilis Nuryani.
Usai senam bersama, seluruh peserta bergotong royong membersihkan lingkungan pesantren melalui kegiatan ro’an, tradisi kerja bakti yang telah menjadi budaya di lingkungan pondok pesantren.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pembinaan pesantren tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi atau sosialisasi, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen secara langsung.
Mewakili Bupati Kebumen, Sukamto mengapresiasi inisiatif Kankemenag Kebumen yang menghadirkan Go-Tren sebagai model pembinaan pesantren berbasis kolaborasi.
Menurutnya, keterlibatan berbagai instansi menjadi kekuatan utama karena kebutuhan pesantren tidak hanya berkaitan dengan pendidikan agama, tetapi juga menyangkut kesehatan, kesejahteraan, perlindungan anak, hingga penguatan ekonomi.
Ia menilai program tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah “Kebumen Berdaya: Beriman, Maju, Sejahtera, dan Berbudaya.”
“Kolaborasi lintas sektor seperti ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pesantren. Pesantren harus semakin kuat, sehat, bersih, aman, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan masyarakat,” ujarnya.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kankemenag Kebumen, H. Fahrudin menjelaskan bahwa Go-Tren merupakan program sambang pesantren dengan pendekatan terpadu yang mengintegrasikan berbagai layanan pembinaan.
Ia mengatakan, setiap instansi akan memberikan kontribusi sesuai bidangnya masing-masing sehingga pembinaan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
Berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam Go-Tren meliputi pemeriksaan kesehatan gratis bagi santri, senam bersama, sosialisasi dari instansi terkait, kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga edukasi mengenai perlindungan anak di lingkungan pesantren.
“Kami berharap kolaborasi ini mampu memperkuat pesantren secara menyeluruh. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi lingkungan yang sehat, aman, ramah anak, dan memiliki kemandirian ekonomi,” kata Fahrudin.
Salah satu fokus utama Go-Tren adalah memperkuat implementasi Pesantren Ramah Anak.
Konsep tersebut dibangun melalui lima prinsip utama, yakni menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan maupun perundungan, membudayakan hidup bersih dan peduli lingkungan, memenuhi hak-hak dasar anak, membuka ruang partisipasi santri dalam berbagai kegiatan, serta menerapkan pola pengasuhan yang penuh kasih sayang tanpa kekerasan.
Penerapan prinsip tersebut diharapkan mampu membentuk karakter santri yang berlandaskan nilai-nilai Mahabah (kasih sayang), Mujahadah (kerja keras), Amanah (jujur dan bertanggung jawab), Ta’awun (saling membantu), dan Tawadhu (rendah hati).
Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Kebumen, H. Salim Wazdy menegaskan bahwa penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren merupakan kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Menurutnya, pesantren memiliki karakteristik khusus karena para santri tinggal dan menjalani aktivitas pendidikan selama hampir 24 jam setiap hari.
“Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter sekaligus menjaga kesehatan santri. Karena itu, penerapan PHBS dan penguatan pesantren ramah anak harus menjadi perhatian bersama agar tercipta lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman,” ungkap Salim.
Ia juga mengajak seluruh pengelola pesantren untuk membangun budaya pengasuhan yang mengedepankan kasih sayang serta memastikan tidak ada praktik perundungan maupun kekerasan terhadap santri.
Dalam kesempatan tersebut, H. Salim Wazdy mewakili Kepala Kankemenag Kebumen menyerahkan bantuan Pemberdayaan Ekonomi Umat senilai Rp5 juta kepada Pondok Pesantren Raudlatul ‘Ulum.
Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pengadaan perlengkapan usaha laundry bagi santri sebagai bagian dari pengembangan unit usaha pesantren.
Menurut Salim, bantuan tersebut diharapkan menjadi awal tumbuhnya usaha produktif yang mampu menopang kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memenuhi kebutuhan internal para santri.
Pelaksanaan Go-Tren Tahap I Tahun 2026 menjadi tonggak awal gerakan pembinaan pesantren secara terpadu di Kabupaten Kebumen.
Melalui sinergi antara Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Kebumen, organisasi kepesantrenan, serta berbagai instansi terkait, Go-Tren diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan pesantren secara nyata.
Mulai dari layanan kesehatan, kampanye hidup bersih, penguatan pesantren ramah anak, hingga pemberdayaan ekonomi, seluruh rangkaian program diarahkan untuk mewujudkan pesantren yang sehat, aman, mandiri, dan semakin berdaya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Semangat “Pesantren Berdaya, Negara Jaya” diharapkan menjadi fondasi lahirnya gerakan pembinaan berkelanjutan yang mampu memperkuat eksistensi pesantren sebagai pusat pendidikan, pembentukan karakter, sekaligus penggerak pembangunan sosial di Kabupaten Kebumen.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















