Pendidikan

Angkat Judul ‘’Mandala Biru’’, Siswa MAN 4 Kebumen Raih Juara II Film Pendek Tingkat Nasional  

932
×

Angkat Judul ‘’Mandala Biru’’, Siswa MAN 4 Kebumen Raih Juara II Film Pendek Tingkat Nasional  

Sebarkan artikel ini
Proses produksi film “Mandala Biru”: siswa MAN 4 Kebumen menggunakan perangkat profesional di lokasi Pantai Pedalen Kebumen.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa MAN 4 Kebumen. Enam peserta didik sukses meraih Juara II Film Pendek dalam Olimpiade Pariwisata Tingkat Nasional ke-14 yang diselenggarakan oleh Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mereka adalah. Tarawita Ramasari (XI B), Hapsanayla Prasya (XI B), Abil Arqom An Nafi (XI A), R.A Queensha Cahya Rafika (XI A), Ahmad Yusuf Nashrullah (X.2) dan Reza Rizky Andi Saputra (X.10).

Keenam siswa berbakat ini tergabung dalam tim produksi film berjudul “Mandala Biru”, sebuah karya visual yang mengangkat keindahan dan kearifan lokal Kebumen melalui sudut pandang sinematik yang matang. Film ini tidak hanya menonjolkan pesona alam, tetapi juga nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam proses kreatifnya, tim memilih tiga lokasi wisata yang menjadi ikon sekaligus representasi lanskap dan budaya Kebumen.

Pertama, Pantai Pedalen, sebuah pantai tersembunyi yang dikenal sebagai salah satu pantai tertua di Kebumen. Pantai ini juga menjadi titik penting POB (Pemantau Hilal) untuk menentukan awal Ramadhan dan Idul Fitri. Keindahan panoramanya menjadi bagian pembuka dalam film.

Kedua, Pantai Pasir, yang merekam kehidupan budaya masyarakat pesisir. Upacara adat seperti kenduri, lakon wayang nambak, larung sesaji, bakar tarub, hingga puncaknya pada acara sakral Sedekah Laut tersaji dalam visual yang kuat. Tradisi ini bahkan rutin dihadiri oleh Wakil Bupati Kebumen, menandakan nilai pentingnya bagi masyarakat.

Ketiga, Waduk Sempor, destinasi wisata yang menawarkan panorama menenangkan. Selain keindahan alamnya, tempat ini juga dikenal dengan kuliner khas mendoan amba hidangan sederhana namun penuh kebersamaan, yang turut hadir dalam cerita film.

Untuk menghasilkan film berkualitas, tim menggunakan perangkat profesional seperti kamera Sony A6400, lensa Sigma 30mm f/1.4, stabilizer DJI Ronin RS 3 Mini, drone DJI Mini 2, hingga mic studio dan wireless. Proses editing dilakukan menggunakan laptop pribadi dengan aplikasi CapCut.

Meski berasal dari lingkungan sekolah, semangat dan ketelitian mereka dalam produksi menunjukkan keseriusan layaknya tim film profesional.

Film ini membawa pesan filosofis yang mendalam. “Dalam setiap aliran yang tenang menyimpan kekuatan untuk terus bertahan. Dari ketenangan itulah harapan tumbuh dan kembali menghidupkan langkah kecil menuju masa depan. Sesuai dengan tagline kami, Mandala Biru  mengalir tenang, menghidupkan harapan,” ujar perwakilan tim, Tarawita Ramasari.

Melalui karya ini, mereka berharap masyarakat dapat melihat Kebumen bukan sekadar tempat wisata, tetapi ruang hidup yang penuh nilai, budaya, dan kekayaan alam yang harus dijaga.

“Kami dari MAN 4 Kebumen. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” ujar Tarawita dan Abil mewakili tim, Sabtu 22 November 2025.

Kepala MAN 4 Kebumen, Drs. Sugeng Warjoko, memberikan apresiasi penuh atas prestasi membanggakan yang diraih para siswanya di tingkat nasional. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi dan kreativitas siswa madrasah mampu bersaing dalam kompetisi berskala besar.

“Ini bukti bahwa kreativitas siswa madrasah mampu bersaing di tingkat nasional. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi daerah,” ujarnya.

Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan, serta mengukir prestasi pada berbagai bidang di masa mendatang.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.