Pendidikan

Sosialisasi Kokurikuler “Sampah Menjadi Berkah”, Siswa MTsN 2 Kebumen Belajar Mengolah Sampah Jadi Nilai Ekonomis

707
×

Sosialisasi Kokurikuler “Sampah Menjadi Berkah”, Siswa MTsN 2 Kebumen Belajar Mengolah Sampah Jadi Nilai Ekonomis

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Seluruh siswa siswi MTsN 2 Kebumen tampak antusias mengikuti kegiatan sosialisasi bertema kokurikuler “Sampah Menjadi Berkah” yang digelar di Lapangan Madrasah. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLKHP) Kabupaten Kebumen, yaitu Hermanu dan Nursyyifa Dwi Handayani, yang berbagi pengetahuan penting seputar pengelolaan sampah dan pemanfaatannya menjadi produk bernilai ekonomis, Jumat 7 November 2025.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa sejak dini tentang pentingnya pengelolaan sampah secara bertanggung jawab. Dalam pemaparannya, Hermanu menekankan bahwa sampah bukan sekadar limbah yang dibuang begitu saja, melainkan bisa menjadi sumber rezeki jika diolah dengan benar.

“Langkah pertama yang harus dilakukan adalah pemilahan sampah. Pisahkan menjadi organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Pemilahan ini mempermudah proses daur ulang dan mengurangi dampak pencemaran lingkungan,” ujarnya di depan para siswa.

Sementara itu, Nursyyifa memaparkan berbagai metode pengolahan sampah organik menjadi kompos maupun biogas. Menurutnya, sampah organik yang diuraikan oleh mikroorganisme dapat menghasilkan pupuk alami yang ramah lingkungan.

“Dengan cara ini, limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali, mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir, sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan,” jelasnya.

Tidak kalah menarik, sampah anorganik seperti plastik dan kertas juga dapat diubah menjadi produk bernilai jual. Kreativitas dan ketekunan dalam mengolah bahan bekas bisa menghasilkan kerajinan tangan, perabot rumah, bahkan bahan industri baru. Inovasi semacam ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Khusus untuk sampah jenis B3, para narasumber mengingatkan perlunya penanganan hati-hati dan prosedur khusus agar limbah berbahaya tidak mencemari tanah atau air. Beberapa jenis sampah bahkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif melalui proses pembakaran atau gasifikasi.

Kegiatan ini selaras dengan program kokurikuler MTsN 2 Kebumen, yang menekankan pentingnya pendidikan lingkungan hidup. Pihak madrasah mengapresiasi kegiatan ini dan berharap para siswa menjadi pelopor gerakan “Sampah Menjadi Berkah” di lingkungan rumah dan sekolah.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.