KEBUMEN, Kebumen24.com – Puluhan anak bertalenta khusus dari enam klub SOINA (Special Olympics Indonesia) Kebumen tampil antusias dalam Pekan Special Olympic Kabupaten Kebumen (PESOKAB) 2025. Kegiatan digelar di Alun-alun Pancasila Kebumen, Kamis (16/10/2025), dan menjadi ajang penting untuk menumbuhkan percaya diri, semangat berkompetisi, sekaligus menjaring atlet berbakat yang akan berlaga di tingkat provinsi hingga nasional.
Hadir pada kegiatan tersebut Ketua SOINA Provinsi Jawa Tengah, Kristhijani Kirana; Ketua SOINA Kebumen, Ristawati Purwaningsih; Ketua Panitia Aria Novi; beserta jajaran pengurus SOINA Kabupaten Kebumen. Tidak ketinggalan guru pendamping, orang tua, dan relawan yang memberikan dukungan penuh kepada anak-anak istimewa yang tampil dengan semangat tinggi.
Ketua SOINA Kebumen, Ristawati Purwaningsih, menyatakan PESOKAB merupakan kegiatan rutin untuk menyediakan ruang ekspresi dan pengembangan diri bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kebumen.
“Hari ini kita melaksanakan PESOKAB untuk menjaring atlet yang nantinya akan bertanding di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Ristawati.
Peserta kegiatan terdiri dari anak-anak dengan IQ di bawah 70, anak dengan Down Syndrome, serta siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan sekolah inklusi di Kebumen. Melalui olahraga, mereka tidak hanya mengasah kemampuan fisik tetapi juga membangun kepercayaan diri serta keterampilan bersosialisasi.
“Harapannya, anak-anak dengan kebutuhan khusus bisa lebih semangat. Mereka butuh pendampingan melalui olahraga maupun dukungan masyarakat, sehingga bisa berekspresi dan berkompetisi dengan teman sebaya,” tambah Ristawati.
Ketua SOINA Jawa Tengah, Kristhijani Kirana, memberikan apresiasi atas semangat anak-anak dalam kegiatan PESOKAB 2025.
Saat ini, SOINA Kebumen memiliki enam klub aktif dengan sekitar 400 anak anggota. Melalui PESOKAB, diharapkan lebih banyak anak dan orang tua terlibat, menjadikan komunitas SOINA sebagai wadah saling mendukung dan bertukar pengalaman.
Ketua Panitia, Aria Novi, menjelaskan PESOKAB 2025 mempertandingkan dua cabang olahraga: bocce untuk anak-anak Down Syndrome dan lari 100 meter untuk anak-anak tuna grahita.
“Pemenang akan dipilih juara 1, 2, 3, serta harapan 1, 2, dan 3. Semua peserta berprestasi akan menerima piala dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi,” jelas Aria.
Selain kompetisi olahraga, PESOKAB juga menjadi momen kebersamaan antara anak, guru, dan orang tua. Suasana haru dan bahagia terlihat dari wajah peserta yang menyelesaikan pertandingan dengan semangat, disambut tepuk tangan meriah penonton.
Ketua SOINA Jawa Tengah, Kristhijani Kirana, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, 28 telah memiliki SOINA aktif, dan Kebumen menunjukkan progres positif.
“Anak-anak sangat senang berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini. Olahraga terbukti menjadi media inklusi sosial yang efektif,” ujar Kristhijani.
Kompetisi tingkat provinsi direncanakan akhir 2025, dilanjutkan Pekan Special Olympics Nasional (PeSONas) di NTT pada 2026, dan World Summer Game di Chile tahun 2027. Kristhijani berharap pemerintah daerah terus mendukung kegiatan ini, sehingga semangat dan keberlanjutan program dapat terjaga.(K24/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















