KEBUMEN, Kebumen24.com – Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kebumen, Mukhsinun, menyampaikan surat terbuka kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, pada Senin 18 Agustus 2025.
Dalam suratnya, Mukhsinun menegaskan bahwa Mendikdasmen adalah menteri untuk semua golongan, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Ia menolak adanya praktik privatisasi maupun diskriminasi di lingkungan kementerian.
“Mari kita jaga persatuan, keutuhan, serta membangun pendidikan yang berkeadilan untuk semua, bukan hanya untuk satu golongan,” tegas Mukhsinun dalam surat terbuka tersebut.
Di tengah isu keadilan pendidikan, dunia pendidikan juga diwarnai dinamika program pemerintah.
Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPTIK) Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, pada 5 Agustus 2025, mengeluarkan surat pemberitahuan tentang pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Kecerdasan Artifisial dalam Desain Pembelajaran Interaktif.
Bimtek ini akan digelar di sejumlah daerah, termasuk Surakarta, Kudus, Temanggung, Kendal, Wonosobo, Ajibarang, Karanganyar, hingga Kebumen. Kegiatan ini melibatkan guru SMA/SMK dari berbagai sekolah, baik Muhammadiyah, NU, maupun sekolah umum. Tujuannya, meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) bagi pembelajaran.
Namun, pada saat yang sama, Direktorat Sekolah Menengah Pertama Kemendikdasmen justru membatalkan kegiatan Bimtek Pembelajaran Mendalam, Koding/KA, dan Penguatan Karakter Region Jawa Tengah 2, yang semula dijadwalkan 20–24 Agustus 2025 di Solo.
Dalam surat resmi bertanggal 17 Agustus 2025, Direktur SMP Kemendikdasmen, Maulani Mega Hapsari, menyebut pembatalan tersebut terjadi karena alasan teknis.
Menyikapi dinamika tersebut, LP Ma’arif Kebumen menegaskan pentingnya sinergi antar-lembaga, keterbukaan, serta perlakuan yang adil kepada semua sekolah tanpa diskriminasi.
Surat terbuka dari LP Ma’arif NU Kebumen ini diharapkan menjadi pengingat bahwa prinsip keadilan dan kesetaraan harus menjadi pondasi utama dalam pengelolaan pendidikan nasional, di tengah upaya mendorong inovasi berbasis teknologi.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















