HukumPemerintahan

Langgar Aturan, Tambang Pasir di Tanggulangin Resmi Disetop

1209
×

Langgar Aturan, Tambang Pasir di Tanggulangin Resmi Disetop

Sebarkan artikel ini
Aktivitas penambangan pasir di Tanggulangin yang kini resmi dihentikan demi mendukung pengembangan wisata sungai. (Dok. Kebumen24.com)

KLIRONG, Kebumen24.com — Pemerintah Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh aktivitas penambangan pasir di wilayahnya. Keputusan ini diambil lantaran para penambang dinilai melanggar Peraturan Desa (Perdes) Tahun 2017, khususnya terkait larangan menambang dalam radius 20 meter dari tepi sungai.

Penutupan tambang dilakukan langsung oleh Kepala Desa Tanggulangin, Moh Kasimin, pada Senin (14/7). Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Polres Kebumen serta Kesbangpol, sebagai bentuk penegakan aturan dan pengamanan.

“Kami sudah berkali-kali melakukan sosialisasi, namun pelanggaran tetap saja terjadi. Hari ini kami sepakat, tambang pasir ditutup sementara,” tegas Kasimin usai rapat bersama para penambang.

Menurut Kasimin, sebagian besar penambang yang beroperasi di Tanggulangin justru berasal dari luar desa. Sementara warga setempat dinilai lebih mudah diajak berkomunikasi dan patuh terhadap aturan.

“Kalau warga kami, Insyaallah bisa memahami dan menerima. Namun, sebagian besar penambang memang dari luar desa,” jelasnya.

Penutupan tambang ini bukan tanpa alasan. Pemerintah desa sedang menyiapkan konsep pengembangan wisata sungai yang bersih dan aman bagi masyarakat serta pengunjung. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru yang lebih berkelanjutan bagi warga.

Kepala Desa Tanggulangin, Moh Kasimin, saat memberikan penjelasan kepada para penambang terkait penutupan tambang pasir. (Dok. Kebumen24.com)

Sementara itu, perwakilan penambang, Marsum, menyatakan mendukung penuh kebijakan pemerintah desa. Ia berharap program wisata sungai segera direalisasikan agar para penambang tetap memiliki alternatif mata pencaharian.

“Kami mengikuti aturan desa. Semoga wisata sungai cepat terealisasi, supaya teman-teman penambang, khususnya warga lokal, tetap bisa mencari nafkah,” ujarnya.

Saat ini, tercatat jumlah penambang di Tanggulangin mencapai ratusan orang, dengan sekitar 40 di antaranya merupakan warga asli desa setempat.(K24/ILHAM).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com