PEMBANGUNANPemerintahan

Tancap Gas Benahi Infrastruktur: Bupati Kebumen Pantau Langsung Proses Pembangunan Jembatan Sendangdalem

104
×

Tancap Gas Benahi Infrastruktur: Bupati Kebumen Pantau Langsung Proses Pembangunan Jembatan Sendangdalem

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam mempercepat perbaikan infrastruktur kembali ditegaskan. Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, turun langsung meninjau sejumlah proyek strategis, mulai dari Jembatan Pengilon Sendangdalem hingga pembangunan jalan di Kutowinangun dan Ambal, Kamis (30/4/2026).

Peninjauan ini menjadi bagian dari langkah percepatan sekaligus memastikan kualitas pekerjaan di lapangan, terutama pada titik-titik vital yang berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat.

Fokus utama kunjungan adalah Jembatan Pengilon Sendangdalem di ruas Sawangan–Padureso. Jembatan penghubung antara Kabupaten Kebumen dan Wonosobo tersebut kini menjadi prioritas perbaikan setelah mengalami kerusakan pada bagian sandaran akibat kecelakaan truk beberapa waktu lalu.

Didampingi jajaran pejabat terkait, Bupati Lilis menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama.

“Jembatan ini akses penting menuju Wonosobo. Kerusakan terutama pada sandaran akibat tertabrak truk harus segera ditangani agar masyarakat kembali merasa aman saat melintas,” ujarnya.

Perbaikan jembatan dengan anggaran Rp125,1 juta dari APBD 2026 meliputi penguatan struktur, penggantian pipa railing, pembangunan parapet baru, hingga pelapisan ulang aspal (overlay).

Tak hanya jembatan, rombongan juga meninjau progres pembangunan Jalan Pemuda di Kecamatan Kutowinangun. Proyek senilai Rp1,85 miliar tersebut saat ini telah mencapai progres 32,43 persen.

Penanganan difokuskan pada betonisasi dan pengaspalan sepanjang 420 meter, lengkap dengan pembangunan drainase (u-ditch) guna mengatasi persoalan banjir tahunan yang kerap melanda kawasan tersebut. Proyek ini ditargetkan rampung pada 6 Juli 2026 dengan kondisi jalan mantap 100 persen.

Monitoring berlanjut ke ruas Jalan Lajerkidul–Sinungrejo (Jalan Singosari) di Kecamatan Ambal. Dengan anggaran Rp2,11 miliar, proyek betonisasi sepanjang 840 meter kini telah mencapai progres 28,95 persen. Pekerjaan yang dimulai sejak akhir Maret itu dijadwalkan selesai pada 27 Juli 2026.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kebumen, Joni Hernawan, menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya merespons berbagai keluhan masyarakat terkait infrastruktur.

Ia mengakui, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan jalan.

“Kami mohon masyarakat bersabar. Kerusakan jalan ada di banyak titik, sementara anggaran terbatas. Untuk ruas Sawangan–Sendangdalem akan kami usulkan melalui Bantuan Provinsi tahun 2027,” jelasnya.

Joni juga menambahkan, sejumlah jembatan yang kerap menjadi perhatian publik seperti Cacaban, Plarangan, dan Sirnoboyo akan ditangani oleh BNPB karena masuk kategori dampak bencana.

Adapun untuk ruas jalan lain seperti Muktisari–Bocor dan Kejayan–Bocor, proses penanganan masih berjalan dan saat ini menunggu ketersediaan produksi aspal untuk tahap penyelesaian.

Dengan peninjauan langsung ini, diharapkan pembangunan infrastruktur di Kebumen dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat akan akses yang aman dan nyaman.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.