KEBUMEN, Kebumen24.com – Bupati Kebumen Lilis Nuryani menerima audiensi dari jajaran pengurus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PerguNU) di Gedung A Sekretariat Daerah, Kamis, 15 Mei 2025. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh harapan, didampingi oleh Staf Ahli Bupati, Mukhsinul Mubarok.
Ketua PerguNU Kabupaten Kebumen, Hasyim Asngari, menyampaikan aspirasi terkait kondisi kesejahteraan para guru NU yang mengajar di lembaga pendidikan swasta, mulai dari jenjang MI/SD, MTs/SMP hingga MA/SMA dan SMK. Menurut Hasyim, mayoritas guru NU berstatus honorer dengan penghasilan minim, bahkan sebagian hanya menerima gaji sebesar Rp500.000 per bulan.
“Kami datang tentu untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi. Sebagai guru swasta non-ASN, kami mengabdi dalam keterbatasan. Penghasilan yang kami terima sangat minim, sementara tanggung jawab kami dalam mencerdaskan generasi tidak kalah besar,” ungkap Hasyim.
Pihaknya berharap Pemkab Kebumen dapat memberikan perhatian melalui pemberian insentif atau tambahan penghasilan rutin bulanan bagi para guru honorer NU. Ia menegaskan bahwa guru-guru ini turut andil mencetak generasi penerus yang cerdas dan berakhlak.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lilis menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru non-ASN, termasuk guru madrasah dan tenaga pendidik PAUD/TK yang bahkan sebagian hanya menerima gaji sebesar Rp250.000 per bulan.
“Kami menyadari pentingnya peran para guru dalam pembangunan sumber daya manusia. Maka kami berupaya memberikan dukungan melalui insentif dan dana hibah kelembagaan,” ujar Bupati.
Namun, Bupati juga mengakui adanya keterbatasan anggaran daerah yang membuat jumlah bantuan belum bisa maksimal. “Meski nilainya belum besar, tapi ini adalah bentuk kasih sayang dan kepedulian kami kepada para pendidik. Implementasinya akan kami bahas lebih lanjut bersama tim terkait,” imbuhnya.
Bupati Lilis juga menyampaikan rasa kagumnya kepada para guru honorer yang tetap semangat dan bahagia dalam mengajar meski hidup dalam keterbatasan. Bahkan, ia menyoroti bagaimana anak-anak para guru tersebut tetap mampu melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.
“Itu bukti bahwa rezeki bisa datang dari mana saja. Jika pekerjaan kita dijalani dengan keikhlasan dan cinta, insya Allah hidup akan selalu diberkahi,” tutup Bupati dengan penuh haru.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















