KEBUMEN, Kebumen24.com — Sebuah momen haru dan menggetarkan hati terjadi di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen. Setelah terpisah selama tujuh dekade, Misnan bin Kasan bin Jasmin (Martawi), seorang warga negara Malaysia, akhirnya bisa memeluk keluarganya kembali berkat upaya kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen melalui program Restoring Family Links (RFL).
Pertemuan yang sarat emosi ini menjadi bukti nyata bahwa kemanusiaan tak mengenal batas negara. Misnan, putra dari Kasan bin Jasmin warga asli Pekuncen yang dibawa ke Malaysia pada masa penjajahan sejak lama menyimpan kerinduan untuk menemukan kembali akar keluarganya di tanah kelahiran sang ayah.
“Saya tidak pernah berhenti berharap. Dan hari ini, saya seperti terlahir kembali,” ucap Misnan, terisak saat memeluk sanak saudara yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita.
Program RFL yang dijalankan PMI bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah Malaysia dan PMI Pusat menjadi jembatan penyambung yang mempertemukan kembali keluarga yang tercerai sejak tahun 1950-an. Meskipun pencarian sempat tersendat sejak 1996 karena keterbatasan informasi, satu petunjuk penting nama Masjid Saka Tunggal di Pekuncen—akhirnya menjadi titik terang.
Ketua PMI Kebumen, Sabar Irianto, mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja panjang, tekun, dan penuh harapan. “Misi kemanusiaan ini bukan sekadar menyatukan orang-orang yang terpisah, tapi juga menyatukan sejarah, identitas, dan kasih sayang lintas generasi,” ujarnya, Jumat 16 Mei 2025.
Puncak reuni keluarga terjadi pada 9–10 Mei 2025. Rombongan Misnan disambut hangat oleh PMI Kebumen dan dibawa langsung ke Pekuncen. Di sana, mereka melakukan napak tilas sejarah keluarga: ziarah ke makam leluhur di Pemakaman Banyak Wide, mengunjungi Masjid Saka Tunggal, dan menyambangi lokasi rumah tua yang diyakini sebagai tempat tinggal Kasan bin Jasmin semasa muda.
Tangis bahagia mewarnai setiap pelukan. Warga sekitar pun turut menyambut dengan haru, seakan menjadi saksi sejarah hidup bahwa cinta dan kemanusiaan tak bisa dikalahkan waktu.
PMI Kebumen mencatat peristiwa ini sebagai tonggak baru dalam misi kemanusiaannya, sekaligus pengingat bahwa dalam setiap jarak dan keterpisahan, selalu ada harapan untuk kembali.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















