Opini

Prof. Sumitro Djojohadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Ini Deretan Jasanya untuk Indonesia

1337
×

Prof. Sumitro Djojohadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Ini Deretan Jasanya untuk Indonesia

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Gagasan menjadikan Prof. Sumitro Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional kembali mencuat. Dalam acara bedah buku yang digelar Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, Rektor UMNU, Dr. Imam Satibi, M.Pd.I, menyuarakan pentingnya penghargaan negara atas jasa luar biasa Sumitro dalam membangun fondasi ekonomi dan politik Indonesia.

“Beliau bukan sekadar akademisi, tapi juga pejuang sejati, arsitek ekonomi nasional, dan negarawan yang visioner,” tegas Imam Satibi di hadapan peserta bedah buku.

Prof. Sumitro dikenal luas sebagai Bapak Ekonomi Indonesia. Ia menjadi tokoh sentral dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional pascakemerdekaan, termasuk pencetus Sistem Ekonomi Gerakan Benteng—strategi penting untuk mendorong industrialisasi dan kemandirian ekonomi bangsa.

Perjuangan Sumitro dimulai sejak masa mudanya di Belanda, saat bergabung dengan Perhimpunan Indonesia (PI), organisasi pelajar yang aktif menyuarakan kemerdekaan Indonesia melalui diplomasi dan gerakan bawah tanah.

Nama Sumitro semakin bersinar ketika ia tergabung dalam delegasi Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949. Konferensi ini menjadi tonggak bersejarah pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda. Ia juga tercatat sebagai tokoh penting dalam upaya diplomatik penyelesaian Irian Barat di Jenewa pada 1956.

Tak hanya di jalur diplomasi, kiprah Sumitro juga mengakar kuat di dunia pendidikan dan pemerintahan. Sebagai akademisi, ia mencetak tokoh-tokoh ekonomi besar Indonesia seperti JB. Sumarlin, Ali Wardhana, dan Widjojo Nitisastro—yang kemudian menjadi arsitek pembangunan Orde Baru.

Di jajaran kabinet, Sumitro pernah menduduki berbagai posisi strategis, antara lain:

  • Menteri Perdagangan dan Perindustrian (1950–1951, 1968–1972)
  • Menteri Keuangan (1952–1953, 1955–1956)
  • Menteri Riset dan Teknologi (1973–1978)

“Dengan kontribusi besar di bidang ekonomi, pendidikan, diplomasi, dan pemerintahan, sudah sepantasnya Prof. Sumitro mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional,” lanjut Imam Satibi.

Acara bedah buku ini tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga menjadi panggilan moral untuk mengapresiasi para tokoh bangsa yang selama ini berjasa besar namun belum mendapat penghargaan setimpal dari negara.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.