PemerintahanPERISTIWASEJARAHSENISENI BUDAYA

Ajang Geo Suiseki Samudra Purba, Batu Milik Pengasuh Ponpes Alhasani Masuk  Best Favorite Pilihan Bupati Kebumen

349
×

Ajang Geo Suiseki Samudra Purba, Batu Milik Pengasuh Ponpes Alhasani Masuk  Best Favorite Pilihan Bupati Kebumen

Sebarkan artikel ini
Di tengah ratusan karya batu alam bernilai seni tinggi di Geo Suiseki Samudra Purba 2026, “Red Island” milik Gus H. Harry Al Hasani dari Ponpes Al Hasani Kebumen mencuri perhatian dan berhasil meraih Best Favorite Pilihan Bupati Kebumen.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Di tengah ratusan batu alam bernilai seni tinggi yang dipamerkan dalam ajang nasional Geo Suiseki Samudra Purba – Piala Bupati Kebumen 2026, perhatian pengunjung justru tertuju pada sebuah batu sederhana namun penuh karakter bertajuk “Red Island” atau Batu suiseki rijang milik Gus H. Harry Al Hasani dari Pondok Pesantren Al Hasani Kebumen itu sukses meraih penghargaan bergengsi Best Favorite Pilihan Bupati Kebumen Lilis Nuryani.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu momen paling menarik dalam pameran nasional suiseki yang digelar di SMK TKM Pertambangan Kebumen pada 3–10 Mei 2026. Sebab, karya favorit pilihan kepala daerah itu datang dari kalangan pesantren, menunjukkan bahwa seni batu alam tidak hanya diminati kolektor profesional, tetapi juga mulai diapresiasi oleh lingkungan religius dan komunitas budaya lokal.

Ajang Geo Suiseki Samudra Purba tahun ini memang menghadirkan atmosfer berbeda. Tidak sekadar menjadi kontes batu biasa, pameran tersebut menjelma menjadi ruang perjumpaan antara seni, filosofi, sejarah bumi, budaya, hingga promosi geopark dunia milik Kebumen.

Sebanyak 351 batu suiseki dipamerkan dari berbagai kategori seperti mountain landscape, symbolic, river stone landscape, mixed pattern, mixed unique, hingga kategori mini. Seluruh batu dinilai berdasarkan keaslian bentuk alami, karakter visual, nilai artistik, keseimbangan komposisi, hingga filosofi yang terkandung di dalamnya tanpa sentuhan pahatan manusia.

Di antara deretan batu yang menyerupai pegunungan, pulau, tebing, hingga figur simbolik, karya “Red Island” milik Gus Harry tampil menonjol karena menghadirkan nuansa alam pesisir selatan yang kuat. Batu tersebut dinilai memiliki karakter visual eksotis yang membangkitkan imajinasi tentang pulau merah di tengah bentang samudra purba.

Tak sedikit pengunjung yang berhenti cukup lama di depan karya tersebut untuk mengamati detail tekstur dan bentuk alaminya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani sekaligus Ketua Pagar Nusa Cabang Kebumen, Gus H. Asyhary Muhammad Alhasani, mengaku bersyukur atas penghargaan yang diraih.

“Alhamdulillah kita mendapat Best Favorite langsung dari Bupati. Jadi kita dari perwakilan pesantren ingin juga belajar tentang berbatuan suiseki, kekayaan alam yang tercipta dari elemen air, angin, dan alam lainnya tanpa campuran atau pahatan manusia,” ujarnya.

Menurutnya, seni suiseki tidak hanya berbicara tentang koleksi batu, melainkan juga menjadi media refleksi untuk memahami kebesaran ciptaan Tuhan melalui proses alam yang berlangsung selama jutaan tahun.

“Di dalam batu itu ada perjalanan waktu, ada proses alam, ada pelajaran tentang kesabaran dan keindahan yang terbentuk secara alami,” tambahnya.

Pameran Geo Suiseki Samudra Purba sendiri resmi dibuka Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, Jumat (8/5/2026). Pembukaan ditandai dengan pemotongan pita.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar pameran seni batu, melainkan bagian dari edukasi geologi dan konservasi alam.

“Geo suiseki menghadirkan keindahan alam dalam bentuk sederhana namun sarat cerita proses bumi selama jutaan tahun. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam konservasi dan pengembangan ekonomi masyarakat melalui Geopark Kebumen,” tegasnya.

Ajang ini sekaligus memperkuat posisi Kebumen sebagai salah satu daerah dengan kekayaan geologi paling unik di Indonesia. Apalagi Kebumen kini telah menyandang status UNESCO Global Geopark yang membuat perhatian komunitas geologi dan pecinta batu alam nasional semakin besar.

Ketua panitia, Triyogo Hadi, mengatakan antusiasme peserta pada event perdana tingkat nasional tersebut melampaui ekspektasi panitia.

“Ini adalah ajang perdana tingkat nasional yang kami gelar di Kebumen. Selain pameran dan kontes, peserta juga kami ajak mengikuti geology tour ke sejumlah situs penting,” katanya.

Para peserta diajak mengunjungi berbagai situs geologi legendaris seperti kawasan BRIN Karangsambung, Sungai Luk Ulo, hingga Lava Bantal Watukelir yang dikenal sebagai laboratorium geologi alam terbesar di Asia Tenggara.

Ketua Bidang Suiseki Indonesia, Rocky Suryahadi, juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kebumen terhadap perkembangan seni batu alam di Indonesia.

“Dukungan ini membuktikan seni budaya lokal mendapat tempat terhormat. Suiseki bukan hanya soal mengoleksi batu, tetapi menghargai proses alam dan mempererat persaudaraan komunitas dari seluruh nusantara,” ujarnya.

Selain penghargaan Best Favorite Pilihan Bupati yang diraih Gus Harry Al Hasani melalui karya “Red Island”, sejumlah karya lain juga sukses mencuri perhatian dewan juri.

Penghargaan tertinggi Best in Show kategori Mountain Landscape diraih Bun Long asal Kebumen melalui karya “Bukit Nusantara”. Batu berukuran 110 sentimeter itu dinilai memiliki karakter visual sangat kuat menyerupai bentang pegunungan megah.

Sementara kategori Mountain Symbolic dimenangkan Christine asal Bekasi lewat karya “The Great Teacher of Consciousness”. Pada kategori River Stone Landscape, karya “Shelter of The Ghost Island” milik Aziz Johans dari Kebumen berhasil menjadi juara utama.

Nama-nama lain yang turut meraih penghargaan di antaranya Sunaryo dari Kebumen dengan karya “Pegunungan Terjal”, Johan Lim dari Tangerang melalui karya “The Venus of Indonesia”, hingga H. Hasan dari Bandung dengan karya unik bertajuk “Sosok”.

Pameran Geo Suiseki Samudra Purba – Piala Bupati Kebumen 2026 masih dibuka untuk umum hingga 9 Mei 2026. Pengunjung masih dapat menyaksikan langsung berbagai mahakarya alam tersebut sebelum seluruh koleksi dibawa pulang pemilik masing-masing pada 10 Mei mendatang.

Ajang ini menjadi bukti bahwa batu bukan sekadar benda mati. Di tangan para pecinta suiseki, batu dapat berubah menjadi karya seni bernilai tinggi yang menyimpan kisah tentang perjalanan bumi, filosofi kehidupan, hingga keindahan alam yang lahir tanpa rekayasa manusia.

Daftar Juara Utama Geo Suiseki Samudra Purba 2026

Kategori Mountain Landscape

  • Best in Show : Bun Long (Kebumen) – “Bukit Nusantara”
  • Best 2 : MG (Bekasi) – “Tebing Pantai”
  • Best 3 : Aziz Johans – “Shelter Beneath The Eruption”

Kategori Mountain Symbolic

  • Best in Class : Christine (Bekasi) – “The Great Teacher of Consciousness”
  • Best 2 : Yogi Kuda Hitam (Blitar) – “Poodle”
  • Best 3 : Candra Wijaya (Jakarta) – “Kresna”

Kategori River Stone Landscape

  • Best in Class : Aziz Johans (Kebumen) – “Shelter of The Ghost Island”
  • Best 2 : Mervin (Jakarta) – “Extreme Cliff”
  • Best 3 : Yogi Kuda Hitam (Blitar) – “Labuhan Bajo Island”

Kategori Mixed Small

  • Best in Class : Sunaryo (Kebumen) – “Pegunungan Terjal”
  • Best 2 : Rocky S (Jakarta) – “Stair Way to Heaven”
  • Best 3 : Rocky S (Jakarta) – “Wise Man”

Kategori Mixed Pattern

  • Best in Class : Johan Lim (Tangerang) – “The Venus of Indonesia”
  • Best 2 : Johan Lim (Tangerang) – “Take Your Cross and Follow Me”
  • Best 3 : Johan Lim (Tangerang) – “The Twin Peaks”

Kategori Mixed Unique

  • Best in Class : H. Hasan (Bandung) – “Sosok”
  • Best 2 : Sigid – “Tawon Seven”
  • Best 3 : Mervin (Ungaran) – “Gerbang Sunyi”

Best Favorite Pilihan Bupati Kebumen

  • Gus Harry Al Hasani (Kebumen) – “Red Island”

 

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.