SEJARAHWisata

Sejarah Pemandian Air Panas Krakal Kebumen, Apa Hubungannya dengan Kyai Agung Sabdo Guno

4890
×

Sejarah Pemandian Air Panas Krakal Kebumen, Apa Hubungannya dengan Kyai Agung Sabdo Guno

Sebarkan artikel ini
Foto : Pemandian Air Panas Krakal (Dok, Disparisiwata Kebumen)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kebumen merupakan Kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki cukup banyak objek wisata atau tempat wisata alam. Salah satunya wisata Pemandian Air Panas Krakal yang terletak di Desa Krakal Kecamatan Alian kabupaten Kebumen.Menurut sejarah Versi para sesepuh, dan keturunan dari Lurah pertama Krakal, yaitu Karyadrana, asal mula Pemandian Krakal, konon ratusan tahun lalu ada salah satu kerabat Keraton Surakarta yang bernama Kyai Agung Sabdo Guno menderita penyakit kulit yang berkepanjangan dan susah untuk diobati. Hingga akhirnya ia bermimpi melihat ada sumur kecil di suatu tempat yang berada di tengah hutan jati. Dan air sumur itu bisa menyembuhkan penyakit kulitnya.Berdasarkan mimpi tersebut, maka berangkatlah Kyai Agung Sabdo Guno ke tempat yang dimaksud seperti dalam mimpinya. Setelah melakukan perjalanan dan penyusuran ke tempat yang sesuai mimpi, ternyata tempat itu adalah sebuah hutan jati kecil yang di sekelilingnya terdapat banyak batuan, dan kerikil yang agak besar (disebut Krakal) bekas gunung berapi. Dan, memang benar di tengahnya ada sumur kecil yang airnya panas serta berasa asin.Setelah rutin mandi di sumur itu, dan Kyai Agung Sabdo Guno pun membuat pertapaan untuk tinggal cukup lama, ternyata penyakit kulitnya berangsur-angsur bisa sembuh.

Kemudian, setelah sembuh dari penyakit kulitnya, ia memberikan nama pada tempat itu. Untuk memudahkan mengingat, tempat itu dinamainya Krakal. Nama itu diambil dari kata krakal yang berarti kerikil yang agak besar.Dan, nama Krakal itu kemudian dipakai sebagai nama desa dari mulai terbentuknya Kelurahan Krakal dengan Lurah pertamanya, Karyadrana. Sampai sekarang nama itu menjadi nama dari Desa Krakal.

Sementara keberadaan atau lokasi Pemandian Air Panas Krakal berada di Dukuh Kalisinan. Entah kebetulan atau tidak, sampai sekarang sumur-sumur yang letaknya searah dan berada di sekitar Pemandian Air Panas Krakal memang airnya agak asin, terutama ketika musim kemarau.

Hingga akhir hayatnya Kyai Agung Sabdo Guno meninggal dan dimakamkan di sebuah bukit pada sebelah selatan pemandian yaitu di Gunung Sanggar. Makam Kyai Agung Sabdo Guno sampai sekarang masih ada di dekat Pemandian Krakal Kebumen. Sejak itulah sumur Pemandian Air Panas Krakal dikunjungi banyak orang dan diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit.Karena melekatnya unsur Kejawen dan magis di masyarakat, bahkan pada bulan-bulan tertentu seperti Ruwah dan Suro, banyak pengunjung Pemandian Air Panas Krakal dari Solo yang datang untuk berziarah ke makam keramat Kyai Agung Sabdo Guno.

Foto : Bangunan Pemandian Air Panas Krakal beberapa tahun setelah dibangun tahun 1905. (Java Post)

Dibangun Belanda 1905

Dalam perkembangannya, pada tahun 1905 Pemerintah Kolonial Belanda membangun Pemandian Air Panas Krakal sebagai tempat Pengobatan Penyakit Kulit (bukan sebagai objek wisata).

Pada zaman itu di sekitar Pemandian Air Panas Krakal sudah tinggal masyarakat Tionghoa yang menjadi pedagang atau tengkulak hasil bumi, khususnya Gambir dari petani setempat.

Adanya makam orang Tionghoa yang tidak jauh dari Pemandian Krakal, dan ditandai pula dengan sebidang tanah di tikungan sebelum tempat pemandian yang oleh masyarakat setempat disebut Tenggang (dari kata Tionghoa). Konon di situ berdiri rumah taoke atau juragan kaya, dan meninggal di dalam rumahnya karena terbakar.

Bukti yang lain adalah sebidang tanah yang masih ada sisa-sisa bangunan rumah Tionghoa, yang lokasinya tepat sebelah timur Pemandian Krakal. Dulunya tempat itu merupakan hotel atau penginapan orang-orang Tionghoa yang mandi dan berlibur di Pemandian Krakal. Oleh masyarakat setempat, tempat itu disebut Lay (Tan Tio Lay).

Demikianlah, informasi tentang asal mula Pemandian Krakal dan sejarah objek wisata Pemandian Air Panas Krakal yang pernah saya telusuri dari para sesepuh di Krakal. Termasuk informasi dari almarhum embah, cucu. Dan cicit Lurah Karyadrana, serta dari berbagai sumber yang berkembang di Krakal, Kabupaten Kebumen. (K24/*/Ken Abimanyu).

(Ken Abimanyu, lelaki yang suka menyebut dirinya sebagai Inlander Krakal ini lahir di Krakal, Kebumen. Penyuka serta pemerhati sejarah dan budaya ini kini tinggal Jakarta.)

SUMBER : Pewara.com


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.