EkonomiKuliner

Harga Cabai Tinggi, Warung Makan di Kebumen Terpaksa Naikan Harga

1379
×

Harga Cabai Tinggi, Warung Makan di Kebumen Terpaksa Naikan Harga

Sebarkan artikel ini

KUTOWINANGUN, Kebumen24.com – Tingginya harga cabai membuat sejumlah pengusaha warung makan di Kabupaten Kebumen terpaksa menaikan harga jualnya. Ini dilakukan untuk menghindari kerugian.

Hal itu disampaikan, Sunardi pemilik warung makan Sambal Belut di Jl. Kutoarjo, Kedung Tawon, Kuwarisan, Kecamatan Kutowinangun, Jumat 24 Juni 2022. Ia menaikan harga menu makan yang sebelumnya Rp25.000 naik menjadi Rp30.000 per porsinya.

“Saya menaikan harga saat hari raya lebaran yang saat itu harga belut 120 ribu selama sebulan, ditambah sekarang harga lombok mahal, bawang merah mahal dan minyak goreng juga masih tinggi.” ucapnya.

Sunardi mengatakan harga cabai rawit dipasaran saat ini tembus hingga Rp90.000 perkilogram, cabai keriting Rp85.000 perkilogram dan cabai merah besar Rp80.000 perkilogram. Tak hanya cabai harga kebutuhan lainnya seperti bawang merah ikut naik mencapai Rp60.000 perkilonya.

Warung yang buka dari pukul 07.00 hingga pukul 20.00 ini menyediakan berbagai olahan dari belut, namun seiring berjalannya waktu kini hadir menu lainnya seperti ikan wader, lele hingga ayam. Untuk harga sambal belut setiap porsinya saat ini masih cukup terjangkau yaitu Rp30.000, termasuk nasi dan lalapan.

“Menu andalan disini olahan dari belut, ada sambal belut, mangut belut, belut kecap dan pepes belut tapi yang menjadi favorit itu sambal belut.” imbuhnya.

Pemilik warung makan berharap pemerintah bisa menangani kelangkaan stok cabai di pasaran. Dengan demikian, pasokan kembali lancar dan harga kembali normal.

“Saya berharap harga bisa kembali stabil seperti cabai, minyak, bawang merah jangan terlalu mahal. Kalau bawang merah dan bawang putih saya tidak memakai terlalu banyak yang pokok cabai sama minyak.” ujarnya. (K24/ilham).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.