KEBUMEN, Kebumen24.com – Demam sepeda di Kabupaten Kebumen menyebabkan bisnis sepeda melejit jelang kebijakan new normal (tatanan baru) diterapkan pemerintah. Hal tersebut terlihat dari animo warga yang terlihat ramai bersepeda sejak adanya pandemi covid-19 beberapa bulan terakhir.
Seperti yang sedang marak dan ngetren dikalangan anak mudak baru-baru ini. Adalah Sepeda minion. Bahkan komunitas sepeda mini tersebut kini banyak bermunculan dimana mana. Kawula muda memilih sepeda tersebut dengan alasan ingin bernostalgia dengan kenangan sewaktu kecil.
Sepeda mini produksi sekitar tahun 80 atau 90-an tersebut kini banyak diburu peminat untuk diperbaiki dan dicat agar terlihat baru dan layak untuk dipakai kembali. Banyaknya permintaan restorasi juga membuat bengkel sepeda kebanjiran orderan. Salah satunya bengkel milik Samsul Baedowi (37) yang berada RT 02 RW 03 di Dukuh Tamanan di Kelurahan Taman Winangun Kecamatan Kebumen.
Pria yang akrab disapa Mas Kombor ini mengaku saat ini dirinya terus kebanjiran pesanan pelanggan yang ingin merestorasi sepeda minion sesuai peremintaan pelanggan. Menurutnya untuk tren speda minion sendiri sudah ada sejak satu tahun laul, akan tetapi di Kebumen baru baru ini mulai booming dan banyak sekali peminatnya.
“Kalau kemunculan sepeda minion sendiri di kota-kota besar sudah sejak satu tahun lalu, tapi kalau di Kebumen mulai ngetren skitar tiga bulan terakhir ini”kata Mas Kombor Kamis 25 Juni 2020.

Mas Kombor sendiri awalnya menggeluti profesi dibidang restorasi dan pengecatan mobil, namun sejak tahun 2018 dirinya memilih banting setir ke modifikasi dan restorasi sepeda lantaran lebih mudah dan cepat mendapatkan keuntungan.
“Saat ini fokus di sepeda dulu mas, Alhamdulillah di usaha restorasi sepeda seperti ini perputaran uangnya lumayan cepet” imbuhnya

Adapun dalam satu sepeda bekas jenis minion tersebut dapat menghabiskan biaya dari 1,5 juta hingga 5 juta tergantung perlengkapan sepedanya. Semakin banyak peminat akan sepeda minion ini, membuat kesuliatan dalam mendapatkan frame dan berbagai komponen yang lainnya danharganya pun mulai melambung tinggi.
‘’ Kalau kendalanya biasanya di spare part atau suku cadangnya, kita biasa beli dari kota-kota lain secara online. Dan sekarang ini untuk frame atau rangka juga sudah mulai mahal, dulu paling cuma 30 sampai 50 ribuan ditukang loak kalau sekarang sudah semakin sulit dan harganya mencapai 300 ribuan”, tuturnya. (K24/Arta/Heti)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















