KEBUMEN, Kebumen24.com– Desa Seliling, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, menyimpan beragam potensi unggulan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga kaya akan kearifan lokal. Mulai dari produk UMKM hingga tradisi adat yang masih lestari, desa ini menunjukkan identitas budaya yang kuat di tengah perkembangan zaman.
Salah satu produk unggulan Desa Seliling adalah Batik “Mekar Sari”. Batik ini merupakan hasil karya UMKM lokal yang berlokasi di Dusun Pegandulan RT 01/RW 09. Usaha yang dimiliki oleh Hj. Muhtadin ini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat, sekaligus memperkenalkan kekayaan motif batik khas daerah kepada pasar yang lebih luas.
Tak hanya sektor ekonomi, Desa Seliling juga dikenal dengan tradisi adat yang masih dijaga secara turun-temurun. Salah satunya adalah tradisi Arwahan, yang dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan, tepatnya pada bulan Ruwah atau Sya’ban. Tradisi ini diawali dengan ziarah dan membersihkan makam leluhur, kemudian dilanjutkan dengan kenduri atau selamatan di masing-masing pedukuhan.
Dalam prosesi Arwahan, warga membawa makanan menggunakan wadah tradisional seperti besek atau capon bambu. Kegiatan ini diisi dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama, dengan harapan diberikan keselamatan dan kesehatan dalam menjalankan ibadah puasa. Tradisi ini juga menjadi simbol pengingat akan datangnya bulan suci serta harapan peningkatan derajat spiritual.
Selain Arwahan, masyarakat Desa Seliling juga memiliki tradisi Suran atau Syuran, yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah. Tradisi ini diisi dengan kenduri bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa agar kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih baik. Makanan yang dibawa warga kemudian dibagikan kepada tokoh masyarakat dan sebagian dibawa pulang.
Adapun tradisi lainnya adalah Keba, yaitu kenduri yang dilakukan secara individu. Keba dilaksanakan saat seseorang mengandung anak pertama pada usia tujuh bulan, sedangkan Keba Tua dilakukan oleh mereka yang telah memiliki cucu. Kedua tradisi ini menjadi bentuk ungkapan syukur sekaligus doa bersama masyarakat.
Di sektor kuliner, Desa Seliling juga memiliki produk minuman tradisional bernama “Zahrin”. Produk ini dihasilkan oleh UMKM yang berlokasi di Dusun Dukuh RT 01/RW 06. Dengan bahan-bahan pilihan dan proses higienis, minuman ini hadir dalam berbagai varian seperti jahe wangi, jahe merah, kunyit putih, kunyit, hingga temulawak. Produk ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menjadi potensi ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat desa.
Dengan berbagai potensi tersebut, Desa Seliling menunjukkan bahwa kekuatan desa tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada kekayaan budaya dan kreativitas masyarakatnya. Keberadaan UMKM serta pelestarian tradisi menjadi bukti bahwa desa mampu berkembang tanpa meninggalkan jati dirinya.
Sumber: Website Desa Seliling Kebumen
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















