EkonomiPemerintahan

Potensi Desa Kemangguan: Kembangkan Kelinci New Zealand hingga Budidaya Pisang

250
×

Potensi Desa Kemangguan: Kembangkan Kelinci New Zealand hingga Budidaya Pisang

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pemerintah Desa Kemangguan, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, terus mengoptimalkan potensi desa melalui berbagai program ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal. Mulai dari peternakan kelinci hingga budidaya pisang, desa ini menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengembangan peternakan kelinci jenis New Zealand. Program ini didorong oleh kebijakan prioritas penggunaan dana desa sebesar 20 persen untuk ketahanan pangan. Mengutip dari situs akademidesa.id, program tersebut bertujuan meningkatkan konsumsi pangan yang bergizi, aman, dan berbasis potensi lokal masyarakat.

Kepala Desa Kemangguan menjelaskan, pemilihan kelinci sebagai komoditas unggulan bukan tanpa alasan. Selain memiliki masa reproduksi yang relatif cepat, permintaan pasar terhadap daging kelinci dinilai cukup tinggi, sementara jumlah peternak masih terbatas.

“Pada tahun 2022, pemerintah desa telah menganggarkan pembangunan kandang serta pengadaan 75 ekor kelinci jenis New Zealand sebagai tahap awal pengembangan,” ujarnya.

Tak hanya sektor peternakan, Desa Kemangguan juga mengembangkan potensi pertanian melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Mereka memanfaatkan lahan desa yang sebelumnya tidak produktif di Dukuh Kemangguan RT 01/02 untuk budidaya berbagai jenis pisang, seperti pisang ulin, raja, kepok, dan ambon.

Ketua KWT, Ma’fu Saringah, menyampaikan bahwa hingga saat ini kelompoknya telah berhasil melakukan panen pisang ulin sebanyak empat kali. Hasil panen tersebut sebagian dibagikan kepada masyarakat dan sebagian lainnya dijual untuk menambah pemasukan kelompok.

“Harapannya masyarakat juga tertarik menanam pisang di pekarangan rumah sebagai bentuk ketahanan pangan keluarga sekaligus peluang usaha,” katanya.

Upaya peningkatan sektor pertanian juga diperkuat melalui pelatihan budidaya pisang cavendish yang melibatkan pemuda desa. Kegiatan yang digelar pada 11 September 2023 ini menghadirkan narasumber lokal, Eko Budi, yang telah lebih dahulu mengembangkan pisang cavendish.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari persiapan lahan, sistem irigasi, hingga teknik perawatan tanaman. Selain itu, peserta juga diajak melakukan kunjungan lapangan ke kebun milik narasumber yang memiliki lebih dari 100 pohon pisang cavendish, dengan sebagian besar telah berbuah.

Menurut Eko Budi, peluang pasar pisang cavendish masih sangat terbuka lebar dengan harga yang relatif stabil, sementara jumlah petani di wilayah Kecamatan Alian masih terbatas.

Pemerintah Desa Kemangguan berharap berbagai program ini mampu membuka wawasan masyarakat untuk terus mengembangkan potensi lokal. Dengan semakin beragamnya komoditas yang dibudidayakan, diharapkan perekonomian warga dapat meningkat secara berkelanjutan.

Sumber: kemangguan.kec-alian.kebumenkab.go.id


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com