Info JalanLingkungan Hidup

Tiang Listrik Milik PLN Jadi Penghambat Proses Pembangunan JLSS Ruas Tambakmulyo-Jladri

1940
×

Tiang Listrik Milik PLN Jadi Penghambat Proses Pembangunan JLSS Ruas Tambakmulyo-Jladri

Sebarkan artikel ini
FOTO Banyak tiang listrik milik PLN yang belum dipindahkan

PURING, Kebumen24.com – Masih banyaknya tiang listrik milik PLN yang belum dipindahkan, membuat proses Pengerjaan Jalan Lintas Selatan-selatan (JLSS) atau Jalur Pantai Selatan (Pansela) ruas Tambakmulyo-Jladri di Kabupaten Kebumen harus tersendat. Sedikitnya terdapat 38 tiang listrik PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kebumen dan 14 tiang listrik milik PLN ULP Gombong yang harusnya segera di pindahkan.

 

Adapun untuk tiang PLN Kebumen sudah dilakukan penanganan petugas. Sedangkan tiang listrik PLN ULP Gombong masih belum ada tanda-tanda pemindahan. Saat ini tiang masih berada di tengah jalan proyek JLSS.

 

Saat melakukan pemantauan di lapangan, Senin 27 April 2020, Komisaris PT Karya Adi Kencana (KAK) Khayub Muhammad Lutfi selaku pelaksana proyek tersebut mengatkan, Sejatinya, pembangunan ruas jalan sepanjang 4,5 kilometer dengan lebar 15 meter tersebut kini tengah di kebut. Bahkan, pengerjaan jalan di Tambakmulyo Kecamatam Puring hingga Pantai Suwuk sebagian besar sudah siap dilakukan pengaspalan. Kemudian di ruas jalur yang tidak menggunakan jalan eksisting, sedang dilakukan pembangunan pondasi dasar dan pengerukan.

 

“Kendala kami saat ini adalah masih banyaknya tiang listrik yang belum dipindahkan. Saya harap pihak ULP Gombong dapat segera memindahkan agar pekerjaan kami tidak terhambat”pinta Khayub Muhammad Lutfi.

 

Foto Komisaris PT Karya Adi Kencana (KAK) Khayub Muhammad Lutfi selaku pelaksana proyek Tengah melakukan pemantauan

Lebih lanjut, Khayub menambahkan, bahwa pihaknya menargetkan pada bulan puasa pihaknya telah menyelesaikan pengerjaan dasar sehingga jalan baru itu sudah bisa dilewati dan digunakan sebagai jalur alternatif jika terjadi kemacetan di jalan eksisting. Jika tiang listrik sudah dipindah oleh PLN, usai lebaran Idul Fitri pihaknya akan melaksanakan pengaspalan. Melihat kondisi yang ada, imbuh Khayub, pihaknya optimistis akhir tahun pengerjaaan jalan akan selesai.

 

“Meksipun kontrak kerja selama 568 hari, namun kami optimistis dalam setahun pekerjaan sudah bisa terselesaikan,” ujar Khayub.

 

Sementara itu, di Desa Jladri alat berat dikerahkan untuk membuat jalan baru yang semula merupakan area rawa dan persawahan. Bahkan, disalah satu titik di Desa Jladri Kecamatan Buayan, JLSS juga melalui jalur baru dengan membelah gunung batu sepanjang 300 meter. Tampak sejumlah alat berat bekerja keras untuk mengeruk bukit yang akan dijadikan jalan baru. (k24/THR)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.