KEBUMEN, Kebumen24.com – Maraknya wabah virus covid 19 yang kini kian menyebar diberbagai daerah dirasa kian memprihatinkan. Tak hanya berdampak pada kesehatan yang berakibat mengancam nyawa, namun, akibat wabah ini juga berimbas pada melemahnya ekonomi masyarakat.
Seperti halnya di Kabupaten Kebumen yang belum lama ini masuk dalam kategori zona merah dan ditetapkan sebagai status tanggap darurat non alam pasca salah satu warga meninggal dunia akibat positif terpapar virus corona. Sebagai tindak lanjut kemudian pemerintah mengambil langkah tegas dengan meminta agar masyarakat tetap berdiam diri dirumah, dan membatasi hubungan sosial seperti social distancing atau physical distancing.
Serangkaian perjalanan ini tentu menambah derita kaum pinggiran yang menggantungkan hidup dari penghasilan tak menentu. Alhasil sebagian masyarakat terpkasa memilih untuk tidak mengindahkan himbuan pemerintah tersebut. hal itu dilakukan lantaran mereka juga dituntut harus mencari nafkah untuk bertahan hidup selama masa pandemi corona. bahkan, Masyarakat pun masih banyak yang memilih untuk melakukan aktifitasnya sehari hari demi mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.
Melihat kondisi tersebut, Penasehat RMI NU Kebumen Gus Ahmad Nasrulloh, yang juga Pengasuh Ponpes Miftahul Anwar Dukuh Pekeyongan Desa Podoluhur Klirong mengatakan, perlu adanya campur tangan dari berbagai pihak. Dalam hal ini yakni pemerintah dan orang orang yang dianggap mampu atau kaya. Menurutnya, harus ada sejumlah start-up dan lembaga lainnya yang memberikan bantuan kepada rakyat miskin agar tidak perlu keluar rumah untuk bekerja. Dengan begitu penuluran virus corona dapat dicegah.
‘’ Penularan virus corona rentan dialami orang-orang yang masih berada di luar rumah. Untuk itu dibutuhkan kerja sama banyak pihak untuk membantu menekan angka pasien positif virus corona serta pasien meninggal dunia dengan cara saling membantu dan gotong royong. Pada prinsipnya nyawa itu lebih berharga ketimbang harta, ’’ungkapnya, Saat ditemui di Ponpes Alhasani, Sabtu Pagi 4 April 2020.
Untuk itu, dalam situasi yang darurat ini, pihaknya mengajak kesadaran bersama agar yang mampu atau orang kaya bisa membantu yang kurang mampu. Bahkan Gus Nas juga menjelaskan, Dalam fiqh Madzhab Hanafi jika kondisi keuangan Negara tidak mampu, maka pemerintah boleh memungut atau meminta uang kepada orang kaya, seperti halnya tertuang dalam Kitab al muwafaqot karya Asy Syatibi dan dhowabith al mashlahah karya Dr Said Romdlon Al Buthy dalam Bab Masholih Mursalah.
“Dalam kondisi darurat, Pemerintah diperbolehkan meminta kepada para hartawan atau pengusaha sukses agar peduli memberikan sebagian hartanya untuk membantu yang kurang mampu. Mari bagi masyarakat yang tergolong mampu kita bantu mereka yang miskin, dan jika orang mampu membiarkanya makan termasuk dosa besar,’’tegasnya, didampingi Ketua Pagar Nusa Kebumen Gus Asyhari Muhammad Al Hasani dan Ketua RMI NU Kebumen Gus Fachrudin Achma An Nawawi.
Disisi lain yang sangat penting, lanjut Gus Ahmad Nasruloh mengatakan, bahwa jika terdapat wabah yang sangat berbahaya yakni harus tetap di rumah. Saking pentingnya, maka pahala orang yang berada di rumah setara dengan orang yang mati syahid. Artinya sesuai dengan Hadist Nabi Muhammad SAW yaitu barang siapa yang tinggal di rumahnya ketika terjadi wabah, maka dia mendapatkan pahala syahid walaupun tidak meninggal dunia dunia.
‘’Bagusnya masyarakat tetap produktif selama tinggal di rumah, tak lupa untuk menerapkan physical distancing dan mengonsumsi makanan bergizi,’’ujarnya.
Selain itu, Gus Nas juga menjelaskan, bahwa virus yang telah menyebabkan kematian lebih dari sejuta umat manusia ini dalam pandangan syariat sudah sangat darurat, bahkan sudah mencapai satu tingkat dibawah perang. Untuk itu pihaknya mendorong pemerintah, pusat, provinsi maupun kabupaten untuk lebih cepat bergerak, terkondinir dalam satu komando.
Disatu sisi yang tak kalah Lebih penting adalah masyarakat juga harus mentaati himbauan pemerintah. Jika pada level tertentu dilanggar, maka pemerintah perlu memgambil tindakan tagas demi keselematan banyak orang. Selain itu masyarakat juga harus menjaga kesahatan, budayakan cuci tangan dengan sabun, jaka jarak, dan tetap tinggal dirumah selama tidak dalam kondisi yang sangat penting.
“Permasalahany jika itu diterapkan dengan tegas, maka pemerintah harus menanggung biaya untuk hidup warganya. Untuk itu perlu ada ketersediaan pangan yang cukup, seperti bantuan atau apapun namanya yang secara langsung bisa diterima masyarakt yang sudah taat tinggal dirumah, namu mereka tidak mampu menghidupi diri dan keluarga karena tidak bisa mencari nafkah,’’tuturnya.
Terkait hali itu, Dirinya juga mengeaskan, bahwa dalam tujuan syariat (aturan agama) mengerucut pada lima maqashid asy syar’I. Lima hal tersebut yakni Hifdzuddin ( menjaga Agama), Hifdzunnafsi (menjaga nyawa), Hifdzul aqli ( menjaga akal), Hifdzunnasli (menjaga keturunan) dan Hifdzul mal ( menjaga harta).
Ia menerangkan, Hifdzuddin atau menjaga agama merupakan situasi perang, yang mana saat ada larangan untuk memeluk Agama Islam, maka harus dilawan meski mengadakan pertempuran. Jika ada ancaman agama, maka wajib hukumnya bagi Umat Muslim untuk melawan meski harus mengorbankan nyawanya.
“Dengan adanya Covid 19 ini maka kita harus Hifdzunnafsi atau menjaga nyawa, karna virus corona ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian,”ucapnya.
Lebih jauh Ia menambahkan, bahwa lima urutan maqashid asy syar’i harus lengkap dan menjadi pertimbangan secara utuh dan tidak boleh sepotong-sepotong. Untuk menghadapi ancaman agama, Umat Muslim harus siap mengorbankan nyawa. Begitu juga seterusnya sesuai dengan urutannya. Terkait persoalan corona, apakah jika tidak dilaksanakannya Sholat Jamaat, I’tikaf, Umroh termasuk kategori mengancam agama (ke imanan) manusia. Atau justru sebaliknya ditiadakannya Sholat Jum’at justru untuk mengantisipasi menyebarnya wabah corona. Dalam termasuk dalam tindakan menjaga nyawa (hifdzunnafsi).
“Dalam situasi seperti sekarang ini, Umat Islam masih bisa jamaah dan beribadah di rumah, tanpa harus kemasjid atau mushola,”pungkasnya. (K24/THR)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.