KEBUMEN, Kebumen24.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen Dwi Budi Satrio mengatakan penyebab keracunan puluhan warga Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar disebabkan karna kandungan mikroba berlebih yang terdapat dalam dua sampel makanan.
Hal tersebut terungkap dalam jumpa pers yang diselenggarakan Dinas Kesehatan bersama pihak Candisari, Jumat 78 Februari 2020, di Gedung Prescenter Kebumen.
Budi menjelaskan, berdasarkan dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap beberapa jenis makanan yang mengandung mikroba berlebih yaitu udang dan ikan olahan. Dugaan sementara, mikroba yang menjadi penyebab kejadian jenis salmonella. Kedua makanan itu disajikan saat pesta pernikahan yang diselenggarakan di rumah makan Candisari Karanganyar.
Adapun kandungan nitrit yang ditemukan dalam sampel makanan seluruhnya masih dalam ambang batas wajar. Kendati dalam pemeriksaan biologis sampel makanan menemukan ada kandungan mikroba melebih batas yang ditetapkan peraturan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
“Sebetulnya masih perlu dilakukan pemeriksaan epidemiologis tetapi peralatan belum memenuhi dan jumlah sampel makanan juga terbatas,” katanya.
Lebih jauh Budi Satrio menjelaskan, bahwa berdasarkan pendataan terakhir jumlah warga yang mengalami keracunan sebanyak 91. Dimana gejala yang ditimbulkan yaitu panas, mual, muntah dan diare. Kendati hanya 91 warga yang mengalami keracunan, namun pihak dinas juga melakukan pemeriksaan ratusan warga yang tidak mengalami sakit.
“Selain memeriksa pasien, kami juga melakukan pemeriksaan 153 warga yang hadir pada kegiatan hajatan,” jelasnya.
Terkait adanya keracunan tersebut pihaknya memastikan seluruh pasien telah kembali ke rumah. Selain itu, pihaknya juga telah mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) lantaran keracunan ini bukan kategori penyakit menular. Terkait pembiayaan, Budi Satrio memastikan yang dirawat di fasilitas kesehatan milik daerah akan ditanggung oleh Jamkesda.
“Yang di fasilitas kesehatan swasta dicover dengan CSR dan sebagian pihak Candisari,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Desa Grenggeng mengalami gejala keracunan dan harus menjalani perawatan. Masyarakat mengalami kejadian tersebut diduga usai menghadiri pesta pernikahan di wilayah setempat. Sejak Senin pagi, petugas medis Puskesmas Karanganyar dibantu kepolisian dan perangkat desa mengevakuasi warga untuk mendapatkan perawatan.
Selain melakukan penanganan terhadap warga yang sakit, petugas medis maupun kepolisian juga mengambil sampel makanan. Dimana terdapat 13 sampel makanan yang dibawa untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium kesehatan daerah milik pemerintah. Hasil pemeriksaan ini menjadi titik terang penyebab kejadian keracunan massal. (k24/arta)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















