Uncategorized

Arif Widodo Yakin, Pasangan AA Dapat Terwujud di Pilkada Kebumen 2020

1030
×

Arif Widodo Yakin, Pasangan AA Dapat Terwujud di Pilkada Kebumen 2020

Sebarkan artikel ini
KEBUMEN, Kebumen24.com – Arif Widodo yang merupakan salah satu kandidat dalam Pilkada Kebumen 2020, merasa optimis menatap pesta demokrasi yang bakal digelar September mendatang bakal mulus menjadi calon wakil bupati alias AA 2.
Saat ditemui kemarin Jumat 7 Februari 2020, Arif, yang berlatar belakang seorang jurnalis itu, menyatakan telah siap lahir dan batin untuk maju dalam gelaran Pilkada Kebumen 2020 menjadi Wakil Bupati. Adapun sejumlah tahapan penjaringan  telah ia lalui melalui PDI Perjuangan. Dirinya mengaku telah mantap bersaing di posisi tersebut lantaran sejak awal ia telah mendaftar sebagai Wakil Bupati.
Terkait pasangan untuk AA 1 alias Bupati, Arif lantas menyebut nama Arif Sugiyanto. Hal itu dikarnakan, lantaran Arif memiliki keyakinan tinggi jika berpasangan dengan Arif Sugiyanto yang juga Wakil Bupati Kebumen saat ini maka akan lahir pasangan AA (Arif-Arif). Bagi Arif Widodo, AA bermakna filosofis.

“Situasi sepertinya mendukung terciptanya pasangan AA. Dan komunikasi kami pun tetap berjalan baik,” ujar Arif.

Menurut Arif, selain dikenal sebagai identitas kendaraan lokal, Plat AA Kebumen sekaligus menjadi penanda adanya kebangkitan Kebumen menuju arah yang lebih baik. Terelebih setelah daerah ini mengalami bencana korupsi yang menyeret hingga pucuk pimpinan daerah, baik eksekutif maupun legislatif.
Arif juga menjelaskan maksud AA adalah singkatan dari Anugerah Aring Kebumen. Dengan penanda Plat AA Kebumen. Arif mengemukakan, modal untuk kebangkitan Kebumen sebenarnya sudah dimiliki sejak lama. Namun sering terlupakan karena masyarakat hanya terfokus pada bencana tersebut. Padahal daerah ini memiliki anugerah besar yang bisa didayagunakan untuk kebangkitan Kebumen. Bahkan anugerah tersebut masih lestari hingga kini, namun perlu digali secara mendalam dan utuh.

“Inilah hakikat Plat AA Kebumen,” jelas Arif, pemuda Desa Jogopaten, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen yang kini juga menjadi Dosen IAINU itu.

Lebih jauh Arif menuturkan tentang perlunya mengenali Plat AA Kebumen. Secara historis, Kebumen tempat persinggahan para wali. Secara psikologis, masyarakatnya bermental pejuang. Secara kebudayaan, situs-situs sejarahnya terpelihara, dan secara ekomi, memiliki kekayaan alam yang terjaga.
Dengan mengenali tempat persinggahan para wali, kata Arif, maka akan mendatangkan keberkahan, sedangkan mengenali masyarakat yang bermental  pejuang, akan menghasilkan manusia kreatif. Dengan begitu situs-situs sejarah dan kekayaan alamnya  pun dapat dikelola sebaik-baiknya untuk kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

“Inilah visi yang ingin diwujudkan melalui Plat AA Kebumen, di mana tujuannya adalah selamat dan menyelamatkan,”imbuhnya.

 Arif sendiri saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi. Uniknya ia menggunakan istilah “ngendong” untuk cara sosialisasi yang ia lakukan. Sudah dalam beberapa bulan terakhir, Arif bertemu tokoh dan sejumlah elemen masyarakat. Dari 101 ngendong yang ditargetkan saat ini sudah dilakukan 98 kali. Jadi tinggal 3 kali lagi. 

“Ngendong merupakan bahasa jawa yang artinya silaturahmi. Ini juga sesuai dengan instruksi dari PDIP untuk para calon menyosialisasikan diri dengan masyarakat. Soal 101 itu bermakna ada tiada dan ada. Jadi harapannya akan ada untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat Kebumen,”pungkasnya. (k24/**)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.