PERISTIWA

Hari Pers Nasional, Yazid Mahfudz : Jangan Alergi dengan Pers

918
×

Hari Pers Nasional, Yazid Mahfudz : Jangan Alergi dengan Pers

Sebarkan artikel ini
Foto Bersama Saat Tasyakuran Sabtu 8 fEBRUARI 2020 di Ruang Transit Pendopo Bupati Kebumen
KEBUMEN, Kebumen24.com- Memasuki era keterbukaan informasi publik dewasa ini, tidak dapat dipungkiri bahwa informasi menjadi energi yang mampu berkontribusi positif baik tingkat nasional maupun regional. Menyikapi hal itu, Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz meminta agar jangan alergi dengan insan pers guna tercapainya akselerasi perubahan khusunya di Kebumen.
Pada kesempatan malam tasyakuran peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke 74 yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Kebumen, Kapolres Kebumen dan Dandim 0709/Kebumen, H Yazid Mahfudz mengkorelasikan peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi di negeri ini tidak dapat terpisahkan dengan jajaran eksekutif maupun legislatif. Pers menurutnya, juga berperan sebagai mata rantai penyambung lidah aspirasi dari masyarakat akar rumput.

  “Mari kita jalankan komitmen untuk selalu transparan dalam menyelenggarakan pemerintahan. Untuk itu jangan alergi dengan Pers,” tuturnya, di Ruang Transit Pendopo Bupati Kebumen, Sabtu 8 Februari 2020.

Ia menambahkan, keterlibatan media massa semakin strategis dalam pembangunan, terutama dalam mengawal dan mewujudkan arah pencapaian tujuan kesejahteraan masyarakat Kebumen.

“Sebisa mungkin rangkul mereka, karena mereka kawan baik dan mitra kerja,” imbuhnya.

Layaknya masyarakat global yang bertransformasi dan bermigrasi ke dunia digital. Insan pers pun dituntut masuk ke era digital yang merubah profilnya menuju pers yang cakap dan berkualitas di era 4.0 ini. Menurutnya, saat ini juga terdapat tantangan yang dihadapi pers yakni menyampaikan informasi faktual dan aktual ditengah maraknya keberadaan berita hoaks serta ujaran kebencian.

“Tugas pers semakin berat, karena diharapkan dapat memberikan informasi yang valid untuk melawan hoaks,” paparnya.

Sementara, Ketua HPN Kebumen 2020 Arif Widodo menyampaikan, menjadi sosok wartawan merupakan suatu pilihan, bukan menjadi profesi semata-mata yang melaporkan kabar dan peristiwa. Melainkan didalamnya terdapat misi pemberdayaan daei sebuah prodak jurnalistik.

 “Dari pemberdayaan inilah, yang menghasilkan perubahan besar dalam sejarah,” ucapnya.

Maka, terang Arif, apa yang dikerjakan oleh pemburu berita ini, layak dijadikan reverensi dalam proses pembangunan, terutama yang menitikberatkan pada peningkatan kapasitas intelektual serta moral dan spiritual. Hingga akhirnya tertuju pada pembangunan manusia yang kreatif. Sang jurnalis tentu harus bisa menunjukkan kebaikan, agar masyarakat mengetahui apa itu keburukan. Begitu pula sebaliknya.

“Wartawan harus bisa memberikan pencerahan kepada khalayak dari fakta-fakta semisal penyimpangan yang dibeberkan. Karena sesunguhnya, ada tugas lain yang memanggil pada diri jurnalis,” pungkasnya.

Kegiatan yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kebumen juga dihadiri sedikitnya 30 wartawan maupun jurnalis dari media cetak, online, televisi dan radio. Sebelumnya, para pejuang pena ini telah melakukan kegiatan ziarah kubur sekaligus anjangsana ke keluarga wartawan senior yang telah berpulang. Serangkaian kegiatan berikutnya pun menanti pada perayaan HPN tahun ini, diantaranya lomba menulis berita dan lomba film pendek dengan topik kebudayaan, pariwisata dan demokrasi. Puncak HPN akan diisi dengan Sarasehan yang mengusung tema “Pers Mendukung Sukses Pilkada 2020 dan Menjunjung Kearifan Lokal” pada Maret mendatang. (K24/Hfd)

Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.