KEBUMEN, Kebumen24.com- Bagi warga Desa Kedawung Kecamatan Pejagoan maupun sekitarnya, patut berbangga dengan dibangun jembatan gantung yang nantinya dapat mempermudah akses serta memangkas waktu perjalanan menuju pusat Kota Kebumen.
Pembangunan jembatan gantung yang merupakan hasil kerjasama antara Kodim 0709/Kebumen dengan Tonny Rottiman salah satu warga berkebangsaan Swiss itu berada tepat di belakang Pasar Unggas Tamanwinangun membentang diatas sungai Lukulo. Dalam pembangunan tersebut, menelan biaya sedikitnya Rp 2,5 miliar meliputi yang digunakan untuk pembuatan pondasi, bronjong serta perakitan jembatan.
Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang, didampingi Camat Kebumen, mengatakan, selain dapat menghubungkan dua desa yang dipisahkan oleh sungai. Setelah beroperasi, nantinya diharapakan mempermudah warga dalam mobilisasi keseharian.
“Disini keuntungannya adalah yang pertama adanya akses memudahkan dari Desa Kedawung Pejagoan untuk menuju ke Kota harus memutar, dengan adanya akses jembatan ini otomatis mereka bisa Bypass langsung,” ucapnya disela peninjauan progres pembangunan jembatan, Rabu, 22 Januari 2020.
Jembatan yang memiliki panjang sekitar 78 meter dengan lebar 180 meter saat ini sedang memasuki proses pembuatan talud dibantaran sungai. Setiap hari, sedikitnya 25 personil TNI terlibat dalam pembangunan jembatan. Direncanakan, pada Februari tahun ini jembatan akan beroperasi dan hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.
“Pengerjaan untuk Januari ini pasang pondasi sampai dengan akhir Januari kemudian di awal Februari itu pasang bronjong dudukan. Nanti di akhir Februari pemasangan jembatan atau perakitan jembatan,” ucapnya.
Sementara, Camat Kebumen Ram Gunadi menyampaikan, adanya jembatan gantung diwilayahnya tersebut akan sangat dirasakan manfaatnya. Sebab, sebelum dibangun jembatan warga harus bersusah payah menyebrangi sungai dengan menggunakan perahu tradisional.
“Sebelumnya ya pakai perahu getek itu untuk nyebrang. Kalau kemarau sungai kering banyak yang jalan kaki,” terangnya.
Lebih lanjut, kemanfaatan juga akan dirasakan para pelajar asal Pejagoan yang bersekolah di seputaran Kota Kebumen. Selain menyingkat waktu, kata Ram, jembatan gantung akan mengurangi volume kendaraan yang melintas saat jam berangkat maupun pulang sekolah.
“Untuk mengurangi arus macet juga kalau anak sekolah pagi bisa lewat jembatan bisa menyingkat waktu. Selama ini warga pejagoan harus muter dulu,” katanya.
Selama proses pembangunan, Ram mengatakan akan melibatkan warga setempat untuk mempermudah serta mempersingkat waktu pembangunan.
“Ada kerjabakti khusunya untuk narik seling jembatan. Nanti kerjabakti meliputi tiga desa yaitu Tamanwinangun, Panjer dan juga Pejagoan,” tandasnya.
Ditemui terpisah, salah satu warga setempat Isah (43) menyambut baik dengan dibangun jembatan gantung. Rumah miliknya yang cukup strategis berada diseberang jalan menuju jembatan gantung rencana kedepan akan membuka usaha ketika jembatan telah beroperasi.
“Seneng banget jadi ramai jalannya, kalau dibuka jembatan mau berjualan semacam warung kecil-kecilan,” ungkapnya. (K24/Hfd)
Menyukai ini:
Suka Memuat...
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.