KEBUMEN, Kebumen24.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak musim kemarau. Sebanyak 11 desa menjadi sasaran pendistribusian tahap awal yang secara simbolis dilepas langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dari Pendopo Kabumian, Selasa (4/8/2026).
Bupati Lilis Nuryani mengatakan, pendistribusian air bersih merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau.
“Dari Pemerintah Kabupaten Kebumen, kami memberangkatkan pendistribusian air bersih ke beberapa desa yang sangat memerlukan. Saat ini warga sudah mulai merasakan dampak musim kemarau, dan banyak desa di pelosok yang sangat membutuhkan air bersih. Pengirimannya kita lakukan secara bertahap, dan untuk tahap awal ini baru 11 desa yang kita berikan,” ujar Bupati.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan hemat mengingat musim kemarau diperkirakan berlangsung cukup panjang.
“Karena kemarau ini diprediksi akan berlangsung cukup panjang, kami mengimbau kepada masyarakat agar bijak dan berhemat dalam menggunakan air bersih,” tambahnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Udy Cahyono, menjelaskan pendistribusian air bersih pada pekan pertama Agustus 2026 difokuskan untuk 11 desa yang telah melalui proses asesmen lapangan.
Pada tahap awal, sebanyak 14 tangki atau sekitar 63.000 liter air bersih disalurkan dengan mengacu pada standar kebutuhan dasar, yakni 7 liter per orang per hari untuk keperluan minum dan memasak.
Adapun desa penerima bantuan meliputi Desa Kalirejo dan Desa Clapar di Kecamatan Karanggayam, Desa Penimbun dan Desa Tunjungseto di Kecamatan Sempor, Desa Kebagoran di Kecamatan Pejagoan, serta Desa Bojongsari di Kecamatan Alian. Selanjutnya, pada Rabu (5/8/2026), distribusi akan dilanjutkan ke Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng, dan Desa Kalijering, Kecamatan Padureso.
“Minggu ini kita sudah asesmen untuk 11 desa. Pada hari-hari berikutnya, kita akan jadwalkan untuk lokasi lain yang membutuhkan. Untuk tahun ini, dengan dukungan anggaran murni dan anggaran perubahan Kabupaten Kebumen, insyaallah total distribusi bisa mencapai lebih dari 1.400 tangki. Kami juga mengoptimalkan sisa donasi tahun 2023 sebanyak sekitar 110 tangki,” jelas Udy.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung hingga Oktober bahkan November, hampir sama dengan kondisi pada 2023.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen, Edi Rianto, menyampaikan bahwa secara perhitungan, ketersediaan anggaran dan cadangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama enam bulan ke depan masih mencukupi. Namun, ia menekankan pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam menghemat penggunaan air.
“Secara kalkulasi, sebetulnya kebutuhan air bersih dasar untuk enam bulan ke depan itu cukup. Masalah utamanya adalah bagaimana masyarakat bisa menghemat penggunaan air tersebut. Yang kedua, kami mohon warga bersabar karena armada truk tangki kita terbatas, jadi mohon tidak saling berebut,” kata Edi.
Pemerintah Kabupaten Kebumen memastikan penyaluran bantuan air bersih akan terus dilakukan secara bertahap sesuai hasil asesmen di lapangan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat melalui penggunaan air secara hemat diharapkan menjadi kunci dalam menghadapi ancaman kekeringan selama musim kemarau tahun ini. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















