Komunitas

Tak Sekadar Pengajian, Majelis Bina Cinta Keluarga Jadi Wadah Edukasi Parenting dan Ketahanan Keluarga

×

Tak Sekadar Pengajian, Majelis Bina Cinta Keluarga Jadi Wadah Edukasi Parenting dan Ketahanan Keluarga

Sebarkan artikel ini

KUWARASAN, Kebumen24.com – Yayasan Bina Cinta Keluarga resmi meluncurkan Majelis Ta’lim Bina Cinta Keluarga sebagai wadah edukasi masyarakat dalam membangun keluarga yang harmonis, meningkatkan kualitas pengasuhan anak, serta memperkuat ketahanan keluarga.

Kegiatan perdana tersebut digelar di lapangan depan Kantor Yayasan Bina Cinta Keluarga, Minggu (9/8/2026). Kajian menghadirkan KH. Ahmad Riyanto, S.Pd dengan mengangkat tema “Rumah Tangga di Ujung Jempol: Bijak Bermedia Sosial, Bahagia Berkeluarga.”

Ketua Yayasan Bina Cinta Keluarga Prof. Dr. Azam Syukur R, S.H.I., M.S.I., M.A., M.Psi. mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum perdana sekaligus launching Majelis Ta’lim Bina Cinta Keluarga. Kehadiran majelis ini merupakan bagian dari upaya yayasan yang fokus pada penyehatan keluarga, pengasuhan anak, hingga pendidikan anak.

Menurutnya, Majelis Ta’lim Bina Cinta Keluarga memiliki konsep berbeda dibandingkan majelis pada umumnya. Kegiatan dikemas berbeda tidak seperti seminar dan workshop sehingga bisa diterima semua kalangan. Peserta tidak hanya mendapatkan materi keagamaan, tetapi juga pengetahuan praktis terkait parenting, pengasuhan anak, dan pembinaan keluarga.

“Kalau seminar atau workshop biasanya kalangan kelas atas, sementara kalau pengajian seperti ini biasanya bisa diikuti kalangan akar rumput. Melalui majelis ini kami ingin memperkenalkan Yayasan Bina Cinta Keluarga kepada masyarakat luas, bukan hanya kalangan menengah ke atas, tetapi juga masyarakat akar rumput,” ujarnya.

Prof. Azam menjelaskan, melalui majelis tersebut masyarakat diajak bersama-sama belajar mengenai parenting, pengasuhan anak, dan keluarga. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

“Kalau keluarga bisa sampai pada tahapan harmonis seperti ini, insyaallah anak-anak mereka juga bisa sehat secara fisik dan psikologis,” katanya.

Majelis Ta’lim Bina Cinta Keluarga terbuka untuk masyarakat umum. Bahkan, kegiatan tersebut tidak membatasi peserta berdasarkan latar belakang agama karena fokus utama yayasan adalah memberikan edukasi mengenai parenting, pola pengasuhan, dan keluarga.

“Ini untuk semua kalangan dan agama untuk belajar parenting, pola pengasuhan hingga keluarga,” jelasnya.

Dalam kajian perdana tersebut, peserta diajak memahami tantangan kehidupan keluarga di tengah perkembangan teknologi dan media sosial. Penggunaan telepon seluler yang tidak bijak dinilai dapat memengaruhi hubungan antara suami dan istri maupun pola pengasuhan anak.

“Banyak rumah tangga yang hancur gara-gara HP, hancur gara-gara bermedia sosial. Pengasuhan anak juga bisa hancur gara-gara orang tua tidak memberikan contoh yang bijaksana dalam bermain HP,” ungkapnya.

Melalui materi yang disampaikan KH. Ahmad Riyanto, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menggunakan telepon seluler dan media sosial secara bijak. Dengan demikian, teknologi diharapkan tidak menjadi sumber konflik dalam keluarga, tetapi justru dapat dimanfaatkan secara positif.

Prof. Azam berharap keberadaan Majelis Ta’lim Bina Cinta Keluarga semakin dikenal masyarakat. Masyarakat yang sebelumnya belum mengetahui keberadaan yayasan diharapkan dapat bergabung dalam berbagai program yang telah disiapkan.

“Harapannya, bagi orang tua dapat mencerdaskan pola pengasuhan anak hingga membina keluarga yang baik. Bagi keluarga bisa menjadikan keluarga yang lebih harmonis, sakinah, mawaddah, warahmah.” tuturnya.

Ia menambahkan, Majelis Ta’lim Bina Cinta Keluarga akan mengangkat tema yang beragam dalam setiap pertemuan. Berbeda dengan pengajian pada umumnya yang lebih banyak mengangkat tema keislaman secara umum, majelis ini akan memfokuskan materi pada pembinaan keluarga, parenting, serta pola pengasuhan anak.

Sejak Yayasan Bina Cinta Keluarga diluncurkan sekitar satu bulan lalu, respons masyarakat terhadap berbagai program yang ditawarkan cukup positif. Namun, masih terdapat masyarakat yang merasa sungkan untuk datang secara langsung berkonsultasi mengenai persoalan keluarga karena dianggap sebagai hal yang tabu dan bersifat pribadi.

Sementara itu, Divisi Program Bina Cinta Keluarga, Wiwit Nutria Rinjani, mengatakan yayasan memiliki sejumlah kegiatan rutin yang ditujukan untuk memperkuat kapasitas keluarga.

Setiap Sabtu pukul 09.00–10.00 WIB, terdapat program Bunda Hebat yang diikuti ibu-ibu dan remaja calon ibu untuk mendapatkan materi mengenai keluarga dan pengasuhan.

Kemudian setiap Minggu pukul 07.00 WIB terdapat program Ayah Hebat. Sementara itu, Majelis Ta’lim Bina Cinta Keluarga dilaksanakan sebulan sekali dan terbuka untuk masyarakat umum dengan menghadirkan pemateri.

Selain kegiatan rutin, yayasan juga menyiapkan sejumlah program lainnya. Di antaranya kampanye anti kekerasan keluarga yang rencananya digelar di Alun-Alun Kebumen, kelas parenting, Parenting Academy, Gerakan Keluarga Sehat dan Tangguh, pemberdayaan keluarga ekonomi dhuafa sejahtera, Desa Binaan Keluarga, Beasiswa Anak Hebat bagi anak dari keluarga prasejahtera dan yatim piatu, konseling kesehatan mental, hingga riset dan edukasi keluarga.

Melalui berbagai program tersebut, Yayasan Bina Cinta Keluarga berkomitmen menghadirkan ruang belajar yang inklusif bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengasuhan, membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga, serta menciptakan keluarga yang harmonis dan tangguh. (K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.