KEBUMEN, Kebumen24.com — Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Pertanian dan Pangan resmi menggelar Launching GEMPITA PANGAN (Gerakan Mencetak Petani Milenial Tangguh untuk Penguatan Ketahanan Pangan) di Pendopo Kabumian Kabupaten Kebumen, Selasa (4/8/2026). Program ini dihadirkan sebagai langkah strategis untuk mempercepat regenerasi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan petani muda yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, Teguh Yuliono, S.T., M.Si., mengatakan GEMPITA PANGAN lahir sebagai respons atas tantangan sektor pertanian, terutama semakin tingginya usia petani dan masih rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.
“Kabupaten Kebumen merupakan daerah agraris dengan potensi pertanian yang sangat besar. Namun kita juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Saat ini usia petani kita semakin menua, sementara minat generasi muda terhadap sektor pertanian masih relatif rendah. Apabila regenerasi petani tidak segera kita lakukan, maka keberlanjutan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan akan menghadapi tantangan yang semakin berat,” ujarnya.
Menurut Teguh, GEMPITA PANGAN bukan sekadar program pelatihan, melainkan gerakan kolaboratif yang membangun ekosistem pengembangan petani muda secara berkelanjutan.
Rangkaian launching diawali dengan Talkshow Milenial Agribisnis Forum Kebumen yang menghadirkan Ketua Petani Milenial Sleman, Taufik Mawaddani dari Merapi Farm, dan Ketua Duta Petani Milenial Indonesia, Rayndra Syahdan Mahmudin. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus wadah diskusi bagi petani milenial Kebumen, baik secara luring maupun daring.
Sebagai simbol dimulainya gerakan, Bupati Kebumen Lilis Nuryani melakukan launching GEMPITA PANGAN melalui penerbangan drone pertanian. Simbol tersebut menandai transformasi pertanian Kebumen menuju era modern berbasis teknologi sekaligus komitmen bersama dalam mencetak petani milenial secara berkelanjutan.
Teguh menjelaskan, implementasi awal program telah dimulai melalui Gerakan Edukasi Mencintai Pertanian Sejak Dini (GEMA TANI) yang menyasar siswa SD dan SMA. Ke depan, edukasi pertanian akan diperluas mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi agar kecintaan terhadap sektor pertanian tumbuh sejak usia dini.
Selain itu, Dinas Pertanian dan Pangan juga telah menyelenggarakan pelatihan petani milenial angkatan pertama yang terbagi dalam tiga kelas, yakni tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Setiap kelas telah mengikuti tiga kali pertemuan dengan materi motivasi bisnis, teknik budidaya modern, literasi keuangan, akses permodalan, hingga strategi pemasaran hasil pertanian.
“Pendaftaran peserta baru masih terus kami buka agar semakin banyak generasi muda Kabupaten Kebumen bergabung menjadi bagian dari GEMPITA PANGAN,” kata Teguh.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan penganugerahan GEMPITA PANGAN Award kepada petani muda inspiratif, pengukuhan dan pelantikan Jaringan Petani Milenial dan Petani Andalan Kabupaten Kebumen, serta Deklarasi Petani Milenial Kabupaten Kebumen sebagai bentuk komitmen membangun pertanian modern.
Selain itu, dilakukan penandatanganan kerja sama strategis dengan Polbangtan Yogyakarta Magelang, Alkadi Fresh Market, PT Maxxi Tani Teknologi, serta pelaksanaan Program GEMA TANI bersama sekolah-sekolah alam di Kabupaten Kebumen. Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan hibah straw sapi PO Kebumen dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta pelantikan pengurus organisasi profesi PINSAR, PARAVETINDO, dan PERPADI.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengapresiasi lahirnya GEMPITA PANGAN sebagai upaya menjawab tantangan regenerasi petani di Kabupaten Kebumen.
“GEMPITA PANGAN hadir pada saat yang tepat ketika regenerasi petani menjadi salah satu tantangan penting dalam pembangunan pertanian kita,” ujar Lilis.
Menurutnya, sektor pertanian akan selalu memiliki prospek yang cerah karena kebutuhan pangan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Karena itu, generasi muda perlu memandang pertanian sebagai sektor usaha modern yang memiliki peluang besar untuk berkembang.
“Pertanian bukan lagi dipandang sebagai pekerjaan yang identik dengan kerja keras semata. Dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan jiwa kewirausahaan, pertanian mampu memberikan nilai tambah dan menjadi sumber kesejahteraan,” tuturnya.
Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Kebumen akan terus mendukung peningkatan kapasitas petani, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kemitraan dengan berbagai pihak agar sektor pertanian semakin produktif dan berdaya saing.
“Kepada para petani milenial, teruslah belajar, berinovasi, dan berani mengambil peluang. Masa depan pertanian tidak hanya ditentukan oleh kesuburan tanah, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya. Saya yakin, dari tangan generasi muda akan lahir pertanian Kebumen yang semakin modern, maju, dan menyejahterakan,” pungkasnya. (K24/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















