Pendidikan

Kenapa Nomor Telepon Indonesia Diawali +62? Ternyata Ada Sejarah di Balik Angka Ini

46
×

Kenapa Nomor Telepon Indonesia Diawali +62? Ternyata Ada Sejarah di Balik Angka Ini

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa nomor telepon Indonesia selalu diawali dengan kode +62 ketika digunakan untuk komunikasi dari luar negeri?

Kode tersebut bukan sekadar deretan angka. +62 merupakan identitas telekomunikasi Indonesia yang memungkinkan nomor di Tanah Air dikenali dan terhubung dalam sistem komunikasi internasional.

Setiap negara memang memiliki kode telepon internasional masing-masing. Ada negara yang menggunakan satu digit, dua digit, hingga tiga digit. Amerika Serikat, misalnya, menggunakan +1, Inggris +44, sementara Indonesia memiliki kode +62.

Penetapan kode telepon negara berkaitan dengan sistem penomoran internasional yang dikelola International Telecommunication Union (ITU).

ITU merupakan badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Lembaga ini memiliki peran penting dalam pengaturan spektrum radio, komunikasi global, serta pengembangan standar teknis agar jaringan telekomunikasi antarnegara dapat saling terhubung.

Dalam sejarahnya, sistem kode telepon internasional mulai disusun pada awal dekade 1960-an dengan membagi berbagai negara ke dalam sejumlah zona geografis.

Pembagian tersebut antara lain mencakup Amerika Utara dan Amerika Tengah, Afrika, Eropa, Amerika Selatan, kawasan Oseania dan Australia, Rusia, Asia Timur, serta Asia Barat dan Timur Tengah.

Indonesia berada di kawasan Asia Tenggara dan secara geografis berdekatan dengan kawasan Oseania serta Australia. Dalam sistem zona penomoran internasional, Indonesia masuk dalam Zona 6.

Angka 6 kemudian menjadi digit pertama kode telepon internasional Indonesia. Sedangkan angka 2 menjadi bagian dari penomoran yang ditetapkan untuk jaringan telekomunikasi Indonesia.

Tanda plus (+) di depan angka 62 juga memiliki fungsi penting. Simbol tersebut menunjukkan bahwa angka setelahnya merupakan kode negara untuk komunikasi internasional.

Artinya, ketika seseorang dari luar Indonesia hendak menghubungi nomor di Indonesia, kode +62 digunakan sebagai pengganti angka 0 yang biasanya berada di awal nomor telepon domestik.

Sebagai contoh, nomor yang di dalam negeri ditulis 0812xxxxxxx, ketika digunakan untuk komunikasi internasional dapat ditulis menjadi +62812xxxxxxx.

Kode telepon internasional tidak semuanya memiliki jumlah digit yang sama. Ada negara yang memperoleh kode satu atau dua digit, sementara negara lainnya menggunakan tiga digit.

Beberapa negara besar dan memiliki posisi penting dalam perkembangan awal sistem telekomunikasi memperoleh kode yang relatif pendek. Amerika Serikat dan Kanada berada di bawah kode +1, Rusia menggunakan +7, sedangkan Inggris menggunakan +44.

Di sisi lain, sejumlah negara menggunakan kode tiga digit, seperti Timor-Leste dengan +670. Namun, panjang kode tidak selalu secara sederhana menunjukkan besar atau kecilnya suatu negara. Arab Saudi, misalnya, menggunakan +966, sedangkan Uruguay memakai +598.

Dengan demikian, kode +62 bukanlah angka yang dipilih secara sembarangan. Kode tersebut merupakan bagian dari sistem penomoran internasional yang dibuat untuk mengatur komunikasi antarnegara agar lebih terstruktur.

Kini, kode +62 sudah menjadi identitas yang sangat familiar bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam penggunaan telepon seluler, aplikasi pesan instan, hingga berbagai layanan digital yang membutuhkan nomor telepon.

Sumber referensi: Kompas.com dan Indonesiabaik.id.


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.