Kebumen24.com

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Kebumen Karna kini telah memiliki Mal Pelayanan Publik (MPP). MPP yang mengusung slogan Sak Nggon Sak Kabehe itu, berarti satu tempat semua pelayanan tersedia. Dengan begitu, masyarakat kini dapat secara mudah mendapatkan pelayanan hanya cukup datang di satu tempat.
Adapun peresmian MPP itu sendiri dilakukan Jumat 20 Desember 2019, oleh Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB Diah Natalisa, di Gedung Juang Jalan Indrakila Kebumen.
Pada MPP Kebumen tersebut, sedikitnya ada 250 layanan dari 25 instansi dengan terdapat 31 loket. MPP ini, merupakan kedua yang terbangun di Jawa Tengah setelah Kabupaten Banyumas. Selain OPD Pemkab Kebumen, juga terdapat loket dari Kejaksaan, Polres, Kemenag dan BUMN serta BUMD.
Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB Diah Natalisa, mengatakan hadirnya MPP di Kebumen merupakan kado akhir tahun yang menggembirakan bagi masyarakat Kebumen. MPP dapat menjadi upaya dalam mempermudah dan mempercepat proses pelayanan dengan kenyamanan yang baik bagi masyarakat.

“Pelayanan ini memungkinkan adanya pelayanan terintegrasi dengan penggunaan teknologi informasi,” katanya.

Selain itu, MPP juga dinilainya dapat mengurangi pelayanan ego sektoral dan menjadi terobosan baru untuk pelayanan publik yang semakin baik. Kendati begitu, perwujudan mal ini dibutuhkan komitmen bersama antara Bupati dan para OPD.

“Semoga dengan MPP ini, Diharapkan dapat membentuk ASN yang modern untuk berkinerja tinggi dan menambah keminatan investor,”imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz pada kesempatan itu mengatakan, hadirnya MPP di Kebumen merupakan bentuk komitmen bersama Pemkab dengan Kemenpan RB Maret 2019. Hal ini sebagai bentuk upaya pembenahan pelayanan publik dan penguatan pelayanan berbasis teknologi di Kebumen.

“Keberadaan MPP ini diharapkan dapat lebih mempercepat pelayanan kepada masyarakat,”ujar Bupati.

Turut hadir pada acara itu, perwakilan Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab se Jawa Tengah, Kajari Kebumen H Erry Pudyanto Marwantono, Kapolres AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Kepala Kemenag H Panut dan sejumlah pimpinan OPD Pemkab Kebumen.(K24/T)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Jumat berkah kali ini Polres Kebumen fokus membersihkan Gereja yang ada di Kebumen. Bukan hanya tingkat Polres saja, seluruh Polsek jajaran  juga melakukan kegiatan itu. Bahkan, Para personel membekali diri dengan sapu dan alat kerjabakti dari rumah.
Kegiatan dengan tajuk peduli sesama itu dipimpin langsung oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan. Ia terlihat membaur bersama para personelnya melakukan bersih-bersih rumah ibadah umat Kristiani pagi tadi, Jumat 20 Desember 2019.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan, aksi yang dilakukan oleh Polres Kebumen adalah bentuk dukungan terhadap umat Kristiani yang tengah merayakan Natal.

“Kegiatan ini adalah bentuk dukungan kami (Polres Kebumen) kepada umat Kristiani yang sedang merayakan Natal. Melalui kegiatan ini, kami ingin meringankan beban dengan ikut membersihkan Gereja,” jelas AKBP Rudy saat membersihkan di GKI Kebumen.

Dikatakannya, kegiatan Jumat Berkah adalah aksi membersihkan atau kerjabakti di rumah ibadah.
Kegiatan itu dilakukan secara bergantian setiap hari Jumat. Pada minggu sebelumnya, Polres Kebumen membersihkan Masjid, Vihara dan beberapa Gereja.
Mardi penjaga Gereja GKI menyambut positif kegiatan Jumat Berkah yang dilakukan oleh Polres Kebumen.

“Kami menyambut positif kegiatan Polres Kebumen di Gereja kami. Para personel Polres Kebumen ada yang menyapu, ada yang membersihkan kaca. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut,” kata Mardi. (K24/WIN)

Foto Jumat 12/12/019

KEBUMEN, Kebumen24.com – Dua oarang pemuda asal Wonosobo terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian Polres Kebumen lantaran kedapatan memiliki narkotika jenis sabu. Kedua pelaku berinisial ST (37) dan SP (36), Keduanya ditangkap jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Kebumen pada 28 November 2019 malam di daerah Kecamatan Alian.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, jumat 22 Desember 2019 mengungkapkan, penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkoba. Kedua pemuda tersebut mengambil sabu dari daerah di Desa Jatimulyo Kecamatan Alian. Barang terlarang ini disembunyikan penjual di dalam tanah untuk mengantisipasi penemuan.

“Keduanya merupakan pemakai dan pengedar dan sekarang ditahan di Polres Kebumen untuk pemeriksaan dan pengembangan,” jelasnya Kapolres didampingi Kasatres Narkoba AKP Mardi saat gelar konfrensi pers di Mapolres.

Foto Jumat 12/12/019

Berdasarkan pengakuan para pelaku, imbuh AKBP Rudy, dalam mendapatkan sabu-sabu ini mereka dapatkan dari penjual dengan cara mentransfer uang. Kemudian keduanya diberikan kabar dapat mengambil barang di wilayah Kebumen. Pada saat diamankan, kedua pelaku telah membawa satu paket sabu dan dua buah handphone milik pelaku.

“Pelaku mentransfer Rp 500 ribu kepada penjual untuk mendapatkan barang. Setelah kita timbang berat sabu 0,4 gram,” imbuhnya.
 

Para tersangka sendiri diketahui sudah beberapa kali mengkonsumsi barang terlarang tersebut. Meskipun baru pertama kali tertangkap kali ini. Atas perbuatannya kedua tersangka bakal dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) juntco Pasal 132 ayat 1 subsidair pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp 800 juta,” (K24/IMAM)

Foto Jumat 20/12/019

KEBUMEN, Kebumen24.com – Lima hari Setelah pengambilan Formulir, Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz akhirnya mengembalikan berkas pencalonan Pilbup ke DPC PKB Kebumen. Penyerahan berkas tersebut berbarengan dengan pengusaha muda asal Kebumen Herwin Kunadi yang mendaftar posisi Wakil Bupati Kebumen pada Pilkada 2020 mendatang.

Foto Jumat 20/12/019
Pada kesempatan itu, kedatangan Yazid juga didampingi kakaknya KH Wakhib Mahfudz, istri Yazid Zuhroh Yazid Mahfudz, Ketua DPC Demokrat Joko Budi Sulistyanto, dan mantan anggota DPRD Kebumen Jenu Arifiadi dan Muhsinun yang sebelumnya mengambilkan formulir.
Selain itu, rombongan puluhan pendukungnya pun turut mengantarkan Yazid ke kantor DPC PKB Kebumen.PKB Kebumen, Jumat (20/12/2019).
Foto Jumat 20/12/019
Dalam kesempatan itu, Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz saat diminta keterangan mengatakan pendaftaran penjaringan Bupati di DPC PKB lantaran merupakan partainya. Terlebih dirinya juga merupakan salah satu pengurus DPW PKB Jawa Tengah. Dirinya juga menegaskan siap mengikuti kompetisi dan telah melengkapi berkas pendaftaran sepenuhnya.

 “PKB partai saya, saya daftar di PKB,” tuturnya ketika menyerahkan berkas pendaftaran.

Yazid menambahkan, proses demokrasi yang ada di partai politik Kebumen. Pihaknya pun optimis dapat mendapatkan rekomendasi dari PKB selaku kader. Dirinya menegaskan ikutnya dalam bursa penjaringan juga termasuk adanya dukungan sejumlah tokoh untuk menyelesaikan program periode saat ini.
Foto Jumat 20/12/019
Sementara itu Ketua Tim Asistensi Pilbup PKB Kebumen Taufik Hidayah mengungkapkan, terdapat delapan orang mengambil formulir dan penyerahan empat orang. Setelah ini, bekas akan dilakukan pemeriksaan oleh DPC. Kemudian berkas diserahkan ke DPP PKB untuk seleksi melalui DPW PKB.

“Sampai hari ini sudah ada delapan yang telah mengambil formulir, dan yang telah mengembalikan ada empat orang”tuturnya.

Untuk diketahui, pendaftar penjaringan PKB yang mengambil formulir yaitu H Yazid Mahfudz, Herwin Kunadi, Hj Lilis Nuryani, Zaeni Miftah, H Ridwan, HD Sriyanto, R Wiyoso Pinilih dan H Arif Sugiyanto. Selain Bupati Yazid dan Herwin Kunadi, pengembalian berkas telah dilakukan oleh H Ridwan dan R Wiyoso Pinilih. (K24/THR)

Foto Tempat Kejadian Jumat 20/12/019

PEJAGOAN, Kebumen24.com – Seorang Bocah  tewas terlindas Truk bermuatan pasir saat sedang mengendarai sepeda di jalan Jemur Peniron, tepatnya jalan yang berada di Desa Jemur Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen. Korban diketahui bernama Qiandra Naizar Althafunnizam (8), seorang pelajar SDN Kutosari Kebumen, Warga Dukuh Krajan Desa Jemur Rt.01 Rw.03 Kecamatan Pejagoan Kebumen.

Kepala Unit Laka Satlantas Polres Kebumen Ipda Ratimin mengungkapkan, Peristiwa kecelakaan naas itu terjadi pada Jumat 20 Desember 2019, sekitar pukul 09:00 Wib. Saat itu korban hendak bermain dengan mengendarai sepeda kayuh dari arah timur menuju ke arah barat. Kemudian dari arah yang sama melaju sebuah kendaraan Dum Truk bernopol AA-1344-WD, melintas dan hendak mendahului korban  yang tengah bersepeda.
Namun, karna Truk yang dikumdikan Muslichudin, warga Desa Jatimulyo Rt. 01 Rw.01 Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen itu terlalu kiri, akhirnya menyenggol korban yang tengah bersepeda dan mengakibatkan korban terpental jatuh kekanan dan masuk kebagian kolong Truk, kemudian terlindas ban belakang dan meninggal di tempat dengan luka parah dibagian kepala.

“Dari hasil oleh TKP, Korban meninggal di tempat keajidan akibat mengalami luka pecah dibagian kepala karna terlindas ban belakang truk. Dan untuk korban sudah dilarikan Ke RSUD Kebumen untuk pemeriksaan lebih lanjut ”jelas Ipda Ratimin.

Foto Tempat Kejadian Jumat 20/12/019

Akibat kejadian tersebut, pihaknya menghimbau khususnya kepada pengemudi kendaraan Truk, agar lebih berhati hati dan menggunakan kecepatan yang sewajarnya saat melaju di jalan tersebut. Mengingat, kondisi jalan di Peniron yang sempit (lebar 5 M) dan banyak aktifitas warga yang melintas. Terutama anak anak.

“Kami menghimbau khususnya kepada para pengemudi Truk, agar menggunakan kecepatan yang sewajarnya saat melintas, jangan melebihi kecepatan yang ada. mengingat Kondiisi jalan dipniron yang kecil  ditambah banyak warga yang melintas,”imbuh Ipda Ratimin.

Hingga berita ini di turunkan, Polisi masih meminta keterangan kapada sang pengemudi Truk terkait kecelakaan tersebut. (K24/THR)

KEBUMEN, Kebumen24.com- Naiknya iuran BPJS Kesehatan yang akan diberlakukan mulai per 1 Januari 2020 mendatang. Banyak menuai respon dari sebagian masyarakat Kebumen dengan mengajukan pindah kelas.
Dari data jumlah kunjungan pelayanan peserta yang datang ke Kantor Cabang BPJS Kebumen. Pada Oktober lalu belum terlihat lonjakan begitu signifikan. Tercatat sebanyak 96 peserta pindah data rubah kelas rawat. Sedangkan untuk November sendiri, per tanggal 25 cukup meningkat tajam yakni sebanyak 340 peserta yang mengajukan hal serupa.
Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kebumen Wahyu Giyanto beberapa waktu lalu menjelaskan, pihaknya tidak memungkiri banyak peserta BPJS yang mulai mengurus penurunan kelas. Kondisi tersebut terlihat sejak pengumuman kenaikan BPJS pada awal November kemarin.

“Terkait penurunan kelas memang ada, kita tidak mempermasalahkan. Pasa prinsipnya oeang kan berhitung dari pada berobat ke Rumah Sakit nambah biaya akhirnya turun kelas,” katanya.

Meski demikian, pihaknya menegaskan munculnya penetapan kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak berpengaruh pada kinerja, serta tetap akan memprioritaskan pelayanan yang diterima masyarakat. Sebab, kata Wahyu, lahirnya BPJS merupakan salah satu program unggulan pemerintah dari sektor kesehatan.

“Kita harus menjaga kesejukan karena pertama JKN sebagai salah satu progran yang dapat dirasakan masyarakat,” jelasnya.
 

Sebelumnya, kenaikan iuran BPJS Kesehatan tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Dimana iuran peserta mandiri Kelas II akan meningkat menjadi Rp 110 ribu dari sebelumnya sebesar Rp 55 ribu. Sementara iuran peserta kelas I naik menjadi Rp 160 ribu dari sebelumnya sebesar Rp 80 ribu. Sedangkan kelas III dari Rp 25.5 ribu menjadi Rp 42 ribu.
Mengutip situs resmi BPJS Kesehatan, penurunan kelas pelayanan hanya dapat dilakukan oleh peserta yang sudah satu tahun menjadi peserta. Penurunan kelas pelayanan juga harus diikuti oleh seluruh anggota keluarga yang terdapat dalam satu kartu keluarga. Dengan demikian, peserta yang sebelumnya terdaftar sebagai peserta kelas I dan II bisa turun kelas ke kelas rawat II dan III beserta seluruh anggota keluarga.
Selain itu, Wahyu menyebut, kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Kebumen tergolong cukup tinggi. Dari jumlah penduduk sebanyak 1,3 juta, terdapat 62 persen atau 705.000 jiwa termasuk dalam tanggungan penerima bantuan iuran (PBI) dari APBN. Sedangkan delapan persen atau 93.600 jiwa ditopang PBI menggunakan APBD Kabupaten maupun Provinsi. Adapun kepesertaan mandiri sebanyak 12 persen atau 151.000 jiwa.

 “Jumlah itu masih belum sesuai target kita, masih akan kita maksimalkan lagi,” imbuhnya.

Salah satu peserta yang tidak mau disebut namanya mengungkapkan, dirinya mengaku harus mengajukan turun kelas karena mengingat kenaikan tersebut akan berdampak pada kondisi keuangan keluarganya.

“Satu keluarga saya jumlahnya lima orang, bisa dikalikan saja setiap bulan. Kalau bisa jangan naik lah,” katanya. (K24/Hfd)

Foto Sigit Ardian, di Alun alun kebumen Kamis 19/12/019

KEBUMEN, Kebumen24.com- Sepulangnya Sigit Ardian, salah satu atlet bola voli asal Kecamatan Ayah yang berhasil merebut medali emas pada ajang Sea Games di Filipina merasa tidak mendapatkan perhatian khusus oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Bahkan, untuk merayakan keberhasilan dalam mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Sigit diarak menggunakan belasan mobil dari rumahnya di Desa Karangduwur mengitari pusat Kota Kebumen atas inisiasi dari masyarakat yang merasa bangga atas prestasi yang ditorehkan.

 “Kedatangan kami kesini bukan meminta itu tidak, memang ini inspirasi dari masyarakat Desa Karangduwur yang antusias ingin mengadakan ini dan saya ikuti,” terang Sigit saat ditemui Kebumen24.com di Alun-alun Kebumen, Kamis 19 Desember 2019.

Menurut Sigit, perhatian itu tidak selalu diidentikan dalam bentuk materil. Melainkan sikap Pemkab dalam menempatkan putra daerah yang berprestasi. Hal itu mengandung maksud secara tidak langsung dapat memantik semangat serta memberikan motivasi kepada atlet lain. Atlet yang memiliki tinggi 194 cm itu meminta agar hal yang dialami saat ini tidak terjadi pada atlet berprestasi lainnya.

“Sebenarnya bukan untuk saya pribadi, mungkin nanti generasi muda atau atlet selain saya dari Pemkab sendiri dapat memberikan perhatian cukup,” ujarnya.

Sebelumnya, Selasa (10/12) atas perjuangan Sigit bersama rekan, Indonesia berhasil menang 3-0 (25-21, 27-25, 25-17) atas tuan rumah Filipina di Philsports Arena dan membawa pulang medali emas cabang bola voli indoor putra Sea Games 2019. Selesai berlibur selama sepekan di tanah kelahiranya, Sigit akan menghadapi turnamen Pro Liga pada Januari mendatang.

 “Sabtu besok saya berangkat ke karantina untuk persiapan Pro Liga,” imbuhnya.

Ayah Sigit Ardian, Saban Riyadi mengaku kecewa terhadap Pemkab yang selama ini seolah-olah menutup mata atas prestasi yang diraih oleh anak pertamanya. Dia menjelaskan, sudah sekitar sepuluh tahun Sigit melenggang di turnamen nasional bahkan internasional belum diberikan perhatian.

“Kalau materil Sigit mungkin tidak berharap banyak. Tapi minimal disambut baik,” ucapnya.

Sementara, salah satu warga Desa Karangduwur Sugiyo (40) menuturkan, arak-arakan atau euforia kemenangan Sigit oleh masyarakat setempat sebagai wujud terimakasih serta penghargaan. Dikatakan dia, kegiatan tersebut juga tidak dibiayai dari pihak manapun melainkan dengan mengandalkan swadaya dari masyarakat.

“Kita sebagai masyarakat ingin memeriahkan untuk memberi tahu kepada khalayak lahir seorang Sigit asal Kecamatan Ayah Kebumen bawa medali emas di Sea Games,” tandasnya. (K24/Hfd)

FOTO SAAT PEMUSNAHAN MIRAS KAMIS 19/12/019

KEBUMEN, Kebumen24.com – Mendekati perayaan puncak perayaan Natal dan tahun baru 2020, Polres Kebumen memusnahkan ribuan botol minuman keras (Miras).

Ribuan botol minuman keras itu adalah hasil sitaan dari kegiatan kepolisan yang ditingkatkan dari sejumlah bakul miras di wilayah Kebumen yang dilakukan oleh jajaran Polres Kebumen 6 bulan terakhir.
Pemusnahan dipimpin langsung oleh Waka Polres Kebumen Kompol Prayudha Widiatmoko diikuti Forkopimda dan para peserta apel gelar pasukan Operasi Lilin Tahun 2019, Kamis 19 Desember 2019, di Halaman Mapolres setempat.
FOTO BERSAMA SAAT WAKAPOLRES KEBUMEN BESERTA JAJARAN FORKOPIMDA KAMIS 19/12/019
 Dijelaskan Kompol Prayudha Widiatmoko, pemusnahan Miras yang dilakukan oleh Polres Kebumen diharapkan dalam perayaan Natal dan Tahun baru 2020 berjalan kondusif.

“Dari banyaknya kriminalitas yang terjadi, diawali oleh pengaruh Miras,” jelas Kompol Prayudha.

Lanjut Kompol Prayudha Widiatmoko, meski telah dilakukan pemusnahan di depan Mapolres, pihaknya masih gencar melakukan kegiatan kepolisan yang ditingkatkan dengan melakukan razia.

“Silahkan kepada warga masyarkat Kebumen untuk merayakan Natal dan Tahun Baru 2020. Kita TNI POLRI dan Pemerintah Daerah siap mengamankan,” ungkapnya.

Selanjutnya mengenai Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Tahun 2019 yang digelar Polres Kebumen adalah untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan pengamanan.
Operasi Lilin tahun 2019 merupakan operasi kepolisian terpusat yang akan dilaksanakan selama 10 hari, mulai hari Senin tanggal 23 Desember 2019, sampai dengan hari Rabu tanggal 1 Januari 2020.
operasi ini akan melibatkan 191.807 personel pengamanan gabungan yang terdiri atas 121.358 personel Polri, 17.190 personel TNI, serta 55.259 personel yang berasal dari instansi terkait antara lain Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Pemadam Kebakaran, Linmas, Senkom dan instansi lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia.(K24/W/T)

Tim Lilis Nuryani berbarengan dengan TIm Zaeni Miftah mengabil formulir Pendaftaran Bupati/Wakil Bupati di Kantor PKB
Tim Lilis Nuryani berbarengan dengan Tim Zaeni Miftah mengabil formulir Pendaftaran Bupati/Wakil Bupati di Kantor PKB.18/12/2019


KEBUMEN, Kebumen24.com – Lilis Nuryani yang merupakan istri mantan Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad menambah ramai kontestasi Pilkada dengan menggandeng Zaeni Miftah melalui gerbong PKB. Sinyal kuat keduanya akan maju bersama dibuktikan dengan pengambilan formulir pendaftaran secara bersamaan di DPC PKB Kebumen Jalan Kutoarjo pada Rabu (18/12/19) siang.

Dalam pengambilan formulir pendaftaran, Lilis yang diwakilkan oleh utusannya Arif Budiman diterima langsung Tim Asistensi Pilbup Mahrur Adam Maulana dan Khatimah. Sementara Zaeni Miftah yang juga sebagai Ketua DPC PKB partai berlambang jagat bintang songo itu nampak datang dengan didampingi rekan sejawatnya.

“Saat ini ibu sedang ada kepentingan di luar kota dan mengutus saya untuk mengambil. Setelah ini formulir akan secepatnya dikembalikan,” kata Arif.

Mengenai Lilis memilih Zaeni Miftah, Arif menegaskan hal tersebut merupakan bagian dari penjajakan dalam penjaringan. Akan tetapi, Arif pun belum dapat memastikan pasangan ini mengingat menunggu jawaban dari rekomendasi partai. 

“Iya ini bagian dari penjajakan. Tapi kan politik ini sangat cair,” tandasnya.

Disinggung mengenai dorongan untuk maju Pilbup melalui PKB, Arif menjelaskan pada era kepemimpinan Muhammad Yahya Fuad masih terdapat program belum sesuai dengan harapan. Untuk itu, hadirnya Lilis akan meneruskan estafet sang suami. 

“Sebetulnya melihat perkembangan Kebumen dimana Bu Lilis ingin menyelesaikan program sebelumnya,” tuturnya.

Selain itu, kata Arif, Lilis berkeinginan ke depan akan membangun koalisi kebangsaan dengan bersinergi menyatukan basis dari kalangan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai modal menjaring kekuatan. Oleh karenanya, pola yang terbukti dapat menghantarkan Muhammad Yahya Fuad berpasangan dengan Yazid Mahfudz itu tetap di perhitungkan. 

“Masih menggunakan tim lama dan komunikasi tim intens. Tinggal pencet remot saja,” pungkasnya. (K24/HFD)

KEBUMEN, Kebumen24.com –  Polres Kebumen meminta kepada seluruh pengguna jalan untuk mengendarai kendaraan bermotor dengan aman tanpa membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Hal ini disampaikan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Rikha Zulkarnain saat menanggapi video pemuda mengendarai sepeda motor bebek sambil mandi di jalan baru baru ini.
Menurutnya, aksinya itu sangat berbahaya, dan tidak patut dicontoh meski tujuannya hanya untuk lucu-lucuan.

“Dari video yang kita lihat, perilaku yang dilakukan pengendara tersebut tidak terpuji dan meresahkan masyarakat,” jelas AKP Rikha Zulkarnain, Rabu  18 Desember 2019.

Dihjelaskanya, Dalam video itu terlihat jelas bahwa pengendara itu melakukan beberapa pelanggaran yaitu tidak pakai helm, dan Perbuatan yang tidak sesuai etika berkendara dan dapat merugikan diri bahkan orang lain di jalan.

“Perbuatan ini hendaknya jangan ditiru karna sangat membahayakan diri dan orang lain, kepada pengunggah video pemuda mengendarai sepeda motor tersebut kami minta agar segera menghapusnya,”imbuh Kasat Lantas.

Sementara itu, dalam Video berdurasi sekitar 26 detik yang diunggah oleh akun Wahyudi Boement pada 9 Desember 2019 pukul 18.46 WIB, terlihat seorang remaja laki-laki hanya mengenakan celana merah selutut mengendarai motor bebek Suzuki Shogun. Aksi dilakukan pada malam hari, saat jalanan sepi diduga melintas Jembatan Pelangi Pejagoan.
Berbekal satu ember hitam berisi air yang diletakkan dijepit dengan kedua pahanya. Sebuah gayung pun menjadi alat untuk mengguyur tubuhnya sembari keramas. Tugas salah satu temannya merekam aksi yang tergolong konyol itu, karena tidak menegang setang.

“Perbuatan tersebut melanggar dua pasal dalam Undang-undang RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.Pasal yang dimaksud, yakni Pasal 288 ayat (2) serta pasal 291 ayat (1) undang-undang tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” tandas AKP Rikha Zulkarnain. (K24/T)