Kebumen24.com

KEBUMEN, Kebumen24.com- Menjelang perayaan Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto memprediksi akan ada lonjakan volume penumpang kereta api di wilayah sebesar 4%.
Kenaikan diprediksi mencapai 283.690 penumpang yang naik di wilayah Daop 5 Purwokerto menuju ke berbagai jurusan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2018/2019 yakni sebanyak 274.777 penumpang.

“Untuk di wilayah Daop 5, diperkirakan tanggal 24 Desember dan 1 januari, masyarakat akan menggunakan jasa kereta api,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto, Rabu 18 Desember 2019, saat dikonfirmasi.

Dijelaskan, masa angkutan Nataru telah ditetapkan selama 18 hari mulai 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020 mendatang. Sedikitnya ada 134 kereta api (KA) akan melakukan perjalanan di wilayah Daop 5 Purwokerto, dengan rincian KA reguler Daop 5 sebanyak 24 KA, KA tambahan Nataru Daop 5 sebanyak 6 KA, KA reguler dari Daop lain yg lewat Daop 5 sebanyak 60 KA, KA tambahan Nataru dari Daop lain sebanyak 10 KA, KA lokal Prameks 12 KA, KA bandara 4 KA serta KA barang sebanyak 22 KA.
Sementara, guna mengantisipasi datangnya musim hujan yang bertepatan dengan masa Angkutan Nataru, PT KAI Daop 5 Purwokerto juga menyiapkan petugas penilik jalan (PPJ) ekstra di 13 titik serta penjaga jalan lintas (PJL) ekstra di 15 titik dan petugas posko daerah rawan ekstra 2 titik. Serta penempatan Alat material untuk siaga (AMUS) di 20 lokasi.

“Petugas dan perlengkapan tersebut disiagakan untuk mengamankan perjalanan KA di sepanjang lintas KA untuk memantau apabila terjadi kondisi yang dapat menghambat perjalanan KA,” imbuhnya.

Untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jasa kereta api, lanjut Supriyanto, KAI juga  menyiapkan personel keamanan yang terdiri dari Polsuska 133 personel, security 225 personel dan bantuan eksternal dari TNI maupun Polri 76 personel. Pasukan keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta, dengan total petugas 440 orang.

“Total Daop 5 purwokerto mengerahkan 1.579 personil yang terlibat. PT KAI tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan perjalanan KA serta penumpang dan barang yang diangkutnya,” tuturnya.

Selain itu, selama masa angkutan Nataru tahun ini, pada bidang pelayanan juga melibatkan unsur masyarakat untuk membantu sebagai tenaga customer service e mobile dari kalangan pelajar maupun mahasiswa dan relawan dari pecinta KA (Railfans) spoorlimo yang bertugas memberikan informasi perjalanan KA di Stasiun. (K24/Hfd)

Gombong, Kebumen24.com – Sebanyak 21 anak di Kecamatan Gombong mengikuti Khitanan masal Gratis yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Nurul Falah Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong. Pada acara ini disiapkan lima ruangan khitan dan sepuluh tenaga medis dari Rumah Sakit PKU Muhamadiyah Gombong.
Untuk menenangkan anak yang akan dikhitan, peserta diajak untuk menonton Film motivasi dengan layar lebar di dalam masjid, selain itu juga anak anak diajak untuk mendengarkan dongeng dari ustadz Naufal Syafiq Husnayain.
Kegiatan yang mengusung tema “Jalankan Ibadah Sesuai Syariah” dibuka oleh Takmir Masjid Nurul Falah, selasa 17 Desember 2019, di halaman setempat.
Takmir Masjid Nurul Falah Bambang Purwanto mengatakan kegiatan ini merupakan sebagai upaya dalam pemberdayaan kesehatan masyarakat dilimgkungan masjid. salah satunya dengan kegiatan khitan masal ini.

“Semoga kedepan semakin banyak anak anak yang mengikuti khitanan masal,”ucapnya.

Sementara itu, Dr Aprili Restu Surya Wirananda mengatakan, khitan ini adalah untuk menjaga kebersihan bagian intim. Adapun untuk metodenya sendiri dengan cara memotong bagian kulum untuk membersihkan dari kotoran kotoran yang ada di sekitar bagian yang dikhitan.

”Dengan kegiatan ini semoga anak anak menjadi paham bahwa khitan adalah ibadah sunah yang menjadi wajib, serta ikut menjaga kesehatan warga Indonesia karena dengan khitan adalah untuk menjaga dari infeksi,”katanya.(IMAM)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengajak kepada seluruh insan pers di Kebumen,  untuk mengangkat hal positif melalui pemeberitaan yang menyejukkan.
Hal itu Ia sampaikan pada acara kumpul bareng bersama awak Media Kebumen, Selasa 17 Desember 2019, di salah satu restoran cafe yang ada di Kebumen.
Dalam pertemuan yang cukup akrab sambil santap makan siang itu, AKBP Rudy meminta kepada awak media baik cetak elektornik dan online, untuk mengawal Kebumen melalui pemberitaan yang Positif.
Selain itu, AKBP Rudy juga mengungkapkan pertemuan dengan awak media itu adalah sebuah “Forum Kemitraan Polisi dan Awak Media Polres Kebumen” yang baru dibentuk olehnya.

“ kepada para awak media kami harapkan bisa selalu kroscek terhadap informasi yang diterimanya sebelum dipublikasikan,”ujar Kapolres.
 

Lebih jauh Kapolres juga mengungkapkan pemberitaan yang menurut sifatnya dapat berdampak pada gejolak Kamtibmas, agar dapat diminimalisir supaya masyarkat Kebumen tidak resah.

“Hubungan antara Polres Kebumen dengan para awak media yang telah terjalin sebaiknya kan  harus dimanfaatkan untuk kemajuan Kebumen melalui pemberitaan positif,”imbuh Kapolres.

PREMBUN, Kebumen24.com – Sebagai bentuk ungakapan pemberian penghormatan kepada kaum perempaun khususnya Ibu, keluarga besar Polsek Prembun menggelar nonton Film bareng yang berjudul ‘Surga Kecil di Bondowoso’. Dalam Film berdurasi 15 menit itu, para penonton melihat kisah kehidupan nyata tentang kesetaraan antara pria dan wanita dalam berkeluarga.
Kegiatan nonton bareng yang digelar dalam rangka memeperingati Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-91 tahun 2019  tersebut, mengakat tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”, yang berlangsung Selasa malam 17 Desember 2019, dihalaman Mapolsek setempat.
Dalam acara itu, terlihat puluhan warga berbondong-bondong datang ke Polsek dan turut mengikuti kegiatan nonton bareng bersama jajaran Polsek Prembun yang juga diikuti oleh anggota Bhayangkari beserta anak anak mereka.
Dengan penuh antuasias mereka menyaksikan cerita film di layar proyektor, tentang kehidupan seorang ustad dari Bondowoso, yang sangat progresif dan mengajarkan pada masyarakat di sekelilingnya tentang pentingnya pendidikan bagi anak perempuan, dan juga keterlibatan laki-laki dalam kehidupan berumah tangga.
Kapolsek Prembun Iptu Tejo Suwono pada kesempatan itu mengatakan, kegiatan nobar ini merupakan instruksi Kapolri melalui Kapolda dan diteruskan Kapolres hingga Polsek, diseluruh Nusantara.
Pihaknya berharap, melalui kegiatan nonton film ini dapat sarana yang efektif untuk mengingatkan masyarakat terutama generasi muda tentang kesetaraan gender antar pria dan wanita dalam kehidupan sehari hari.

“Kami berharap dengan menonton Film ini, nantinya bisa di aplikasikan didalam kehidupan sehari hari,”ungkap Iptu Tejo didampingi sang Istri.


Dijelaskanya, Film dokumenter garapan Nia Dinata (sutradara film Arisan) itu mengangkat kisah kehidupan seorang ustad di Bondowoso bersama isterinya yang berprofesi sebagai guru SMP dan juga kepala sekolah di sebuah Taman Kanak-Kanak.
Kemudian Sang ustad memutuskan untuk mengajar ngaji di rumah dan mengemban tugas-tugas domestik rumah tangga yang tidak dapat dilakukan oleh istrinya.

“Film ini membawa pesan keterlibatan pria sebagai seorang ayah, suami dan pribadi yang anti kekerasan,”imbuhnya.

Dengan kisah tersebut, diharapkan juga bisa menjadi pencerahan bagi anak-anak generasi agar selalu patuh dan taat kepada orang tuanya.

“Semoga pesan moril yang diceritakan dalam film ini bisa membawa makna yang positif bagi anak-anak kita,” tandasnya. (K24/THR)

KEBUMEN, Kebumen24.com- Mendekati guliran kontestasi politik Pilkada mendatang. Bupati Kebumen Yazid Mahfudz berharap akan banyak kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang muncul ke permukaan.
Dirinya beranggapan, semakin banyak bursa nama yang akan mengisi kursi AA 1 dan AA 2 akan mengajarkan masyarakat lebih kompetitif dalam memilih sosok pemimpin.

“Lebih banyak calon lebih baik. Umpamanya PDI sudah bisa sendiri, PKB dengan siapa karena kurang satu kursi kemudian partai lain gabung sendiri-sendiri. Kalau bisa ada empat pasang,” katan Yazid Selasa 17 Desember 2019, saat ditemui usai kegiatan di Hotel Karanganyar.

Terkait figur yang akan bertarung di Pilkada besok, Yazid menyerahkan hal itu kepada masing-masing partai politik. Yazid meminta masyarakat jeli dalam memilih calon pemimpin. Menurutnya, masyarakat dapat menilai kapasitas satu persatu paslon melalui debat adu gagasan atau visi misi yang digelar KPU nantinya.

“Namanya siapa itu urusan partai politik. KPU besok akan melaksanakan debat dua kali silahkan dicermati” jelasnya.

Berkaca pada pemilihan sebelumnya seperti Pilpres, Pileg, Pilkades. Kebumen dinilai melaksanakan dengan baik. Dihadapan pimpinan partai politik yang hadir pada kesempatan itu, Yazid mengajak agar turut serta mensukseskan gelaran Pilkada dan optimistis Pilkada akan berjalan lancar.

“Karena pesta demokrasi yang kita laksanakan nanti merupakan hajat bersama tidak hanya partai politik tapi juga hajat Pemkab dan masyarakat Kebumen,” ujarnya.

Selain itu, Yazid Mahfudz juga meminta TNI dan Polri turut menjaga kondusifitas menjelang hingga selesainya kontestasi Pilkada. Terlebih dirinya menekankan terhadap adanya berita hoaks yang menyerang salah satu paslon.

 “Mari kita songsong pilkada dengan gembira rasa asih dan asuh dan bermartabat. Jangan sampai kita terpancing dengan berita yang tidak benar,”tandas Yazid.

Seperti diketahui, saat ini sejumlah nama potensial telah mendaftarkan diri melalui gerbong PDI Perjuangan. Terdapat 14 nama dari berbagai latar belakang dikantongi untuk berebut rekomendasi yang akan dikeluarkan DPP PDI Perjuangan.
Dari nama tersebut antara lain, Sujud Sugiarto, H Yazid Mahfudz, R Wiyoso Pinilih Arumbinang, Setyo Budi, Siti Khomsiyatun, H Arif Sugiyanto, Rahmat Sahid (Bupati), Erwin Kusnadi (Wakil Bupati), Arif Widodo (Wakil Bupati), Bayu Ihktiyar (Caleg tidak terpilih), Teguh Purnomo, Dalyono (Wakil Bupati) ketua Bapilu, dan Ristawati Purwaningsih (Pengurus DPC) serta Supriyono.
Sedangkan saat ini juga masih berlangsung tahapan pendaftaran yang dibuka DPC PKB. Sejumlah nama dari kalangan elit politik, pengusaha serta pejabat telah mengambil formulir antara lain Yazid Mahfudz (Bupati) dan Herwin Kurnadi (Pengusaha), Lilis Nuryani (Istri Mantan Bupati), Zaeni Miftah (Ketua DPC PKB). Namun demikian, belakangan ini muncul pula nama yang berencana maju melalui jalur independen.(K24/HAFIDZ/*)

Foto Saat Herwin Kunadi Mengambil Formulir di Kantor DPC PKB Kebume senin 16/12/19

KEBUMEN, Kebumen24.com – Banyak beredar kabar bahwa Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz telah mengambil formulir pendaftaran Pilbup PKB, pada seni 16 Desember 2019 kemarin. Pengambilan juga bersamaan dengan salah satu pengusaha muda di Kebumen Herwin Kunadi, Sh.

Adapun Yazid Mahfudz melalui utusannya Jenu Arifiadi mengambil formulir untuk Bupati sedangkan Herwin untuk posisi Wakil Bupati.
Dalam pengambilan tersebut juga diikuti oleh Ketua DPC Demokrat Kebumen Joko Budi Sulistyanto dan mantan anggota DPRD Kebumen Muhsinun. Rombongan diterima oleh Anggota Tim Asistensi Pilbup DPC PKB Kebumen H Mahrur Adam Maulana dan Saiful.
Saat dikonfirmasi, Herwin Kunadi mengungkapkan bahwa Dirinya sengaja mendaftar ke PKB untuk posisi Wakil Bupati. Terkait persyaratan dan mekanisme penjaringan yang ditentukan tim asistensi akan dipatuhinya. Ia juga menegaskan pengembalian formulir pendaftaran segera dilakukannya.

“Kita akan ikuti aturan semuanya, dan kita juga dikembalikan secepatnya,” ucap Herwin, Selasa 17 Desember 2019.

Ketika disinggung terkait pengambilan formulir bersama Yazid, Herwin Mengaku tidak ada kesengajaan. Ia menegaskan hal tersebut hanya sebatas kebetulan untuk datang ke kantor DPC PKB Kebumen.

“Itu semua nggak ada unsur kesengajaan hanya kebetulan saja, tapi memang Setelah pengambilan formulir saya dan Bupati Kebumen KH.Yazid Mahfud, menyempatkan bersilaturahmi dengan Jajaran Pengurus Demokrat di Kantor DPC Demokrat diterima Ketua dan Sekretaris Demokrat, didampingi Jenu Arifiadi dan Muhsinun yang juga pengurus PKB,” imbuh Herwin.

Foto Herwin dan Yazid Mahfudz Saat bertemu di Kantor DPC DEMOKRAT Kebumen Senin malam  16/12/19

Sementara itu, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, saat ditemui disela sela kesibukanya, Selasa 17 Desember 2019, Dirinya membenarkan terkait pengambilan Formulir di PKB tersebut. Namun terkait  terkait pengambilan formulir bersama Herwin, Yazid juga mengatakan tidak ada unsur kesengajaan.

“ Ya, kemarin saya kan pas lagi di Jakarta, karna PKB membuka pendaftaran hari Senin, saya langsung mengutus seorang untuk mengambil Formulir tersebut,”ungkap Yazid.

 
Saat disingung mengenai alasan mendaftar di PKB, Yazid menjelaskan, bahwa dirinya juga merupakan bagian dari pengurus Partai Kebangkitan Bangsa.

“Saya kan juga pengurus PKB, tapi kan nanti kita juga butuh koalisi dengan Partai lain dan tidak  bisa sendiri,”imbuh Yazid. (K24/THR)

Foto Ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sejak awal hingga menjelang akhir tahun 2019, terdapat delapan warga Kebumen dilaporkan meninggal akibat terserang Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Tak hanya itu, sejak 2003-2019 Dinas Kesehatan Kebumen mencatat jumlah penderita yang meninggal akibat virus mematikan tersebut sebanyak 432 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Y Rini Kristiani menyebutkan, selama dua tahun terakhir angka meninggalnya orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menunjukan trend penurunan. Dari data yang ada, pada 2017 tercatat ada 10 penderita yang meninggal. Sedangkan 2018 sebanyak 18 penderita.

 “Tahun ini menurun dibawah dua digit. Delapan itu diketahui ketika berada di layanan rumah sakit. Sehingga rumah sakit punya data. Orang yang meninggal kebanyakan sudah dalam kondisi AIDS,” katanya, baru baru ini.

Rini menjelaskan, kebanyakan kasus meninggalnya ODHA disebabkan tidak memperhatikan pola mengkonsumsi obat berjenis ARV yang diperuntukan menjaga sistem kekebalan tubuh penderita ODHA sendiri. Selain itu, kurangnya pemahaman akan bahaya HIV/AIDS dinilai menjadi salah satu faktor.

“Waktu masih fase HIV harusnya rutin minum obat bisa untuk mengurangi karena akan menjaga sistem kekebalan tubuh. Kadang ada yang minum obat tapi ditengah jalan drop out merasa sehat, adapula merasa bosan jadinya menganggap remeh,”jelasnya.

Perlu diketahui, estimasi ODHA di Kabupaten berslogan Beriman sebanyak 1.771 orang. Namun dilaporkan baru 73,8% atau 1.308 orang sejak 2003 hingga saat ini. Di 2019 hingga Oktober, Dinkes mendapatkan laporan ada 150 penderita yang didominasi kaum laki-laki. Namun demikian, Rini berharap kedepan tidak ada peningkatan jumlah laporan yang membuat Kebumen betah menjadi Kabupaten tertinggi nomor dua kasus HIV/AIDS di Jawa Tengah.

“Kita harapkan ya tidak bertambah, segala upaya bersama dengan yang lain sudah kita lakukan agar tidak di urutan kedua,” tuturnya.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kebumen Istiyadi menuturkan, langkah pencegahan terus digencarkan dalam menekan angka ODHA dengan bekerja sama lintas sektoral dinas maupun instansi melalui sosialisasi pendekatan kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS. Serta dilakukan pemeriksaan atau deteksi dini pemberian layanan pemeriksaan dan pengobatan bagi mereka yang divonis positif.

“Langkah pencegahan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat. Pemeriksaan atau screning juga ada, jadi orang yang sehat apakah positif atau tidak,” ucapnya.

Di Kebumen, sampai Oktober 2019 jumlah yang diperiksa terkait HIV/AIDS sebanyak 24.287 orang. Sedangkan yang positif terdapat  150 orang atau 0,61 persen. Adapun yang diprioritaskan, kata Istiyadi, merupakan ibu hamil. Sebanyak 21.612 ibu hamil telah diperiksa. Ditemukan sembilan ibu hamil yang positif terjangkit.

“Ditekankan untuk ibu hamil wajib periksa karena potensial menularkan ke anaknya dan petugas kesehatan yang akan membantu persalinan. Bagi yang positif kita ada perlakuan khusus,” kata dia.

Bagi ODHA, lanjut Istiyadi, telah dimudahkan dengan adanya 10 layanan perawatan dukungan dan pengobatan (PDP) yang tersebar di rumah sakit maupun puskesmas karena setiap bulan harus rutin mengambil obat ARV.

“Tidak harus kontrol setiap bulan ngambil di rumah sakit. Kita sudah ada layanan PDP, dua di rumah sakit dr Soedirman dan Rumah Sakit Prembun dan delapan ada di Puskesmas,”pungkasnya.(K24/HAFIDZ)

Foto Ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Kebumen menyebut kuota khusus penyandang disabilitas dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini tidak terpenuhi.

Selama prosesi pembukaan pendaftaran hingga verifikasi berkas hanya terdapat delapan pelamar CPNS penyandang disabilitas. Adapun yang dibutuhkan 10 formasi.

 “Disabilitas ada delapan pelamar dua diantaranya daftar kriteria disabilitas, empat daftar ke kriteria umum karena sebelumnya belum ada surat yang mengatur disabilitas yang sesuai dengan yang empat itu,” jelas Kepala BKPPD Kabupaten Kebumen Asep Nurdiana, baru baru ini.

Asep menjelaskan, sesuai surat yang dikeluarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) mengenai pendaftaran CPNS tahun 2019 bagi penyandang disabilitas telah terdapat kebijakan baru dari surat yang dikeluarkan sebelumnya dimana formasi khusus penyandang disabilitas hanya dapat dilamar oleh penyandang ragam disabilitas fisik. Namun kebijakan baru tersebut berbunyi tidak hanya disabilitas fisik melainkan penyandang disabilitas fisik, sensorik, mental dan intelektual juga dapat mendaftar pada formasi khusus disabilitas sesuai implementasi Permen PAN-RB nomor 23 tahun 2019.

“Ditengah perjalanan surat terbaru itu keluar setelah ada kordinasi diantaranya dengan Kemensos, Kemenkumham, Kemenaker, Kemenkes dal lainnya terkait pendaftaran disabilitas sehingga ada kebijakan baru,” ucapnya.

Dia menyebutkan, pelamar CPNS formasi khusus didominasi  penyandang disabilitas jenis low vision atau penglihatan rendah. Pada penerimaan CPNS kali ini, dijelaskan Asep ada dua formasi khusus yang dibuka selain khusus disabilitas ada pula formasi khusus cumlaude.

“Ada dua formasi khusus dan satu untuk umum. Bagi yang cumlaude ada keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara dengan pujian atau camlaude dari kementerian yang menyelenggarakan urusan pendidikan tinggi,” tuturnya.

Dari data yang ada, pelamar cumlaude terdapat sebanyak 87 pelamar, sedangkan yang dibutuhkan 20 formasi. Adapun bagi pelamar jalur umum tercatat sebanyak 6256 pelamar. Sementara formasi khusus disabilitas diminati delapan pelamar, sementara yang dibutuhkan sepuluh untuk mengisi formasi guru. Secara keseluruhan, formasi yang dibutuhkan untuk Kabupaten Kebumen sebanyak 530 formasi.

“Dibutuhkan 10 untuk guru saja, karena dikhawatirkan ketika diposisi lain tidak bisa menjalankan tugas yang akan mengganggu ketugasannya,”imbuhnya.

Saat ini, kata Asep, tahapan penerimaan CPNS sedang memasuki agenda supervisi terhadap berkas yang dikirim sebagai syarat administratif. Untuk selanjutnya diumumkan perkiraan pada pertengahan Desember mendatang.

“masih supervisi atau mengecek hasil verifikasi ulang berkas yang diunggah melalui website sscn.bkn.go.id milik BKN apakah memenuhi syarat atau tidak. Jadwal tentatifnya tanggal 16 Desember besok tapi kita tidak tahu kadang ada perubahan,”pungkasnya.(K24/HAFIZD)

Foto Ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Tingginya Kasus perceraian dari tahun ke tahun mengundang keprihatinan tersendiri bagi sebagian pihak. Belakangan ini, tersiar kabar wacana pemerintah pusat akan mencanangkan sertifikasi pra nikah bagi pasangan calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan.

Sontak saja hal itu mendapatkan respon positif dalam mengurangi terjadinya perceraian di Kabupaten Beriman.
Sperti halnya yang diutarakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen Mulyono baru baru ini, pihaknya mengatakan meski program tersebut masih sekedar diwacanakan, secara garis besar pihaknya turut mendukung karena nilai-nilai yang terkandung dalam proses mendapatkan sertifikasi pra nikah terdapat edukasi bagi pasangan calon pengantin dalam menjalani rumah tangga.

 “Itu kan baru diwacanakan, tapi kita nunggu petunjuk teknis dari Pemerintah Pusat. Biar bagaimanapun kita dukung karena dapat menjadi penguat berumah tangga,” katanya.

Selama ini, kata Mulyono, dilingkungan Kemenag melalui KUA telah melakukan bimbingan perkawinan yang salah satunya dimaksudkan agar mencegah terjadinya perceraian. Mekanisme tersebut dimungkinkan tidak berbeda jauh dengan pelaksanaan program sertifikasi pra nikah.

“Setiap tahun kita punya program itu muter di KUA setiap kecamatan. Jadi dibuat kelas berisi 25 pasangan dengan tentor yang berkompeten,” imbuhnya.

Mengacu data yang diperoleh Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Kebumen mencatat, selama periode mulai Januari hingga Agustus 2019 sedikitnya ada 1.456 janda baru di Kebumen. Meski tidak signifikan, angka tersebut terus mengalami kenaikan sejak 2017 lalu. Sesuai perkara tingkat pertama yang diputus pada 2017, jumlah cerai gugat ada sebanyak 1.976 kasus. Sedangkan 2018 terdapat 2.074 kasus yang diputus, jumlah cerai gugat pada setiap tahun berada diatas cerai talak atau yang diajukan oleh pihak suami.
Sementara, Kepala KUA Kecamatan Kebumen H Waliman menuturkan, banyak kemanfaatan yang dapat diambil dari adanya program sertifikasi pra nikah. Dirinya berharap kelak program tersebut tidak hanya sebatas syarat formalitas melangsungkan pernikahan melainkan syarat mutlak yang harus dijalani dan difahami.

 “Jadi jangan hanya sekedar kertas. Satu sisi menguntungkan calon pengantin karena sudah siap dan ada modal menghadapi perkawinan. KUA juga terbantu dalam hal bimbingan sehingga kematangan calon pengantin berdua tidak tergoyahkan oleh cobaan,” terangnya.

Salah satu calon pengantin Nurfidin (24), saat ditemui Satelit Post ketika sedang mengurus berkas pernikahan di KUA Kebumen menuturkan, dirinya tidak mempermasalahkan sertifikasi pra nikah. Justru, kata Nurfidin, akan memperkuat pondasi rumah tangga.

 “Itu bagus untuk jadi bekal kelak, sebelumnya kan memang belum ada. Tidak hanya perceraian tapi juga KDRT juga akan berkurang,” ucapnya.

Tanggapan senada diungkapkan Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Dawamudin Masdar, pihaknya mendukung wacana tersebut. Karena pada dasarnya pelaksanaan program sertifikasi pra nikah telah sesuai dengan ajaran islam.

“Saya sangat mendukung, Program sertifikasi nikah dalam arti bimbingan pra nikah jelas sejalan dengan ajaran Islam, oleh karena itu harus kita dukung,” tandasnya.

Lebih lanjut, Dawamudin menjelaskan, konteks pelaksanaan sertifikasi pra nikah akan menyangkut keilmuan yang berbicara mengenai hak dan kewajiban seorang suami istri. Maka program itu dinilai sangat dibutuhkan. (K24/HAFIDZ)

KARANGANYAR,Kebumen24.com –  Apa yang dilakukan paguyuban toko kelontong di Kabupaten Kebumen ini patut diacungi jempol. Ratusan toko yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC) Kebumen mengupayakan pengurangan sampah plastik. Yakni dengan menerapkan tas belanja yang tidak lagi menggunakan plastik.
Belanja pada toko SRC, akan menggunakan tas belanja ramah lingkungan yang tidak satu kali pakai. Bahkan bagi pelanggan setianya, tas belanja ini diberikan secara cuma-cuma. Tidak hanya itu, komunitas yang terdiri dari 311 anggota juga akan mengutamakan produk lokal pada gerainya.
Hal itu disamapikan Ketua II Paguyuban SRC Kebumen Joko Fitra disela sela kegiatan Pengundian Kupon Berkah Konsumen dan Sosialisasi Pojok Lokal,serta Launching SRC Peduli Sampah Plastik, Selasa 17 Desember 2019, di Hotel Candisari Karanganyar, Kebumen.
Menurutnya, penggunaan tas belanja non plastik sebagai dukungan kepada Pemkab dalam pengurangan sampah plastik. Dimana sampah plastik cukup banyak di Kebumen dan tidak sedikit yang belum dikelola dengan baik.

“Nanti setiap para outlet menyediakan tas belanja non plastik bagi konsumen,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, komunitas yang telah terbentuk beberapa tahun ini akan mengutamakan produk lokal Kebumen. Itu dilakukan dengan menyediakan pojok lokal yaitu tempat khusus untuk menampung produk lokal. Dengan demikian, ini dapat menjadi kesempatan UMKM Kebumen menjual produknya.

“Ini juga bagian dari edukasi masyarakat untuk mengutamakan produk lokal,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz saat melaunching kegiatan utu mengungkapkan, hingga kini sampah masih menjadi permasalahan besar bagi Kebumen. Dirinya maupun Pemkab tidak dapat menangani bilamana tanpa dukungan masyarakat seperti komunitas SRC. Sampah di Kabupaten Kebumen mencapai 120 ton perharinya.

“Jika tidak dikelola dengan baik dapat membuat Kebumen kotor,” tuturnya.

Dalam ksempatan itu, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz juga mengajak semua pihak untuk serentak menjaga kebersihan lingkungan dengan menangani sampah dengan baik. Terlebih Kebumen telah memiliki dua tempat pembuangan akhir (TPA) di Kaligending dan Semali. Bupati juga berharap pemerintahan desa dapat berinovasi dalam pengelolaan sampah di Kebumen. (K24/THR)