KEBUMEN, Kebumen24.com — Mengawali masa tugas di Bumi Beriman, Komandan Kodim 0709/Kebumen yang baru, Letkol Arm Purba Sudibyo, S.I.P., menunjukkan teladan dengan berziarah ke makam pejuang Raden Tumenggung Kertanegara IV atau dikenal sebagai Banyak Wide, Rabu 3 Juli 2025.
Ziarah yang dilaksanakan di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bentuk penghormatan mendalam kepada para tokoh yang berjasa dalam sejarah perjuangan bangsa. Didampingi jajaran Kodim 0709/Kebumen serta tokoh masyarakat setempat, Letkol Purba memanjatkan doa di pusara tokoh perlawanan yang gigih menentang penjajahan Belanda.
“Sebagai prajurit TNI, tugas kami bukan hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga merawat warisan nilai-nilai luhur. Ziarah ini adalah bentuk penghormatan dan pengingat agar kita tak pernah melupakan sejarah,” ungkap Letkol Purba.
Banyak Wide, tokoh keturunan Paku Buwana III, tercatat sebagai salah satu pemimpin perlawanan di wilayah Bagelen pada masa Perang Diponegoro. Meski Pangeran Diponegoro telah ditangkap, Banyak Wide terus menggelorakan perlawanan rakyat hingga akhirnya ditangkap dan dipenjara. Kini, makamnya yang berada di kompleks keluarga Kertanegara diusulkan sebagai cagar budaya karena nilai sejarah yang tinggi sekaligus berpotensi menjadi destinasi wisata religi dan edukasi sejarah lokal.

Tak hanya berziarah, Letkol Purba melanjutkan rangkaian kegiatan dengan melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Jami’ Saka Tunggal. Masjid yang dibangun pada tahun 1719–1722 M ini dikenal sebagai masjid tertua di Kebumen, memiliki satu tiang utama (saka tunggal) yang melambangkan kesederhanaan dan keteguhan iman.
Masjid Saka Tunggal didirikan oleh Adipati Mangkuprojo (Kertowijoyo III) dan hingga kini tetap terjaga keasliannya meskipun beberapa kali mengalami renovasi. Selain menjadi pusat ibadah, masjid ini juga menjadi lokasi ziarah budaya serta makam keluarga besar Mangkuprojo.

Rangkaian kegiatan ziarah dan ibadah ini menjadi simbol integrasi nilai spiritual, sejarah perjuangan, dan pelestarian budaya. Letkol Purba menunjukkan bahwa seorang prajurit sejati tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga merawat akar sejarah dan kearifan lokal yang menjadi jati diri bangsa.
Ziarah ini sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat kebangsaan yang berakar pada keberanian, ilmu, dan keimanan.(k24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















