KLIRONG, Kebumen24.com – Warga Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, dikejutkan dengan kemunculan seekor hiu paus yang terdampar di Pantai Tanggulangin, Kamis (15/10/2026). Satwa laut berukuran panjang sekitar 6 meter dengan berat diperkirakan mencapai 1 ton itu sempat ditemukan dalam kondisi hidup.
Kepala Dusun Tua Buru, Desa Tanggulangin, Purwadi mengatakan, hiu paus tersebut pertama kali ditemukan oleh sekelompok nelayan sekitar pukul 11.30 WIB. Saat ditemukan, hewan berukuran besar itu sudah berada di perairan dangkal sehingga sulit kembali ke laut lepas.
“Ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB oleh sekelompok nelayan,” ujar Purwadi saat dihubungi, Kamis siang.
Menurut Purwadi, para nelayan sempat berupaya mengembalikan hiu paus tersebut ke laut. Namun, upaya itu tidak berhasil karena posisi hewan sudah telanjur berada di perairan dangkal dan sulit didorong kembali ke laut.
“Para nelayan sebenarnya sudah berusaha mengembalikannya ke laut. Tapi tidak bisa karena telanjur mendarat di perairan yang dangkal,” katanya.
Upaya penyelamatan sempat terus diusahakan. Namun, karena tidak memungkinkan untuk dikembalikan ke habitatnya, warga akhirnya memutuskan mengubur hewan tersebut sesuai petunjuk pemerintah. Purwadi menegaskan, warga tidak mengonsumsi daging hiu paus itu.
“Berdasarkan petunjuk dari pemerintah, memang harus dikubur bila tidak bisa dikembalikan ke laut. Warga tidak mengonsumsi dagingnya,” imbuhnya.
Warga setempat mengenal satwa tersebut dengan sebutan hiu trotol karena memiliki bintik-bintik di tubuhnya. Purwadi menyebut, kejadian serupa sudah beberapa kali terjadi di Pantai Tanggulangin. Namun, hiu paus yang ditemukan kali ini termasuk yang terbesar dibandingkan temuan sebelumnya.
“Seingat saya sudah tiga kali ikan mendarat di Pantai Tanggulangin. Untuk kali ini termasuk yang paling besar,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tanggulangin, Kasimin mengatakan, warga bersama Dinas Lingkungan setempat, personel kepolisian, dan TNI akhirnya menguburkan hiu paus tersebut tidak jauh dari lokasi penemuan. Langkah itu dilakukan setelah upaya mengembalikan satwa ke laut tidak berhasil. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














