KEBUMEN, Kebumen24.com – Insan Perintis Keuangan Kabupaten Kebumen terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendekatkan akses terhadap layanan keuangan yang aman dan sesuai kebutuhan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Penguatan Ekosistem Literasi dan Inklusi Keuangan yang digelar di Teater Besar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpus) Kabupaten Kebumen, Kamis (15/10/2026). Kegiatan diikuti 112 peserta yang terdiri dari 56 kepala sekolah dan 56 pustakawan SMP.
Seminar tersebut diselenggarakan oleh Insan Perintis Keuangan Kebumen bersama Disarpus Kabupaten Kebumen, PT Pegadaian Kebumen, dan Ikatan Pustakawan Indonesia Kebumen. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Siska Wulandari selaku Ketua Panitia sekaligus perwakilan Insan Perintis Keuangan Kabupaten Kebumen, Eska Setia Kuncara selaku Analis Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, EPK dan LMSt, Nadyra Jagad, S.I.Kom dari Pegadaian Kebumen, serta Khilmi Maradona selaku Sales Channel Area Purwokerto.
Siska Wulandari mengatakan, edukasi keuangan perlu terus diperluas melalui kerja sama berbagai pihak. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang memadai agar mampu mengenali dan memanfaatkan layanan keuangan secara bijak.
“Insan Perintis Keuangan Kebumen terus berkomitmen melaksanakan edukasi dan meningkatkan inklusi keuangan dengan menggandeng berbagai pihak. Hari ini kami menghadirkan narasumber dari OJK Jawa Tengah dan PT Pegadaian Kebumen untuk memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan,” ujar Siska.
Melalui materi yang disampaikan para narasumber, peserta diajak memahami pentingnya mengenali berbagai produk dan layanan keuangan, termasuk manfaat, risiko, serta cara memanfaatkannya sesuai kebutuhan. Pemahaman tersebut diharapkan membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan secara tepat sekaligus menghindari praktik keuangan yang merugikan.
Penguatan literasi dan inklusi keuangan juga memiliki peran strategis dalam dunia pendidikan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk membangun kecakapan hidup, termasuk kemampuan mengelola keuangan sejak dini. Kepala sekolah, tenaga pendidik, dan pustakawan dapat berperan sebagai penggerak edukasi keuangan bagi peserta didik.
Kepala Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kebumen, Sigit Dwi Purnomo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat literasi keuangan, khususnya di lingkungan pendidikan. Menurutnya, pengenalan literasi keuangan kepada warga sekolah penting dilakukan agar pemahaman tersebut dapat ditanamkan sejak dini.
“Hari ini ada Mbak Siska selaku Insan Perintis Keuangan Kabupaten Kebumen yang bertugas mengedukasi masyarakat. Penting sekali literasi keuangan ini masuk di lingkungan pendidikan seperti SMP,” ujar Sigit Dwi Purnomo.
Melalui kolaborasi dengan lembaga jasa keuangan, termasuk PT Pegadaian Kebumen, akses informasi dan layanan keuangan formal diharapkan semakin dekat dengan lingkungan pendidikan. Edukasi ini tidak hanya mencakup kebiasaan menabung, tetapi juga pengelolaan keuangan, perlindungan konsumen, serta pemahaman terhadap produk keuangan sesuai kebutuhan dan profil risiko.
Seminar ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan lembaga jasa keuangan dalam membangun ekosistem literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, layanan keuangan diharapkan dapat dimanfaatkan secara aman, bertanggung jawab, dan mendukung kesejahteraan dalam jangka panjang. (K24/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














