KEBUMEN, Kebumen24.com — Pemerintah Kabupaten Kebumen terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. Pembangunan dan pemeliharaan jalan, jembatan, pasar, hingga ruang publik dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing kecamatan.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan Kebumen harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pembangunan sumber daya manusia, tetapi juga memastikan kebutuhan infrastruktur masyarakat terpenuhi.
“Membangun Kebumen harus dilakukan secara utuh, tidak hanya membangun manusia yang berkualitas dan sejahtera, namun juga membangun jalan, jembatan, pasar, dan ruang publik,” ujar Lilis saat menghadiri Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haflah Tasyakur Khotmil Qur’an TPQ Nurul Muhajirin di Gombong, Minggu (13/9/2026).
Di Kecamatan Gombong, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sepanjang 2026 antara lain dilakukan melalui pelebaran Jalan Kenanga dan Jalan Sempor Lama. Pemkab Kebumen juga melakukan pemeliharaan Jalan Gombong–Kuwarasan dan Jalan Wero–Semondo.
Selain itu, pembangunan Alun-Alun Manunggal dan bagian depan Pasar Gombong terus berjalan. Pada 2027 mendatang, pembangunan akan dilanjutkan dengan penataan jalur pejalan kaki Gombong dan pembangunan Jembatan Klopogodo.
Pembangunan infrastruktur juga dilakukan di wilayah lainnya. Saat menghadiri pengukuhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Padureso serta PCA Bonorowo, Lilis menyampaikan sejumlah pembangunan jalan di Kecamatan Bonorowo yang akan terus dilanjutkan hingga tahun depan.
Di antaranya Jalan Mrentul–Pujodadi, Jalan Kabekelan–Lembupurwo, serta Jalan Sarwogadung–Bonorowo. Sementara di Kecamatan Padureso, pemeliharaan rutin dilakukan pada Jembatan Pengilon di ruas Jalan Sawangan–Padureso.
Pada 2027, Pemkab Kebumen juga merencanakan perbaikan ruas Jalan Balingasal–Jembangan dan Jalan Sawangan–Padureso.
Lilis menegaskan pembangunan infrastruktur dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan setiap wilayah. Sebab, kebutuhan masyarakat di masing-masing kecamatan tidak selalu sama.
“Pembangunan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah,” katanya.
Menurutnya, pemerataan pembangunan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas masyarakat, perekonomian, dan pelayanan publik.
Di sisi lain, Lilis menekankan pembangunan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Keduanya dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan Kebumen yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















