KEBUMEN, Kebumen24.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN 4 Kebumen berlangsung khidmat sekaligus semarak. Kegiatan yang digelar Senin (7/9/2026) di Mushola Al Ikhlas tersebut menjadi momentum bagi madrasah untuk mengajak siswa memperkuat semangat literasi, pembelajaran, sekaligus membangun akhlakul karimah.
Mengusung tema “Gelorakan Semangat Literasi dan Peningkatan Akhlakul Karimah melalui Keteladanan Nabi Muhammad SAW,” kegiatan tersebut menghadirkan K.H. Fathurrahman sebagai penceramah. Peringatan Maulid Nabi diikuti keluarga besar MAN 4 Kebumen dengan suasana penuh kekhidmatan.
Kepala MAN 4 Kebumen, Drs. Sugeng Warjoko, M.Ed., dalam sambutannya mengingatkan para siswa bahwa belajar sejatinya harus menghasilkan perubahan positif dalam diri.
Menurutnya, seseorang yang belajar akan mengalami perkembangan, dari yang sebelumnya tidak mengetahui menjadi memahami, dari tidak mampu menjadi mampu, serta dari perilaku yang kurang baik menuju pribadi yang lebih baik.
“Ciri-ciri orang belajar adalah yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, yang awalnya tidak bisa menjadi bisa, dan yang awalnya tidak baik menjadi baik,” ungkapnya.
Ia menegaskan, perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten juga dapat menjadi indikator keberhasilan proses pendidikan.
Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan keteladanan Rasulullah SAW. Kepala madrasah mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang patut dijadikan panutan dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam QS. Al-Ahzab ayat 21.
Menurutnya, semangat melakukan perubahan juga mulai terlihat di lingkungan MAN 4 Kebumen. Salah satunya ditunjukkan dengan semakin berkurangnya kasus keterlambatan siswa. Fenomena tersebut dinilai sebagai contoh sederhana bahwa pembinaan dan pendidikan dapat memberikan dampak terhadap perubahan perilaku.
“Perubahan kecil yang dilakukan secara terus-menerus akan menjadi bagian penting dari proses perbaikan,” menjadi pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Pada kesempatan itu, Drs. Sugeng Warjoko juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan siswa yang tergabung dalam kepanitiaan. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak.
Rangkaian acara semakin meriah ketika Tim Hadroh Syifaul Qulub Al Mustofa MAN 4 Kebumen tampil membawakan lantunan shalawat. Suara vokal dan iringan rebana menciptakan suasana religius sekaligus menambah semarak peringatan Maulid Nabi.
Memasuki acara inti, K.H. Fathurrahman mengajak para siswa dan seluruh jamaah untuk menghargai waktu. Ia mengingatkan bahwa waktu merupakan kesempatan yang diberikan Allah SWT sehingga harus dimanfaatkan untuk kegiatan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Dalam tausiyahnya, K.H. Fathurrahman menjelaskan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar peringatan tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut dapat menjadi sarana untuk kembali mengingat perjuangan, keteladanan, dan akhlak Rasulullah SAW.
Kelahiran Nabi Muhammad SAW, lanjutnya, membawa rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah hendaknya tidak berhenti pada ungkapan maupun perayaan, tetapi diwujudkan melalui perilaku dan tindakan nyata.
Salah satu bentuk kecintaan tersebut adalah berusaha mengikuti sunnah dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Kanjeng Nabi ibarat dokter bagi orang yang sakit. Kita adalah orang yang sakit tersebut. Kita bisa sembuh ketika mengikuti arahan dokter,” tutur K.H. Fathurrahman.
Perumpamaan tersebut menggambarkan pentingnya umat Islam mengikuti petunjuk Rasulullah SAW agar mampu menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama.
Ia juga mendorong para siswa untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Namun, kecintaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada lisan, melainkan tercermin melalui sikap, kedisiplinan, kesantunan, kepedulian, dan perilaku sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi di MAN 4 Kebumen pun diharapkan menjadi momentum untuk membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan literasi yang baik, tetapi juga memiliki karakter serta akhlak mulia.(KJ24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















