KEBUMEN, Kebumen24.com – Masyarakat Kabupaten Kebumen diminta waspada terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan Sekretaris Daerah (Sekda) maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen. Modus tersebut menyasar takmir masjid dan mushola dengan menawarkan bantuan dari pemerintah daerah, namun berujung pada permintaan transfer sejumlah uang.
Hal itu disampaikan Sekda Kebumen Edi Rianto saat ditemui di sela-sela kunjungan kerja di Kecamatan Sempor, Minggu (6/9/2026). Ia mengatakan, pihaknya belakangan menerima laporan pengaduan dari masyarakat terkait adanya oknum yang mengaku sebagai Sekda maupun bagian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen.
“Akhir-akhir ini kami mendapatkan laporan pengaduan dari masyarakat terkait dengan oknum yang mengaku Sekda atau pemerintah daerah, yang sasarannya adalah takmir masjid,” ujar Edi Rianto.
Menurutnya, oknum tersebut menginformasikan kepada takmir bahwa masjid atau mushola mereka akan mendapatkan bantuan dari Pemkab Kebumen. Namun, dalam prosesnya, takmir justru diminta mentransfer sejumlah uang dengan berbagai alasan.
Alasan yang disampaikan oknum tersebut antara lain untuk keperluan administrasi bantuan. Bahkan, terdapat modus dengan mengaku bahwa Pemda telah mentransfer bantuan melebihi nominal yang seharusnya, sehingga korban diminta mengembalikan sebagian uang tersebut kepada oknum.
Edi menegaskan, informasi tersebut tidak benar dan merupakan modus penipuan. Ia memastikan dirinya sebagai Sekda Kebumen tidak pernah menghubungi siapapun untuk meminta uang berkaitan dengan bantuan masjid atau mushola.
“Kami sampaikan ini tidak benar. Sekda khususnya tidak pernah menghubungi siapapun untuk meminta uang bantuan masjid atau mushola, untuk proyek, jabatan dan lainnya,” tegasnya.
Ia menjelaskan, apabila terdapat bantuan dari pemerintah daerah kepada masyarakat, seluruh prosesnya dilakukan melalui sistem dan mekanisme pemerintahan daerah. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu memberikan uang kepada pihak yang mengaku pejabat pemerintah dengan alasan untuk memperlancar pencairan bantuan.
“Jika pun ada bantuan kepada masyarakat, itu semua lewat sistem pemerintahan daerah,” jelas Edi.
Untuk mencegah semakin banyak masyarakat menjadi korban, Edi mengimbau warga agar tidak mudah percaya apabila mendapatkan informasi dari pihak yang mengaku sebagai pejabat Pemkab Kebumen dan kemudian meminta sejumlah uang.
Ia meminta masyarakat terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pemerintah daerah untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima.
Selain itu, apabila menemukan atau mengalami modus serupa, masyarakat diminta segera melaporkannya melalui Lapor Cepat Bupati atau Sekda maupun Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
“Apabila ada masyarakat yang mengalami hal serupa, jangan percaya hal tersebut. Konfirmasi kepada pemerintah daerah dan lapor di Lapor Cepat Bupati atau Sekda, bagian Kesra,” katanya.
Edi kembali mengingatkan masyarakat, khususnya para takmir masjid dan mushola, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mencatut nama pejabat maupun pemerintah daerah.
“Saya mohon kepada masyarakat agar tidak mudah percaya,” pungkasnya. (K24/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















