PemerintahanPERISTIWASOSIAL

Kekeringan Meluas, BPBD Kebumen Distribusikan 910 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga

×

Kekeringan Meluas, BPBD Kebumen Distribusikan 910 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com  – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hingga September 2026, total bantuan yang telah didistribusikan mencapai 910.000 liter air bersih. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat di sejumlah desa yang tersebar di wilayah Kebumen dan telah menjangkau sekitar 43.520 penerima manfaat.

Humas BPBD Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap sejak program distribusi dimulai pada 4 Agustus 2026. Menurutnya, wilayah yang menerima bantuan berada di 11 kecamatan, dengan sebagian besar lokasi terdampak berada di kawasan dataran tinggi yang sumber airnya mulai mengalami penurunan debit.

“Desa-desa penerima bantuan air bersih tersebar di 11 kecamatan, sebagian besar di dataran tinggi,” ujar Heri, Minggu (6/9/2026).

Dari total 910 ribu liter air yang telah disalurkan, sekitar 444 ribu liter bersumber dari APBD Kabupaten Kebumen. Sementara 466 ribu liter lainnya berasal dari bantuan berbagai pihak, termasuk dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut dinilai membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mengurangi beban anggaran daerah selama penanganan dampak kekeringan.

Bantuan tidak hanya berasal dari perusahaan, tetapi juga badan usaha milik pemerintah, pihak swasta, serta sejumlah lembaga yang turut menggelar kegiatan sosial.

Salah satu wilayah yang cukup banyak mendapatkan distribusi air bersih adalah Kecamatan Karanggayam.

Di wilayah tersebut, Desa Kalirejo tercatat telah menerima 18 tangki air bersih, sedangkan Desa Clapar memperoleh 14 tangki.

Kondisi ini menunjukkan kebutuhan air bersih masih cukup tinggi, terutama di wilayah yang sumber airnya mengalami penurunan akibat musim kemarau.

Dalam pelaksanaannya, BPBD menyesuaikan pola distribusi dengan kondisi masing-masing wilayah. Air dapat ditempatkan terlebih dahulu di bak penampungan yang telah disiapkan atau dibagikan secara langsung kepada warga di lokasi yang telah ditentukan pemerintah desa.

Di tengah kondisi kemarau yang belum sepenuhnya berakhir, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan yang benar-benar penting.

Pemerintah desa di wilayah yang mulai mengalami kesulitan air juga diharapkan segera berkoordinasi dan mengajukan permohonan bantuan sesuai mekanisme yang berlaku.

Penyaluran air bersih menjadi langkah tanggap darurat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar. Namun, persoalan kekeringan yang berulang setiap musim kemarau juga membutuhkan solusi jangka panjang, terutama melalui penguatan sumber air dan sistem penyediaan air yang lebih berkelanjutan.

Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat, diharapkan kebutuhan air bersih warga Kebumen selama musim kemarau dapat terus terpenuhi.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.