KEBUMEN, Kebumen24.com – Masyarakat Kabupaten Kebumen diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul aksi penipuan yang mencatut nama dan foto Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen, Edi Rianto.
Pelaku diduga menggunakan foto profil serta identitas Edi Rianto melalui aplikasi WhatsApp untuk meyakinkan calon korban. Modus yang digunakan cukup beragam, mulai dari menawarkan bantuan untuk tempat ibadah hingga menjanjikan mutasi dan promosi jabatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pengaduan mengenai aksi tersebut disebut semakin sering diterima dalam satu hingga dua minggu terakhir. Kondisi itu mendorong Sekda Kebumen memberikan klarifikasi agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap komunikasi yang mengatasnamakan dirinya.
Edi Rianto menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menghubungi masyarakat, pengurus tempat ibadah maupun pemerintah desa secara pribadi untuk meminta uang, mengurus pencairan hibah, penganggaran, ataupun kepentingan kepegawaian.
Salah satu modus yang digunakan pelaku menyasar pengurus tempat ibadah atau takmir masjid serta pemerintah desa.
Pelaku biasanya mengaku telah membantu proses pencairan dana hibah dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten Kebumen. Setelah itu, korban diberi tahu bahwa terjadi kelebihan nominal transfer dan diminta mengembalikan sejumlah uang ke rekening yang ditentukan pelaku.
Modus lainnya adalah meminta korban membayar sejumlah uang terlebih dahulu dengan dalih sebagai pajak pencairan bantuan atau Alokasi Dana Desa (ADD).
Edi menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan pemerintah memiliki mekanisme resmi dan dilakukan melalui sistem perbankan, termasuk Bank Jateng.
“Pajak hanya dibayarkan setelah transfer dari pemerintah diterima oleh pihak penerima manfaat. Jika terjadi kekeliruan nominal, sistem Bank Jateng yang akan melakukan pendebitan ulang secara otomatis. Bukan warga yang diminta mengembalikan uang secara manual,” jelas Edi.
Menurutnya, Pemkab Kebumen setiap tahun menyalurkan hibah kepada sekitar 200 penerima. Karena itu, secara logika tidak mungkin Sekda menghubungi penerima bantuan satu per satu melalui pesan pribadi untuk mengatur pencairan maupun meminta pengembalian dana.
Tidak hanya menyasar penerima bantuan, modus penipuan juga berkembang dengan membawa-bawa urusan kepegawaian.
Pelaku menawarkan kemudahan mutasi, promosi, hingga jabatan tertentu kepada ASN. Untuk meyakinkan korban, mereka menggunakan foto profil pejabat daerah dan mengaku memiliki akses langsung terhadap Sekda maupun pemerintah daerah.
Edi Rianto memastikan tawaran semacam itu merupakan modus penipuan. Ia menegaskan bahwa manajemen kepegawaian di lingkungan Pemkab Kebumen dilaksanakan berdasarkan sistem merit, dengan mempertimbangkan kinerja, kompetensi, kebutuhan organisasi serta ketentuan yang berlaku.
Proses pengangkatan, promosi maupun pemindahan pegawai juga memiliki mekanisme resmi sehingga tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan permintaan atau intervensi seseorang melalui komunikasi pribadi.
Aksi pencatutan nama Sekda tersebut disebut telah berlangsung sekitar tiga bulan. Pemerintah Kabupaten Kebumen kini berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Polres Kebumen untuk menelusuri keberadaan pelaku dan mengambil langkah hukum.
Edi meminta masyarakat tidak terburu-buru memenuhi permintaan seseorang yang mengaku sebagai pejabat atau membawa nama pejabat pemerintah, terlebih jika komunikasi tersebut berujung pada permintaan transfer uang.
Masyarakat diminta melakukan verifikasi melalui instansi resmi sebelum mengambil keputusan.
Untuk informasi terkait bantuan hibah atau bantuan tempat ibadah, masyarakat dapat melakukan konfirmasi kepada Bagian Kesra Pemkab Kebumen. Sementara persoalan ADD dapat dikonsultasikan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Adapun informasi mengenai mutasi maupun jabatan ASN dapat dikonfirmasi melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kebumen.
Sekda Kebumen juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya terhadap pesan WhatsApp, panggilan telepon, maupun akun media sosial yang mengatasnamakan pejabat pemerintah dan meminta sejumlah uang.
“Jika menerima pesan mencurigakan, jangan langsung ditindaklanjuti. Lakukan pengecekan melalui saluran resmi dan segera laporkan apabila ditemukan indikasi penipuan,” imbaunya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















