KEBUMEN, Kebumen24.com – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau menjadi perhatian aparat keamanan di Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Polisi dan TNI meningkatkan patroli bersama untuk mencegah munculnya titik api sekaligus mengantisipasi kebakaran meluas di kawasan hutan.
Patroli sinergitas tersebut dilaksanakan Polsek Karanggayam bersama Koramil 05/Karanggayam pada Minggu (6/9/2026) malam. Kegiatan dimulai sekitar pukul 21.30 WIB dengan menyusuri sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi terjadinya karhutla.
Rute patroli dimulai dari Mapolsek Karanggayam menuju Desa Karanggayam, Desa Karangmaja, Jalan Karanggayam, Kalirejo, hingga Simpang Tiga Pasar Karanggayam. Setelah menyisir sejumlah titik, petugas kemudian kembali ke Mapolsek Karanggayam.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan patroli merupakan bagian dari langkah pencegahan, mengingat kondisi vegetasi di kawasan hutan semakin mudah terbakar ketika musim kemarau.
“Patroli ini merupakan upaya pencegahan. Kami mengajak masyarakat ikut menjaga kawasan hutan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” kata Putu, Senin (7/9/2026).
Dalam patroli tersebut, petugas tidak menemukan titik api maupun kejadian kebakaran hutan dan lahan. Kondisi cuaca di wilayah tersebut sebelumnya sempat diguyur gerimis sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB.
Menurut Putu, Karanggayam menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapatkan perhatian karena memiliki kawasan hutan cukup luas. Sebagian kawasan tersebut merupakan hutan yang dikelola Perhutani.
Kondisi geografis yang berbukit serta banyaknya vegetasi berupa tanaman pinus, semak, rumput, daun dan ranting kering dapat meningkatkan risiko kebakaran ketika tingkat kelembapan menurun.
“Ketika terjadi kebakaran di lokasi yang jauh dari akses kendaraan, penanganannya juga bisa menjadi lebih sulit,” ujarnya.
Pada sejumlah kejadian sebelumnya, kebakaran di kawasan hutan Karanggayam diketahui terjadi pada lahan yang ditumbuhi tanaman pinus. Medan yang berbukit dan akses menuju titik api yang tidak mudah dilalui kendaraan membuat proses pemadaman terkadang harus dilakukan secara manual.
Selain faktor cuaca dan kondisi vegetasi, aktivitas manusia juga menjadi salah satu penyebab yang perlu diwaspadai. Pembakaran sampah atau lahan, puntung rokok yang dibuang sembarangan, maupun sumber api lainnya berpotensi memicu kebakaran saat kondisi lingkungan kering.
Karena itu, dalam kegiatan patroli tersebut polisi dan TNI turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat. Peran masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan sangat penting untuk mencegah kebakaran sejak dini.
“Jangan menunggu api membesar. Kalau melihat asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegas AKBP Putu.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















