SEMARANG, Kebumen24.com – Yayasan Bina Cinta Keluarga Kebumen terus memperluas jejaring dan membangun sinergi dengan pemerintah untuk mendorong terwujudnya keluarga dan masyarakat yang sehat secara fisik maupun psikologis.
Langkah tersebut dilakukan melalui pertemuan dan penjajakan kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah, Senin (7/9/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri langsung Founder Yayasan Bina Cinta Keluarga, Prof. Azam Syukur Rahmatullah, didampingi Staf Humas Yayasan Bina Cinta Keluarga, Ilham Sahreza, S.H. Rombongan Yayasan Bina Cinta Keluarga diterima langsung oleh Plt. Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Tengah, Faisa Mukti Septyani, S.Sos., M.Si., bersama jajaran DP3AKB Provinsi Jawa Tengah.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai peluang sinergi antara Yayasan Bina Cinta Keluarga dan pemerintah, khususnya dalam penguatan ketahanan keluarga, pengasuhan anak, perlindungan perempuan dan anak, serta peningkatan kesehatan mental keluarga dan masyarakat.
Pihak DP3AKB Jawa Tengah menyambut baik inisiatif dan keterlibatan Yayasan Bina Cinta Keluarga dalam mendukung program-program pemerintah. Kehadiran lembaga masyarakat yang memiliki perhatian terhadap persoalan keluarga dan kesehatan mental dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat program pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Terlebih, persoalan keluarga saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi dan kesehatan fisik, tetapi juga menyangkut kesehatan psikologis, pola pengasuhan, relasi orang tua dan anak, serta ketahanan mental keluarga dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.
Dalam pertemuan tersebut juga muncul gagasan agar Yayasan Bina Cinta Keluarga mengembangkan Program Desa Binaan Keluarga yang Tangguh Mental di Kabupaten Kebumen. Program tersebut diharapkan dapat menjadi proyek percontohan yang dikembangkan secara sistematis di satu desa terlebih dahulu. Apabila menunjukkan hasil yang baik, program tersebut dapat direplikasi dan dikembangkan di desa-desa lainnya.
Gagasan tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui sinergi antara Yayasan Bina Cinta Keluarga, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta DP3AKB Provinsi Jawa Tengah.
Founder Yayasan Bina Cinta Keluarga, Prof. Azam Syukur Rahmatullah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Menurutnya, pertemuan antara Yayasan Bina Cinta Keluarga dan DP3AKB Jawa Tengah bukan sekadar pertemuan kelembagaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kekerabatan, kolaborasi, dan kesamaan visi dalam memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Kami sangat bersyukur atas pertemuan ini. Bagi kami, ini bukan hanya tentang membangun hubungan kelembagaan, tetapi juga membangun kekerabatan dan sinergi untuk visi, misi, serta tujuan yang sama, yaitu bagaimana ikut membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera, baik secara psikis maupun fisik,” ujar Prof. Azam.
Ia menambahkan, Yayasan Bina Cinta Keluarga ingin mengambil bagian dalam menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, persoalan kesehatan mental keluarga tidak cukup hanya dibicarakan di ruang-ruang akademik atau seminar, tetapi perlu dibawa langsung ke tengah masyarakat melalui pendekatan akar rumput.
“Keluarga adalah fondasi utama masyarakat. Kalau keluarga memiliki ketahanan mental yang baik, maka akan lahir lingkungan yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, kami ingin hadir bersama masyarakat, dari desa ke desa, untuk membangun keluarga yang tangguh secara mental,” tambahnya.
Program Desa Binaan Keluarga yang Tangguh Mental nantinya diarahkan untuk memperkuat kapasitas keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan, mulai dari pengasuhan anak, komunikasi dalam keluarga, pengelolaan emosi, kesehatan mental orang tua dan anak, hingga membangun lingkungan keluarga yang aman dan suportif.
Yayasan Bina Cinta Keluarga berharap penjajakan tersebut dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih konkret dengan pemerintah. Dengan demikian, berbagai program penguatan keluarga tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga masyarakat, akademisi, dan masyarakat akar rumput dalam membangun keluarga Indonesia yang tangguh, sehat, dan sejahtera. (K24/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















