KEBUMEN, Kebumen24.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar rapat evaluasi pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 menyusul sorotan publik terkait armada transportasi kontingen atlet.
Rapat evaluasi tersebut dihadiri Bupati Kebumen dan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen, Kamis (3/9/2026).
Turut hadir Sekretaris Daerah, Asisten 1 Sekda, Kepala Disdikpora, Bapperida, BPKPD, Ketua KONI, K3S, MKKS, perwakilan cabang olahraga, serta para pegiat olahraga daerah.
Evaluasi dilakukan setelah penggunaan mikrobus engkel untuk pemberangkatan atlet pelajar menuju Semarang menjadi sorotan di media sosial. Kondisi tersebut memunculkan berbagai tanggapan publik karena para atlet membawa nama Kabupaten Kebumen dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Dalam pemaparannya, Kabid Kepemudaan dan Olahraga Disdikpora Kebumen Tri Mujiyanto menjelaskan kondisi kontingen Kebumen dalam POPDA 2026. Tahun ini, kontingen berkekuatan 321 orang yang terdiri atas 248 atlet dari alokasi dinas, 16 atlet mandiri, serta 57 pelatih dan official.
Kontingen juga didampingi tujuh orang unsur dinas dan lima orang panitia pelaksana. Mereka ditempatkan di penginapan BPBMP Semarang dan mengikuti pertandingan pada 18 cabang olahraga yang tersebar di 14 venue di Kendal, Pati, dan Kota Semarang.
Tri menjelaskan, kebutuhan anggaran dan logistik tahun ini meningkat dibandingkan pelaksanaan POPDA 2025. Salah satu faktornya adalah bertambahnya jumlah cabang olahraga dari 16 menjadi 18 cabor.
Selain itu, terdapat kebijakan baru yang memungkinkan juara satu dan dua cabang olahraga beregu lolos ke tingkat provinsi. Kebijakan tersebut turut meningkatkan potensi jumlah atlet yang mengikuti POPDA tahun ini.
Dari sisi pelaksanaan, POPDA 2026 juga digelar dalam satu tahap penuh selama enam hari, yakni 1 hingga 6 September 2026. Kondisi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya yang dibagi menjadi dua tahap berdasarkan jenjang pendidikan.
Keterlambatan penerbitan petunjuk teknis (juknis) yang baru diterbitkan pada April 2026 juga menjadi salah satu kendala dalam penyesuaian anggaran.
Berdasarkan paparan, alokasi awal dalam DPA untuk tingkat provinsi sebesar Rp391.051.600. Sementara kebutuhan riil berdasarkan perhitungan mencapai Rp620.192.000, sehingga terdapat selisih sekitar Rp229.140.400.
Selisih kebutuhan tersebut antara lain terjadi pada komponen angkutan, konsumsi, dan seragam. Terkait penggunaan mikrobus engkel yang menjadi sorotan, pihak dinas menjelaskan bahwa pemilihan armada dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran dan fleksibilitas mobilitas.
Venue pertandingan yang tersebar di 14 titik menjadi salah satu pertimbangan. Mikrobus dinilai lebih fleksibel untuk mobilisasi harian kontingen selama berada di Semarang.
Meski demikian, pihak dinas mengakui adanya kekurangan dalam perencanaan mitigasi risiko di lapangan dan menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang terjadi.
Sementara itu, pegiat olahraga sekaligus Ketua Perbati Sujud Sugiarto memberikan kritik dan masukan kepada Pemkab Kebumen dan Disdikpora. Menurutnya, kenyamanan atlet perlu menjadi perhatian karena mereka berjuang membawa nama baik daerah.
“Ini atlet untuk membawa nama baik Kebumen. Yang mengelola anggaran mestinya melihat perubahan atau dinamika di lapangan. Karena ini evaluasi, maka tahun depan jangan terjadi lagi,” ujar Sujud.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Kebumen menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai persoalan tersebut tidak terlepas dari kendala komunikasi antara perangkat daerah dengan pimpinan.
Bupati mengaku tidak menerima undangan resmi saat proses pelepasan kontingen sehingga koordinasi mengenai kelayakan fasilitas belum dapat dilakukan lebih awal.
“Jangankan Pak Sujud, saya seorang ibu juga sedih melihat kendaraan seperti itu. Mengapa tidak ada komunikasi? Saya merasa anak-anak itu seperti anak saya sendiri. Harus ada rasa nyaman, karena mereka membawa nama Kebumen,” tegas Bupati.
Sebagai bentuk perhatian terhadap para atlet pelajar yang tengah berjuang, Bupati memastikan pemerintah daerah akan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas transportasi kontingen.
“Insyaallah ke depan akan diperbaiki. Karena bagaimanapun itu anak-anak kita yang akan mengharumkan nama Kebumen. Saya sebagai Bupati, nanti bus-busnya akan saya ganti,” pungkasnya sebelum bersiap meninjau langsung kontingen di Semarang.
Di tengah evaluasi tersebut, kontingen Kebumen hingga Kamis (3/9/2026) telah mengumpulkan 12 medali, terdiri atas empat emas, dua perak, dan enam perunggu. Raihan tersebut menempatkan Kebumen sementara di peringkat ke-11 tingkat Jawa Tengah.
Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap capaian tersebut terus memotivasi para atlet untuk memberikan hasil terbaik hingga seluruh rangkaian POPDA Provinsi Jawa Tengah 2026 berakhir. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














