KEBUMEN, Kebumen24.com – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri kegiatan Maulidurrosul Muhammad SAW dan Haul ke-8 Al Maghfiroh KH Musyafa’ Ali yang digelar Jami’yyah Thoriqoh Syadziliyyah Pondok Pesantren Al Falah, Sumberadi (Somalangu), Kabupaten Kebumen, Sabtu (29/8/2026).
Kehadiran Joko Widodo disambut antusias oleh jamaah dan masyarakat yang hadir di halaman Pondok Pesantren Al Falah. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan sejumlah pesan sekaligus mengingatkan masyarakat mengenai berbagai tantangan yang tengah dihadapi dunia.
Jokowi mengawali sambutannya dengan menyampaikan tiga pitutur atau nasihat dalam bahasa Jawa yang selama ini kerap ia sampaikan kepada masyarakat.
Tiga pitutur tersebut yakni, “Lamun siro sekti, ojo mateni. Lamun siro pinter, ojo minteri. Lamun siro banter, ojo ndisiti.”
Jokowi menjelaskan, “Lamun siro sekti, ojo mateni” mengandung pesan agar seseorang yang memiliki kekuatan maupun kekuasaan tidak menggunakannya untuk menjatuhkan orang lain.
“Jangan menggunakan kekuasaan yang kita miliki untuk menjatuhkan orang, itu hal yang tidak baik. Kekuasaan dan jabatan hanya sementara dan titipan, itu yang harus kita ingat saat memiliki kekuasaan,” jelasnya.
Kemudian, “Lamun siro pinter, ojo minteri” bermakna bahwa seseorang yang memiliki kepintaran tidak boleh merasa paling pintar.
Sedangkan “Lamun siro banter, ojo ndisiti” mengajarkan agar seseorang yang memiliki kemampuan lebih cepat tidak selalu ingin mendahului orang lain.
Selain menyampaikan pitutur Jawa, Jokowi juga mengingatkan masyarakat mengenai tiga tantangan besar yang tengah dihadapi dunia saat ini.
Tantangan pertama adalah perubahan iklim. Menurut Jokowi, kondisi iklim dunia saat ini semakin sulit diprediksi. Ia mencontohkan sejumlah wilayah di Eropa yang biasanya mengalami cuaca dingin, namun kini dapat mengalami suhu panas.
Pola hujan yang tidak menentu juga berpotensi menyebabkan berbagai bencana, termasuk banjir bandang. Karena itu, Jokowi mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan dengan menanam pohon mulai dari lingkungan sekitar.
“Saya mengajak bapak ibu semua untuk menanam pohon dimulai dari lingkungan sekitar untuk menjaga kelestarian agar udara sejuk dan tidak panas,” katanya.
Tantangan kedua yang disoroti Jokowi adalah geopolitik. Ia menyinggung perang Rusia-Ukraina yang telah menelan banyak korban jiwa serta konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Palestina dan Iran.
Menurutnya, dampak konflik geopolitik tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang terlibat langsung dalam peperangan, tetapi juga dapat berimbas ke negara lain, termasuk Indonesia.
Ia mencontohkan perang Rusia-Ukraina yang berdampak terhadap kenaikan harga gandum. Sementara konflik di kawasan Timur Tengah juga dapat memberikan dampak terhadap harga minyak.
Tantangan ketiga adalah perkembangan teknologi dan distribusi informasi. Jokowi menilai arus informasi melalui media sosial saat ini semakin sulit dikendalikan.
“Tantangan lain yaitu kekacauan teknologi melalui distribusi informasi. Sekarang media sosial susah dikendalikan hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence yang sering disalahgunakan,” ujarnya.
Menurut Jokowi, perkembangan teknologi harus disikapi secara bijak agar kemajuan tersebut tidak justru menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Jokowi mengaku senang dapat hadir dalam kegiatan Maulidurrosul Muhammad SAW dan Haul ke-8 KH Musyafa’ Ali di Pondok Pesantren Al Falah.
“Saya senang sekali bisa hadir dalam maulid Nabi Pondok Pesantren Al Falah dan haul ke-8 KH Musyafa’ Ali dan menyapa masyarakat Kebumen yang begitu ramah,” pungkasnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Sumberadi (Somalangu), Kebumen, KH. M. Zulfian Ikfina, S.IP., M.A., menyampaikan apresiasi atas kedatangan Joko Widodo dalam kegiatan tersebut.
“Kami menyambut baik kedatangan Presiden ke-7 Republik Indonesia Bapak Joko Widodo yang telah berjasa memberikan banyak pembangunan saat menjabat sebagai presiden, salah satunya jalan dan tol sehingga saat mudik kemacetan bisa berkurang,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan kepemimpinan bangsa Indonesia saat ini maupun di masa mendatang agar senantiasa dapat melanjutkan cita-cita dan visi misi mulia bangsa.
“Kita doakan bersama semoga kepemimpinan hari ini dan masa yang akan datang senantiasa bisa melanjutkan cita-cita dan visi misi mulia bangsa,” katanya.
Menurut KH. M. Zulfian, sosok Joko Widodo hingga saat ini masih menjadi magnet di berbagai tempat. Hal tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari ketulusan Jokowi dalam mencintai dan membangun bangsa Indonesia.
“Banyak hujatan, cacian, hinaan, hingga fitnah yang menerpa beliau, tapi insyaallah saya dan jamaah Ponpes Al Falah yakin bahwa Pak Jokowi adalah pribadi yang tulus untuk bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, KH. M. Zulfian juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan terhadap setiap langkah Joko Widodo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ia berharap melalui perjuangan tersebut dapat terwujud impian Indonesia 2015-2085 yang ditulis Joko Widodo, yakni Indonesia yang unggul, berbudaya, religius, toleran, menjadi pusat pendidikan dan teknologi dunia, memiliki pemerintahan yang tidak korupsi, serta menjadi barometer ekonomi, infrastruktur maupun peradaban dunia.
“Kita doakan semoga beliau selalu sehat dan sukses selalu dalam menjadi guru bangsa yang tanpa lelah mencintai Nusantara,” tuturnya. (K24/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















