PendidikanReligi

Ngopi Bareng Kiai dan Gus, Kemenag Kebumen Dorong Standar Pengelolaan Pesantren yang Berkualitas

133
×

Ngopi Bareng Kiai dan Gus, Kemenag Kebumen Dorong Standar Pengelolaan Pesantren yang Berkualitas

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen menggelar forum Ngopi Bareng Kiai dan Gus sebagai ruang dialog bersama para pengasuh pondok pesantren dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas penguatan tata kelola pesantren yang lebih berkualitas. Kegiatan berlangsung di halaman Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kankemenag Kebumen, Rabu malam (29/7/2026).

Forum tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Anif Solikhin, Kepala Seksi PD Pontren H. Fahrudin, para kepala seksi dan penyelenggara di lingkungan Kankemenag Kebumen, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kebumen Joni Hernawan, perwakilan Dinas Kesehatan PPKB, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ketua RMI PCNU Kebumen Gus Johan Amru, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kebumen Gus Tamam, serta para pengasuh pondok pesantren.

Dalam forum tersebut, peserta mendiskusikan berbagai isu strategis yang dihadapi pesantren, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, tata kelola kelembagaan, perlindungan santri, hingga penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pesantren.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Gerakan Terpadu Pembinaan dan Sambang Pesantren (Go-Tren) yang diinisiasi Seksi PD Pontren. Program bertema “Pesantren Berdaya, Negara Jaya” itu dirancang sebagai gerakan kolaboratif lintas sektor untuk memperkuat pesantren dari berbagai aspek, seperti kesehatan, kebersihan lingkungan, perlindungan anak, pemberdayaan ekonomi, hingga pembinaan kelembagaan.

Menurut Anif, gagasan menghadirkan forum khusus bersama para kiai dan gus muncul setelah pelaksanaan Sambang Pesantren di Pondok Pesantren Nurul Falah. Dari hasil dialog di lapangan, masih banyak persoalan yang membutuhkan solusi bersama.

“Dari diskusi di lapangan kami menyadari masih banyak persoalan pesantren yang memerlukan solusi bersama. Karena itu kami menghadirkan forum Ngopi Bareng Kiai dan Gus agar pemerintah, pesantren, dan seluruh pemangku kepentingan dapat duduk bersama mencari jalan keluar terbaik,” ujarnya.

Ia menegaskan, Kementerian Agama tidak ingin menyusun kebijakan secara sepihak. Setiap kebijakan yang berkaitan dengan pesantren harus lahir melalui dialog bersama para pengasuh agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Anif berharap forum tersebut menjadi langkah awal dalam merumuskan standar pengelolaan pesantren di Kabupaten Kebumen, mulai dari kelayakan bangunan, keamanan lingkungan, perlindungan santri, tata kelola kelembagaan, hingga peningkatan kualitas pendidikan.

“Kami ingin kegiatan seperti ini terus berlanjut. Harapannya lahir kesepakatan bersama mengenai standar pengelolaan pesantren sehingga seluruh pesantren memiliki acuan yang sama dalam memberikan layanan pendidikan yang aman, nyaman, berkualitas, dan berpihak kepada kepentingan santri,” katanya.

Selama diskusi berlangsung, berbagai persoalan turut mengemuka, di antaranya standar bangunan pondok pesantren, upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, pencegahan perundungan (bullying), perlindungan dari kekerasan seksual, hingga pentingnya membangun sistem pengasuhan yang ramah anak di lingkungan pesantren.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Fahrudin, menyoroti pentingnya tertib administrasi kelembagaan pesantren. Ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah pondok pesantren yang perlu menyelesaikan izin operasional serta memperbarui data pada sistem Education Management Information System (EMIS).

Menurutnya, data yang akurat menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pemerintah. Program pembinaan, bantuan, maupun pengembangan pesantren akan lebih tepat sasaran apabila didukung data kelembagaan yang lengkap dan mutakhir.

“Validitas data menjadi kunci. Karena itu kami mengajak seluruh pengelola pesantren segera melengkapi izin operasional dan memperbarui data EMIS secara berkala. Dengan data yang akurat, kebijakan pemerintah akan lebih tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pesantren,” jelas Fahrudin.

Melalui forum Ngopi Bareng Kiai dan Gus, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen berharap sinergi antara pemerintah, pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang mendukung kemajuan pesantren sekaligus menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, berkualitas, ramah anak, dan mampu mencetak generasi yang berakhlak mulia. (K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.