KEBUMEN, Kebumen24.com – Alun-alun Pancasila Kebumen berubah menjadi lautan manusia, Sabtu (23/8/2026) malam. Ribuan warga memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan Opening Ceremony Kebumen Fest 2026, yang memadukan pertunjukan seni budaya, kreativitas masyarakat, hingga hiburan musik.
Pembukaan festival tahunan itu ditandai dengan prosesi penabuhan gong oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tamu undangan.
Sejak awal acara, panggung Kebumen Fest tidak hanya menawarkan hiburan. Penyanyi asal Kebumen, Yoda Idol, tampil sebagai pembuka sebelum pertunjukan berlanjut pada Sendratari The Tales of Karangbolong.
Sendratari yang melibatkan sekitar 150 penari asal Kebumen tersebut mengangkat kisah perjuangan Pangeran Surti mencari penawar untuk menyembuhkan sang ibunda yang terkena teluh Sang Angkaramurka.
Dengan koreografi dan aransemen musik yang diperbarui, pertunjukan tersebut dikemas lebih megah. Di tengah dominasi hiburan modern, sendratari ini menjadi bagian penting dari upaya membawa kembali cerita rakyat dan kekayaan budaya lokal ke hadapan masyarakat, terutama generasi muda.
Namun, sorotan terbesar malam itu datang ketika Anji naik ke atas panggung. Penyanyi nasional tersebut langsung menghidupkan suasana. Sejumlah lagu populer seperti Bidadari Tak Bersayap, Menunggu Kamu, Kekasih Terhebat, dan Melepasmu dibawakan di hadapan ribuan penonton yang ikut bernyanyi.
Antusiasme warga menunjukkan bahwa gelaran seperti Kebumen Fest memiliki daya tarik besar. Tetapi, di balik kemeriahan tersebut, tantangannya adalah bagaimana festival tidak berhenti sebagai pesta hiburan tahunan, melainkan benar-benar menghasilkan dampak yang dirasakan masyarakat.
Hal itu pula yang ditekankan Bupati Kebumen Lilis Nuryani. Menurutnya, Kebumen Fest dirancang bukan sekadar sebagai panggung hiburan, tetapi sebagai ruang untuk mempertemukan seni, budaya, kuliner, UMKM, komunitas, serta kreativitas generasi muda.
“Kebumen Fest ini merupakan panggung untuk kreativitas masyarakat. Di sini kita bertemu seni dan budaya, kuliner, UMKM, komunitas, karya anak muda, serta ruang bagi masyarakat untuk berekspresi dan memperkenalkan potensi Kebumen,” ujar Lilis.
Ia berharap perhelatan tersebut mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal. UMKM dan pelaku ekonomi kreatif diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap acara, tetapi memperoleh kesempatan nyata untuk memperluas pasar.
“Saya berharap selama festival berlangsung UMKM ikut tumbuh, kuliner lokal semakin dikenal, produk masyarakat semakin banyak dibeli, dan pelaku ekonomi kreatif semakin percaya diri,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi penyelenggara. Besarnya jumlah pengunjung harus dapat diterjemahkan menjadi perputaran ekonomi yang nyata bagi pedagang, pelaku UMKM, pekerja kreatif, seniman, hingga masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Di sisi lain, Lilis secara terbuka mengakui masih banyak persoalan yang harus diselesaikan pemerintah daerah.
“Saya menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Saya mohon maaf karena belum mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kebumen,” ungkapnya.
Ia menyampaikan sejumlah capaian pembangunan hingga pertengahan 2026, di antaranya perbaikan sekitar 20 ruas jalan dan tiga jembatan. Pemerintah daerah juga disebut terus memperluas akses pelayanan kesehatan serta mengupayakan kembali hadirnya layanan Kereta Prameks hingga Kebumen.
Kebumen Fest 2026 pada akhirnya bukan hanya soal panggung dan kerumunan penonton. Festival ini menjadi ujian apakah kreativitas, budaya, UMKM, dan hiburan dapat berjalan beriringan dengan agenda pembangunan daerah.
Jika momentum tersebut mampu membuka pasar bagi produk lokal, menghidupkan ekonomi kreatif, memperkuat identitas budaya, dan memberi ruang lebih luas bagi anak muda, maka kemeriahan Kebumen Fest tidak berhenti ketika lampu panggung dipadamkan.
“Mari jadikan momentum ini untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, menjaga budaya, dan membuka semakin banyak ruang bagi generasi muda,” pungkas Lilis. (K24/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















