PendidikanReligi

Sambang Pesantren di Kebumen, RMI PWNU Jateng Perkuat Tata Kelola dan Perlindungan Santri

42
×

Sambang Pesantren di Kebumen, RMI PWNU Jateng Perkuat Tata Kelola dan Perlindungan Santri

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

SRUWENG, Kebumen24.com – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah menggelar kegiatan Sambang Pesantren “Pesantrenku Aman” di Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Jabres, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat tata kelola pesantren dan perlindungan santri agar lingkungan pesantren semakin aman, nyaman, dan ramah.

Kegiatan dihadiri Perwakilan RMI PBNU KH. Marzuki Wahid, Ketua RMI PWNU Jawa Tengah KH. Ahmad Fadlullah Turmudzi, Rois Syuriah PCNU Kebumen KH. Afifuddin Hanif Al Hasani, Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Dr. Imam Satibi, M.Pd.I, Ketua RMI PCNU Kabupaten Kebumen KH. Johan Amru Al Hafidz, Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Kebumen KH. Fakhrudin, M.Pd., Kasubag TU Kemenag Kabupaten Kebumen Dr. H. Salim Wazdy, S.Ag., M.Pd., serta Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Falah Nyai Hj. Hidayatul bersama M. Badar Khasbulloh.

Ketua RMI PWNU Jawa Tengah KH. Ahmad Fadlullah Turmudzi mengatakan, program Sambang Pesantren dilaksanakan dengan mengunjungi pesantren-pesantren NU di berbagai daerah di Jawa Tengah untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan berbagai program RMI.

“Kesempatan ini penting untuk mengajak seluruh pimpinan dan pengasuh pesantren agar lingkungan pesantren aman, nyaman, dan ramah bagi santri. Kami juga mengajak pesantren berbenah di bidang manajemen, tata kelola, hingga kepengasuhan supaya pesantren menjadi tempat yang lebih baik bagi para santri dalam menuntut ilmu agama,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Kabupaten Kebumen menjadi lokasi ke-11 pelaksanaan Sambang Pesantren RMI PWNU Jawa Tengah sepanjang tahun 2026.

Menurutnya, maraknya kasus kekerasan hingga pelecehan seksual yang terjadi di sejumlah pondok pesantren harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, RMI PWNU Jawa Tengah secara rutin menggelar halaqah dan pertemuan para pengasuh pesantren sebagai upaya memperkuat tata kelola pengasuhan.

“Pesantren perlu kita dampingi dalam tata kelola pengasuhan. Berbagai isu yang muncul menjadi bahan evaluasi agar pesantren terus berbenah dan mampu memberikan perlindungan terbaik bagi para santri,” katanya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola pesantren, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah melalui Kementerian Agama, terutama dalam pengawasan izin operasional pondok pesantren.

Menurutnya, standar kelayakan operasional pesantren perlu diperjelas agar mampu menjamin keselamatan dan kenyamanan santri. Selain itu, ia juga menyoroti masih adanya lembaga pendidikan formal di lingkungan pesantren yang belum memiliki izin operasional sehingga diperlukan sinergi lintas kementerian.

“Melalui kegiatan Sambang Pesantren ini kami mengajak pondok pesantren untuk kembali melihat bagaimana organisasinya, tata kelola manajemennya, hingga sistem pengasuhannya. Ini penting agar pesantren menjadi rumah yang aman dan nyaman, bebas dari kekerasan, perundungan, maupun pelecehan seksual,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua RMI PCNU Kabupaten Kebumen KH. Johan Amru Al Hafidz mengapresiasi pelaksanaan Sambang Pesantren yang dinilai memberikan banyak manfaat bagi pengasuh dan pengelola pondok pesantren di Kabupaten Kebumen.

“Alhamdulillah kami sangat senang karena RMI PWNU Jawa Tengah hadir memberikan banyak wawasan. Ada berbagai halaqah mulai dari pengasuh pondok pesantren, admin pondok, media, hingga madrasah diniyah. Ini akan membuka wawasan para pengelola pondok pesantren untuk menciptakan iklim pesantren yang semakin baik,” ujarnya.

Johan mengatakan, saat ini terdapat 106 pondok pesantren NU di Kabupaten Kebumen yang telah memiliki izin operasional. Ia menilai kondisi pesantren di Kebumen masih tergolong aman.

Meski demikian, ia mengakui maraknya pemberitaan mengenai kasus-kasus di sejumlah pondok pesantren di media sosial turut berdampak terhadap kepercayaan masyarakat, bahkan menyebabkan penurunan jumlah santri di beberapa pesantren.

“Insyaallah kondisi pesantren di Kabupaten Kebumen masih tergolong aman. Melalui Sambang Pesantren ini kita terus berikhtiar merawat dan meningkatkan keamanan serta kenyamanan bagi para santri, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pondok pesantren,” pungkasnya.

Menutup keterangannya, KH. Johan Amru Al Hafidz menegaskan komitmen RMI PCNU Kabupaten Kebumen untuk terus mendukung terwujudnya pondok pesantren yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh santri. Menurutnya, RMI akan terus bersinergi dengan para pengasuh pesantren, PCNU, Kementerian Agama, serta berbagai pihak terkait dalam memperkuat tata kelola, sistem pengasuhan, dan budaya perlindungan santri.

“Kami berkomitmen mendampingi pondok pesantren di Kabupaten Kebumen agar terus meningkatkan kualitas tata kelola dan pengasuhan. Harapannya, seluruh pesantren NU di Kebumen benar-benar menjadi rumah yang aman, nyaman, ramah, serta mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan mendapat perlindungan yang baik selama menimba ilmu,” pungkasnya. (K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.