SEJARAH

Situs Batu Kalbut di Ayah, Jejak Peradaban Kuno yang Masih Disakralkan Masyarakat Kebumen

87
×

Situs Batu Kalbut di Ayah, Jejak Peradaban Kuno yang Masih Disakralkan Masyarakat Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kabupaten Kebumen tidak hanya dikenal memiliki keindahan pantai dan kawasan karst yang memukau, tetapi juga menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang menjadi saksi perjalanan peradaban masa lampau. Salah satu di antaranya adalah Situs Batu Kalbut yang berada di Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.

Lokasi situs ini berada di tepi jalan utama menuju objek wisata Pantai Logending, sehingga cukup mudah dijangkau oleh masyarakat maupun wisatawan. Meski keberadaannya belum banyak diketahui, Situs Batu Kalbut merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan arkeologi yang tinggi.

Batu Kalbut dikenal pula dengan sebutan Batu Lingga Muka atau Batu Pujaan. Di dalam kompleks situs tersebut terdapat tiga benda utama yang terbuat dari batu andesit. Benda pertama berupa Lingga-Yoni yang menghadap ke arah selatan. Sementara dua batu lainnya merupakan batu berlubang yang diduga berfungsi sebagai peti kubur batu pada masa lampau.

Keunikan situs ini terletak pada salah satu peti kubur batu yang memiliki ukiran kepala ular naga Jawa, sedangkan batu lainnya berbentuk polos tanpa ornamen. Di sekitar lokasi juga ditemukan sejumlah pecahan batu lempeng yang diduga merupakan bagian dari struktur bangunan atau peninggalan lain yang belum sepenuhnya terungkap.

Keberadaan batu-batu andesit di kawasan tersebut sekaligus memperkuat karakter geologi Kabupaten Kebumen. Secara geologis, wilayah Kebumen merupakan kawasan yang terbentuk dari aktivitas gunung api purba dan proses subduksi lempeng bumi. Kondisi tersebut menjadikan batuan andesit tersebar luas, baik di wilayah utara maupun selatan Kebumen, termasuk kawasan Ayah dan sekitarnya.

Ukiran kepala naga pada Batu Kalbut juga memiliki kemiripan dengan peninggalan yang terdapat di Situs Lingga-Yoni Sumberadi. Bedanya, batu di Sumberadi berasal dari kawasan Karangsambung yang lebih tua dan keras, sedangkan Batu Kalbut menggunakan batuan andesit yang berasal dari kawasan selatan Kebumen.

Hingga kini, Situs Batu Kalbut masih memiliki nilai spiritual bagi sebagian masyarakat. Tidak sedikit warga yang datang untuk berziarah maupun melakukan ritual tradisi tertentu sebagai bagian dari warisan budaya yang telah berlangsung secara turun-temurun. Hal tersebut menunjukkan bahwa situs ini bukan hanya menjadi bukti sejarah masa lalu, tetapi juga masih hidup dalam tradisi masyarakat setempat.

Sebagai salah satu cagar budaya yang dimiliki Kabupaten Kebumen, Situs Batu Kalbut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi. Dengan pelestarian yang baik, situs ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran mengenai sejarah, budaya, sekaligus kekayaan geologi Kebumen bagi generasi mendatang.

Sumber resmi:

  1. Wahyu Pancasila – Situs Batu Kalbut di Kecamatan Ayah, Kebumen
  2. Website Resmi Pemerintah Kabupaten Kebumen

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.