SEJARAH

Jalan Daendels Utara dan Selatan, Sama Nama Namun Berbeda Sejarah

85
×

Jalan Daendels Utara dan Selatan, Sama Nama Namun Berbeda Sejarah

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com  – Selama ini masyarakat mengenal Jalan Daendels sebagai jalan bersejarah peninggalan masa kolonial Belanda yang membentang di Pulau Jawa. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat dua jalan yang sama-sama dikenal sebagai Jalan Daendels, tetapi memiliki asal-usul sejarah yang berbeda?

Banyak orang menganggap seluruh Jalan Daendels merupakan hasil pembangunan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels. Padahal, berdasarkan kajian sejarah yang dipublikasikan oleh Yayasan Wahyu Pancasila melalui situs Kebumen2013.com, Jalan Daendels di pesisir utara dan pesisir selatan Jawa memiliki latar belakang sejarah yang tidak sama.

Jalan Daendels di jalur utara merupakan bagian dari Jalan Raya Pos (De Groote Postweg) yang dibangun pada masa pemerintahan Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda periode 1808–1811.

Pembangunan jalan tersebut dilakukan sebagai strategi mempertahankan Pulau Jawa dari ancaman serangan Inggris. Selain memperlancar distribusi logistik dan surat-menyurat, jalan itu juga mempercepat mobilisasi pasukan militer Belanda.

Dalam prosesnya, pembangunan Jalan Raya Pos melintasi berbagai wilayah di Pulau Jawa dengan medan yang cukup berat. Di sejumlah daerah, pembangunan bahkan memerlukan pengerahan tenaga kerja dalam jumlah besar di bawah koordinasi pemerintah kolonial.

Berbeda dengan jalur utara, Jalan Daendels yang berada di pesisir selatan Jawa justru diyakini telah ada jauh sebelum masa pemerintahan Herman Willem Daendels.

Jalur tersebut merupakan jalan kuno yang dikenal sebagai Urut Sewu, yakni jalur penghubung antarkerajaan di Pulau Jawa sejak masa kerajaan. Jalan ini membentang di kawasan selatan mulai dari wilayah Yogyakarta hingga Kebumen dan Cilacap.

Menurut kajian sejarah yang dimuat Kebumen2013.com, nama “Jalan Daendels” di wilayah selatan bukan berasal dari Herman Willem Daendels, melainkan dari A.D. Daendels, seorang Asisten Residen Ambal yang bertugas pada tahun 1838. Nama pejabat kolonial tersebut kemudian digunakan sebagai penamaan jalan yang telah lebih dahulu ada.

Untuk membedakan kedua jalur tersebut, pemerintah kolonial Belanda memberikan penyebutan yang berbeda.

 

Jalan di pesisir utara dikenal sebagai Postwegen atau Jalan Raya Pos karena berfungsi sebagai jalur utama pengiriman surat dan kepentingan militer.

Sementara itu, jalan di pesisir selatan disebut Belangrijke Wegen atau Jalan Raya Utama. Jalur ini sejak lama menjadi penghubung antarkerajaan serta jalur perdagangan di kawasan selatan Pulau Jawa.

Bagi masyarakat Kebumen, Jalan Daendels Selatan bukan sekadar ruas jalan penghubung antardaerah. Jalur tersebut merupakan saksi perjalanan sejarah panjang kawasan pesisir selatan, mulai dari masa kerajaan, era kolonial, hingga menjadi bagian dari perkembangan infrastruktur modern.

Hingga kini, nama Jalan Daendels masih melekat kuat dalam kehidupan masyarakat dan menjadi salah satu ikon sejarah yang menghubungkan Kabupaten Kebumen dengan wilayah selatan Pulau Jawa.

Sumber resmi:

Kebumen2013.com – Jalan Daendels Utara dan Selatan Serupa Tapi Tak Sama


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.