KEBUMEN, Kebumen24.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAINU Kebumen menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah perempuan di Balai Desa Srati, Minggu (10/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Fatayat NU dan Muslimat NU di lingkungan Desa Srati.
Pelatihan ini digelar sebagai upaya meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan masyarakat dalam melaksanakan pemulasaraan jenazah perempuan sesuai tuntunan syariat Islam.
Materi pelatihan mencakup sejumlah tahapan penting, mulai dari penerimaan jenazah, proses membersihkan dan memandikan, mengkafankan, hingga tata cara pelaksanaan salat jenazah bagi perempuan. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kehormatan dan martabat jenazah selama proses pemulasaraan.
Materi disampaikan oleh Marqoniyatun, yang memiliki pengalaman dalam praktik pemulasaraan jenazah di lingkungan masyarakat. Selain pemaparan teori, peserta juga diberikan kesempatan mengikuti praktik secara langsung dengan pendampingan pemateri dan mahasiswa KKN.
Dalam praktik tersebut, peserta diajak memahami setiap tahapan secara lebih detail sehingga diharapkan tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga mampu menerapkannya ketika dibutuhkan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Aspek kebersihan dan kehati-hatian dalam proses pemulasaraan turut menjadi perhatian. Peserta diberikan pemahaman mengenai penggunaan perlengkapan pelindung sederhana serta tata cara melakukan kontak fisik dengan jenazah secara aman dan tetap menjunjung tinggi penghormatan terhadap orang yang telah meninggal dunia.
Ketua KKN IAINU Kebumen, Seno Fahri Adam, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam bidang sosial dan keagamaan.
“Kami berharap keterampilan ini dapat bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan ketika menghadapi saat-saat duka, sekaligus melestarikan tradisi pemakaman yang sesuai syariat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dengan organisasi perempuan di tingkat desa. Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu di tengah masyarakat, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan yang dapat terus dimanfaatkan warga setelah program KKN berakhir.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















