KEBUMEN, Kebumen24.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kebumen kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat melalui penyelenggaraan In House Training (IHT) yang berlangsung di Aula MAN 2 Kebumen, selama empat hari, mulai 23 hingga 26 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari penguatan kompetensi profesional sekaligus peningkatan kualitas pelayanan prima di lingkungan madrasah.
Kepala MAN 2 Kebumen, H. Akhmad Taukhid, M.Pd., mengatakan bahwa IHT menjadi agenda strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun budaya kerja yang semakin profesional, meningkatkan kompetensi guru, serta memperkuat pelayanan prima di seluruh lini madrasah,” ujarnya.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pelayanan prima, digitalisasi madrasah, serta insersi perkoperasian. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala MAN 2 Kebumen, kemudian dilanjutkan dengan materi pelayanan prima yang disampaikan oleh Dr. H. Anif Solikhin, S.Ag., M.S.I. dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen.
Dalam paparannya, Anif Solikhin menegaskan bahwa pelayanan berkualitas harus dibangun melalui lima unsur utama, yaitu sarana dan prasarana yang memadai, keteladanan, kepekaan terhadap kebutuhan layanan, keterjaminan, serta empati. Kelima aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan yang profesional di lingkungan madrasah.
Selain itu, peserta juga memperoleh materi mengenai digitalisasi madrasah yang dipandu oleh Tim Getschool sebagai upaya mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi. Sementara materi insersi perkoperasian disampaikan oleh Dra. Hj. Wuryani, M.Pd.
Memasuki hari kedua dan ketiga, seluruh guru mengikuti pelatihan praktik pembelajaran sesuai rumpun mata pelajaran bersama Dr. Hj. Amiroh Ambarwati, S.Pd., M.A. Materi yang diberikan meliputi penyusunan perangkat pembelajaran, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), penilaian berbasis literasi, hingga praktik penyusunan instrumen evaluasi yang berorientasi pada peningkatan kemampuan literasi peserta didik.
Dalam sesi tersebut, Amiroh menekankan pentingnya kesiapan guru sebelum memasuki ruang kelas.
“Dalam proses pembelajaran, kita perlu memiliki bekal yang matang. Guru harus benar-benar memahami bagaimana mengukur kemampuan peserta didik sebelum pembelajaran dimulai, saat proses berlangsung, hingga setelah pembelajaran selesai. Hal itu menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar guru menyusun soal sesuai tingkat kemampuan peserta didik. Khusus pada jenjang SMA/MA, soal yang diberikan diharapkan lebih banyak mengakomodasi konsep Higher Order Thinking Skills (HOTS), sehingga mampu melatih peserta didik berpikir kritis, menganalisis, mengevaluasi, serta menghasilkan solusi kreatif terhadap berbagai persoalan.
Menurutnya, penerapan soal berbasis HOTS menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk lulusan yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dan siap menghadapi tantangan kehidupan nyata.
Rangkaian In House Training ditutup dengan presentasi dan review hasil praktik penyusunan instrumen penilaian berbasis literasi. Seluruh peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai implementasi materi yang telah diperoleh.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















