KEBUMEN, Kebumen24.com – Suasana penuh kebersamaan terasa di Desa Kedungweru, Kecamatan Ayah, Kebumen, Sabtu (5/9/2026). Doa bersama dan deretan tenong yang dipenuhi aneka sajian tradisional menjadi bagian dari tradisi Selamatan Desa atau Kenduri Ageng, sebuah warisan leluhur yang hingga kini masih dipertahankan masyarakat.
Tradisi tahunan tersebut digelar sebagai ungkapan rasa syukur warga atas rezeki, kesehatan, dan keselamatan yang telah diberikan selama setahun. Selain menjadi momentum doa bersama, Kenduri Ageng juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menjaga semangat gotong royong masyarakat desa.
Pusat kegiatan berlangsung di balai desa setempat. Hadir dalam acara tersebut Bupati Kebumen Lilis Nuryani, didampingi Ir. Mohammad Yahya Fuad, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimcam Ayah, paguyuban kepala desa se-Kecamatan Ayah, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat.
Kepala Desa Kedungweru, Aris Sumiarto, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Bupati Kebumen dalam tradisi yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat desa.
Menurutnya, kehadiran Bupati Lilis menjadi momen istimewa karena sudah lama dinantikan warga. Antusiasme masyarakat juga terlihat dari kekompakan warga yang membawa tenong dari rumah masing-masing untuk kemudian dikumpulkan dalam kenduri bersama.
“Ini pertama kalinya Bupati Lilis hadir di desa kami. Suatu kehormatan dan kebanggaan karena kehadiran yang sudah lama diharapkan akhirnya terwujud. Masyarakat hadir bergotong-royong membawa tenong, menunjukkan bahwa desa ini masih menjunjung tinggi kekompakan serta tradisi guyub rukun,” ujar Aris.
Rangkaian Selamatan Desa Kedungweru tahun ini diawali dengan tradisi penyembelihan kerbau. Setelah itu, masyarakat mengikuti kenduri bersama sebelum rangkaian kegiatan ditutup dengan pagelaran wayang kulit pada malam hari.
Aris menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi agenda rutin tahunan yang pembiayaannya bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PAD) serta swadaya masyarakat. Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya seremonial, tetapi menjadi salah satu cara masyarakat nguri-uri budaya leluhur agar tetap hidup dan dikenal generasi berikutnya.
“Tradisi ini kami pertahankan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus menjaga kebersamaan masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aris juga memaparkan berbagai potensi dan perkembangan Desa Kedungweru. Kemajuan desa tidak hanya bertumpu pada sektor pemerintahan, tetapi juga didorong melalui pengelolaan BUMDes, kebun kelengkeng, agrowisata, hingga fasilitas kolam renang desa.
Salah satu cerita menarik datang dari fasilitas kolam renang sederhana yang ternyata mampu menjadi tempat lahirnya atlet renang berprestasi.
Adalah Farel Ihza Mahendra, atlet muda asal Kedungweru yang berhasil membawa nama Kabupaten Kebumen di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026.
Prestasi tersebut mendapat perhatian khusus dalam acara Kenduri Ageng. Sang ibu turut hadir dan berbagi kebanggaan atas perjuangan serta pencapaian putranya di tingkat provinsi.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani pun mengaku kagum mengetahui potensi tersebut. Ia tidak menyangka fasilitas kolam renang yang berada di desa mampu menjadi bagian dari perjalanan lahirnya atlet berprestasi.
“Saya sempat kaget sekaligus bangga, ternyata di Kecamatan Ayah ada fasilitas kolam renang selain pantai, dan dari desa inilah lahir atlet renang berprestasi yang membawa nama harum Kabupaten Kebumen,” ungkap Lilis.
Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga di desa menunjukkan bahwa pengembangan potensi generasi muda tidak selalu harus berpusat di perkotaan. Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, fasilitas sederhana pun dapat menjadi tempat tumbuhnya bibit-bibit atlet daerah.
Selain mengapresiasi tradisi dan potensi masyarakat Kedungweru, Bupati Lilis juga menyampaikan perkembangan pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Ayah.
Pemerintah Kabupaten Kebumen, kata dia, terus mendorong peningkatan kualitas jalan kabupaten sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.
Sejumlah ruas jalan yang telah dan sedang ditangani pada 2026 antara lain Rogodono–Pringtutul dan Pringtutul–Jatijajar. Sementara itu, pekerjaan ruas Banyumudal–Redisari mulai dilaksanakan.
Adapun ruas Rogodadi–Watukelir direncanakan dikerjakan mulai 21 Juli hingga 2 Desember 2026.
Pembangunan infrastruktur juga diproyeksikan berlanjut pada 2027 melalui perencanaan ruas Karangduwur–TPI serta Boyowulung–Demangsari.
Melalui APBD Perubahan 2026, pemerintah daerah juga menyiapkan tambahan alokasi anggaran untuk membantu menuntaskan sejumlah ruas jalan yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
Di penghujung arahannya, Bupati Lilis mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan lingkungan. Mengingat kondisi musim kemarau, warga juga diminta bijak menggunakan air dan menghindari pemborosan.
Ia berharap semangat gotong royong yang terlihat dalam Kenduri Ageng tidak berhenti pada kegiatan selamatan desa, tetapi terus menjadi kekuatan masyarakat dalam membangun Kedungweru.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















