KEBUMEN, Kebumen24.com – Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen kembali mencatatkan prestasi penting dalam pengembangan pendidikan tinggi. Tiga program studi di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) resmi meraih Akreditasi Unggul, capaian tertinggi dalam sistem akreditasi pendidikan tinggi di Indonesia.
Prestasi tersebut menjadi tonggak baru bagi UPB untuk memperkuat kualitas akademik, memperluas pengakuan di tingkat internasional, sekaligus mempersiapkan pembukaan Program Doktor (S3) Manajemen dalam beberapa tahun mendatang.
Keberhasilan itu disyukuri melalui acara Tasyakuran Akreditasi Unggul yang digelar di Aula Universitas Putra Bangsa, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan dihadiri jajaran yayasan, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, pejabat Pemerintah Kabupaten Kebumen, kepala sekolah, kepala madrasah, insan pers, serta berbagai tamu undangan.
Tiga program studi yang berhasil memperoleh Akreditasi Unggul adalah S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Bisnis Digital. Ketiganya mendapatkan pengakuan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) dengan masa berlaku hingga tahun 2031.
Rektor Universitas Putra Bangsa, Dr. Gunarso Wiwoho, S.E., M.M., mengatakan raihan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan awal untuk membawa UPB menuju standar pendidikan bertaraf internasional.
Menurutnya, universitas kini mulai menyiapkan proses akreditasi internasional bagi program studi yang telah unggul melalui sejumlah lembaga akreditasi dunia, seperti Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) maupun Accreditation Council for Business Schools and Programs (ACBSP).
“Alhamdulillah tiga program studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis berhasil memperoleh Akreditasi Unggul. Setelah ini kami akan melangkah menuju akreditasi internasional agar lulusan UPB memiliki daya saing yang semakin kuat,” ujar Gunarso.
Selain itu, pihak universitas juga sedang mempersiapkan proses akreditasi unggul untuk Program Studi Informatika dan Program Magister Manajemen. Seluruh dokumen ditargetkan selesai pada akhir 2026 sehingga asesmen dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
“Harapan kami pada awal tahun depan kedua program studi tersebut juga memperoleh Akreditasi Unggul. Setelah itu kami akan mengajukan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dengan target institusi Universitas Putra Bangsa meraih predikat Unggul,” katanya.
Ia menegaskan bahwa standar penilaian akreditasi yang diterapkan berlaku sama bagi seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Karena itu, predikat Unggul menjadi bukti bahwa kualitas tata kelola, proses pembelajaran, penelitian, hingga pelayanan akademik di UPB telah memenuhi bahkan melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
“Semoga ini menjadi pilihan masyarakat. Warga Kebumen kini tidak perlu lagi pergi jauh untuk memperoleh pendidikan tinggi dengan program studi berakreditasi unggul,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Putra Bangsa Kebumen, Prof. Dr. H. Slamet Ahmadi, M.M., menyebut keberhasilan tiga program studi meraih Akreditasi Unggul menjadi pijakan strategis bagi pengembangan universitas ke depan.
Menurutnya, setelah menyelesaikan proses akreditasi unggul untuk Program Studi Informatika dan Magister Manajemen, UPB akan menargetkan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul pada tahun 2027.
Tak hanya itu, yayasan juga mulai mempersiapkan pembukaan Program Doktor (S3) Manajemen sebagai langkah lanjutan pengembangan institusi.
“Persiapan terus kami lakukan, termasuk meningkatkan jumlah dosen yang berpangkat profesor. Apabila telah memenuhi seluruh persyaratan, kami optimistis dalam dua hingga tiga tahun mendatang Universitas Putra Bangsa dapat mengusulkan pembukaan Program Studi S3 Manajemen,” ujar Slamet Ahmadi.
Ia menjelaskan bahwa predikat Akreditasi Unggul lima tahun hanya diberikan kepada program studi yang mampu memenuhi lebih dari 90 persen indikator penilaian, mulai dari tata kelola, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kualitas sumber daya manusia, hingga capaian lulusan.
UPB juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan.
Saat ini universitas memiliki sekitar 60 dosen aktif. Sebanyak 15 dosen telah bergelar doktor, lima dosen sedang menyelesaikan studi doktor, sementara sekitar 10 hingga 12 dosen lainnya masih menempuh pendidikan doktoral.
Dalam waktu dekat, UPB menargetkan lebih dari 60 persen tenaga pengajarnya berkualifikasi doktor, sekaligus mendukung kebijakan nasional mengenai peningkatan kompetensi dosen.
Rektor menyebut jumlah mahasiswa UPB yang kini mendekati 3.000 orang masih didukung rasio dosen dan mahasiswa yang ideal sehingga kualitas pembelajaran tetap terjaga.
Perjalanan Universitas Putra Bangsa dimulai dari berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Putra Bangsa pada 5 Juli 2001. Institusi tersebut kemudian berkembang menjadi Universitas Putra Bangsa pada 18 April 2021 dan semakin diperkuat melalui penggabungan Akademi Pariwisata Nasional pada 2022.
Saat ini UPB memiliki dua fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang menaungi Program Magister Manajemen, S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Bisnis Digital, serta Fakultas Sains dan Teknologi yang terdiri atas Program Studi Informatika, Sains Data, dan Agribisnis.
Dalam penyelenggaraan pendidikan, UPB menerapkan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang dipadukan dengan Project Based Learning, studi kasus, dan pembelajaran berbasis portofolio sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Komitmen peningkatan mutu juga tercermin melalui berbagai capaian institusi. Universitas Putra Bangsa telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018, memiliki perpustakaan terakreditasi B dari Perpustakaan Nasional RI, serta mengelola sejumlah jurnal ilmiah yang telah terindeks SINTA.
Di bidang penelitian, dosen-dosen UPB aktif menghasilkan publikasi pada jurnal internasional bereputasi Scopus. Produktivitas tersebut mengantarkan kampus ini meraih penghargaan dari LLDIKTI Wilayah VI sebagai Perguruan Tinggi Terbaik II Bidang Penelitian berdasarkan jumlah hibah penelitian.
UPB juga terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga nasional dan internasional, antara lain Direktorat Jenderal Pajak, Bursa Efek Indonesia, Badan Pusat Statistik, Universiti Utara Malaysia, National Yunlin University Taiwan, hingga Universiti Malaysia Sarawak.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















