KomunitasPendidikan

HUT HIMPAUDI ke-21, Prof. Azam Bahas Pentingnya Guru sebagai “Rumah Emosi Anak”

×

HUT HIMPAUDI ke-21, Prof. Azam Bahas Pentingnya Guru sebagai “Rumah Emosi Anak”

Sebarkan artikel ini

CILACAP, Kebumen24.com — Seminar Parenting meriahkan rangkaian HUT HIMPAUDI ke-21 Kabupaten Cilacap yang digelar di Nolla Hotel Cilacap, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut membahas pentingnya peran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai “rumah emosi anak”, yakni sosok yang mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, diterima, dan dihargai bagi anak.

Seminar mengusung tema “Guru sebagai Rumah Emosi Anak” dengan semangat HUT HIMPAUDI ke-21, yakni “Nyalakan Asa, Wujudkan Kesetaraan dan Kesejahteraan bagi Guru PAUD”. Seminar diikuti sekitar 100 guru PAUD se-Kabupaten Cilacap.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah VIII, Hj. Teti Rohatiningsih, S.Sos., Ketua HIMPAUDI Provinsi Jawa Tengah, Rusmanto, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Paiman, S.Ag., M.Pd., serta Ketua HIMPAUDI Kabupaten Cilacap, Siti Inayah, S.Pd., M.Pd.

Narasumber kegiatan menghadirkan Founder Yayasan Bina Cinta Keluarga Kebumen, Prof. Azam Syukur Rahmatullah. Ia membahas pentingnya membangun hubungan emosional yang sehat antara guru dan anak dalam proses pendidikan usia dini.

Dalam paparannya, Prof. Azam menekankan bahwa guru PAUD bukan hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi salah satu figur penting dalam memberikan pengalaman emosional yang sehat bagi anak.

Menurutnya, anak usia dini membutuhkan sosok dewasa yang mampu menghadirkan rasa aman, diterima, dihargai, didengarkan, dan dicintai. Pemenuhan kebutuhan emosional tersebut menjadi fondasi penting bagi perkembangan psikologis anak.

“Guru harus mampu menjadi rumah emosi bagi anak. Rumah emosi adalah ruang psikologis tempat anak merasa aman untuk menjadi dirinya sendiri, mengungkapkan perasaan, melakukan kesalahan, belajar kembali, dan mendapatkan penerimaan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kondisi emosional setiap anak ketika datang ke sekolah tidak selalu sama. Ada anak yang datang dengan perasaan bahagia, namun ada pula yang membawa kecemasan, kesedihan, rasa takut, konflik keluarga, maupun pengalaman yang kurang menyenangkan.

Karena itu, guru PAUD perlu memiliki kepekaan emosional selain kemampuan pedagogis. Guru perlu mampu membaca ekspresi, bahasa tubuh, perubahan perilaku, hingga kebutuhan emosional anak.

“Guru yang mampu memahami kondisi emosional anak akan lebih mudah membangun hubungan yang positif dengan peserta didiknya,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua HIMPAUDI Kabupaten Cilacap, Siti Inayah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut Inayah, HUT HIMPAUDI ke-21 tidak hanya menjadi momentum peringatan organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menguatkan kembali kesadaran para pendidik PAUD mengenai posisi strategis guru dalam kehidupan anak.

Ia menambahkan, guru merupakan salah satu pondasi dalam membangun “rumah emosi” bagi anak. Melalui interaksi sehari-hari di satuan PAUD, guru dapat membantu anak mengenali perasaan, mengelola emosi, membangun rasa percaya diri, serta belajar berhubungan secara sehat dengan orang lain.

Karena itu, penguatan kompetensi guru tidak cukup hanya pada aspek pembelajaran. Kompetensi emosional dan kemampuan membangun relasi yang sehat dengan anak juga perlu mendapatkan perhatian.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua HIMPAUDI Provinsi Jawa Tengah, Rusmanto, M.Pd. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan energi positif sekaligus menambah semangat para pendidik PAUD dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Rusmanto, guru PAUD memiliki peran strategis dalam meletakkan dasar perkembangan anak. Karena itu, peningkatan kapasitas, kompetensi, kesejahteraan, dan pengakuan terhadap profesi guru PAUD harus terus diperjuangkan.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen HIMPAUDI Jawa Tengah yang terus mendorong peningkatan kompetensi pendidik PAUD melalui berbagai pelatihan dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah VIII, Hj. Teti Rohatiningsih, S.Sos., menyampaikan komitmennya untuk ikut mendorong penguatan posisi dan pengakuan terhadap guru PAUD, termasuk perhatian terhadap keberadaan dan kesejahteraan para pendidik.

Menurutnya, perjuangan guru PAUD merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia karena pendidikan anak dimulai dari fondasi paling awal.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa membangun anak tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga lingkungan emosional yang sehat.

Dalam konteks tersebut, guru PAUD memiliki posisi yang sangat strategis. Guru bukan sekadar mengajarkan huruf, angka, warna, maupun keterampilan dasar, tetapi juga menjadi figur yang membantu anak memahami dirinya dan lingkungan di sekitarnya.

Guru yang mampu menjadi “rumah emosi” bagi anak diharapkan dapat membantu membentuk anak yang merasa aman, percaya diri, mampu mengelola emosi, serta memiliki kesiapan psikologis untuk tumbuh dan berkembang secara sehat. (K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.